Tugumalang.id – Satpol PP Kota Malang menggagalkan dugaan percobaan pengiriman pengemis ke Kota Malang. Setidaknya, ada 2 truk pengangkut puluhan pengemis dihalau saat hendak menurunkan pengemis di Kota Malang belum lama ini.
Kasatpol PP Kota Malang, Heru Mulyono mengungkapkan, penggagalan dugaan droping pengemis tersebut. Saat itu, sekitar pukul 24.00 WIB, dia hendak pulang dari kantor pada 13 Desember 2024. Dia pulang dengan naik motor sambil memantau pos-pos penjagaan malam.
Saat melintasi Simpang 4 Rajabali, Heru mengaku melihat 2 truk yang bak angkutnya tertutup terpal. Dia sempat curiga dengan 2 truk itu dan mencoba mengikutinya hingga ke arah Jalan Semeru. Heru semakin curiga saat 2 truk itu berbelok ke kiri melawan arah di Jalan Tangkubanprahu.
Baca Juga: Pemkot Malang Akan Larang Beri Uang Anak Jalanan dan Pengemis di Jalan
“Jadi saat di Patung Rudal (dekat Stadion Gajayana), 2 truk itu belok ke kiri. Padahal kan itu jalur satu arah,” kata Heru, Kamis (26/12/2024).
Dia kemudian mengamati 2 truk tersebut saat berhenti di sekitar Jalan Tangkubanprahu. Tak lama beberapa orang orang turun dari bak truk tersebut. Melihat ada yang aneh, Heru mendatangi 2 truk itu.
“Saya tanya ada apa ini, dari mana ini, tapi gak ada yang jawab. Saat saya minta buka bak truk itu, ada sekitar 20-25an orang di dalam 1 truk itu. Ada yang anak kecil, perempuan, laki laki juga ada, ada yang nangis,” ungkapnya.
Baca Juga: Umat Muslim Wajib Tahu! Golongan Inilah yang Berhak Mendapa Daging Kurban saat Idul Adha
Dari interogasi yang dilakukan di TKP, Heru menyebut bahwa mereka mengaku berasal dari Pasuruan. Karena dalam posisi sendirian, Heru meminta semua orang yang ada di truk itu untuk kembali ke daerah asalnya.
“Yang udah turun saya minta dinaikkan semua, saya minta mereka dikembalikan,” ujarnya.
“Saya bilang ke sopirnya, saya lepas asal semua kembali. Jangan sampai turun di Kota Malang. Ini bawa orang banyak bisa TPPO (tindak pidana perdagangan orang) lo,” tegas Heru.
Heru juga sempat membuntuti 2 truk itu agar tak mencari tempat droping lain di Kota Malang. “Jadi saya buntuti terus jangan sampai mereka berhenti,” ujarnya.
Dia menduga bahwa orang orang yang dibawa 2 truk tersebut merupakan pengemis atau gelandangan. Hal itu menurutnya terlihat dari wajah wajah mereka.
“Saat saya tanya, mereka mengaku dari Pasuruan. Tapi saya lihat plat nopol truk itu plat B, saya lupa detailnya,” sambungnya.
Setelah kejadian itu, pihaknya langsung membentuk Tim Urai Trantibum di Satpol PP Kota Malang untuk memasifkan pengawasan saat malam hari sebagai antisipasi droping pengemis di Kota Malang.
“Memang banyak orang mengais rejeki dengan cara begitu (mengemis). Maka saya bentuk Tim Urai itu untuk menjaga kondusifitas di Kota Malang,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























