Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Pendamping Hukum TGA: Mayoritas Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Berwajah Kebiruan

Redaksi by Redaksi
Oktober 31, 2022 3:51 pm
in Peristiwa
Aksi demo Tragedi Kanjuruhan

Ilustrasi: Membopong mayat. Aksi demo damai Aremania yang berlangsung Kamis lalu (27/10/2022)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang – Janji Polri untuk mengembangkan pengusutan Tragedi Kanjuruhan terkesan lamban dan bertele tele. Bahkan narasi pembelaan terus dibangun seakan gas air mata bukan penyebab utama meninggalnya 135 jiwa. Kini 600 lebih korban luka juga belum pulih total baik secara fisik maupun psikokogis.

Pendamping hukum Tim Gabungan Aremania (TGA) untuk korban Tragedi Kanjuruhan, Anjar Nawan Yusky mengungkap, kondisi spesifik korban yang meninggal dan korban luka dalam tragedi memilukan itu. Dia mendapat data itu dari aduan langsung keluarga korban maupun korban luka di Posko TGA serta keterangan keluarga korban di rumah duka.

READ ALSO

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Menurutnya, korban luka dalam Tragedi Kanjuruhan rata rata mengalami mata merah dan bengkak akibat iritasi, sesak nafas, patah tulang hingga iritasi kulit seperti terbakar.

Kertas kertas berisi foto jenazah korban Tragedi Kanjuruhan.
Kertas kertas berisi foto jenazah korban Tragedi Kanjuruhan. Foto/M Sholeh

Sedangkan korban meninggal mayoritas menghitam kebiruan mulai dada hingga kepala dan mengeluarkan busa hingga darah dari hidung. Sebagian korban meninggal tidak terdapat luka sama sekali dan sebagian patah tulang rusuk, kaki, tangan hingga luka lecet.

“Tapi kondisi umum korban meninggal yang ciri cirinya sama itu membiru dan menghitam mulai dada ke atas dan keluar busa dan darah. Rata rata ceritanya seperti itu dari keluarga yang memandikan jenazah,” kata Anjar, Minggu (30/10/2022).

Anjar mengatakan bahwa keterangan medis yang diterima pihak keluarga korban terkait penyeban kondisi kebiruan pada wajah korban meninggal sama sekali belum terjawab. Bahkan kondisi kebiruan itu masih menjadi misteri dan pertanyaan dibenak keluarga korban hingga saat ini.

“Kalau misalkan dibilang infeksi paru paru, infeksi itu karena apa. Keluarga korban sebenarnya sangat ingin tau penyebab kematian sebenarnya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Anjar mengatakan bahwa informasi medis terkesan sangat terbatas. Hanya resum medis terkait patah tulang saja yang diinformasikan secara gamblang. Meski begitu, hampir semua pihak keluarga korban tidak diberikan salinan resum medis itu terkait tindakan apa saja dan diagnosa penyakit yang diderita korban.

“Kalau kita lihat di UU Kesehatan hingga UU tentang Kedokteran, setiap tindakan medis, pasien itu kan berhak tahu resum medis dengan atau tanpa diminta,” ungkapnya.

Dia juga mengaku heran dengan RSSA Malang yang merupakan rumah sakit rujukan ternama di Jawa Timur itu terkesan menutup nutupi penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan. Menurutnya, dokter yang sudah disumpah jabatan harusnya memiliki tanggungjawab secara hukum maupun moral untuk menyampaikan atas apa yang terjadi sebenarnya pada pasien yang ditangani.

“Tapi kenapa harus terkesan ditutup tutupi. Kenapa kok kesannya berhati hati, tidak mempersulit, tapi mereka cukup berhati hati,” ujarnya.

Sementara itu, Arifin Candra, paman korban ke-135 Tragedi Kanjuruhan atas nama Farza Dwi Kurniawan (20), warga Jalan Sudimoro, Kota Malang mengatakan bahwa proses pemulangan jenazah keponakannya sempat terkendala adminsitrasi lantaran jenazah juga divonis terpapar COVID-19 oleh RSSA Malang.

“Ini yang saya juga belum jelas soal itu. Saya mendengar informasi itu dari kerabat yang di RS. Waktu itu katanya masih diproses administrasinya,” kata Candra Senin (24/10/2022).

Dia heran proses pemulangan jenazah keponakannya cukup lama. Kabar korban dinyatakan terpapar COVID-19 juga menjadi pertanyaan besar bagi keluarga dan kerabat.

Aksi demo Aremania 27 Oktober lalu. foto/Rubianto

Teman sekampung korban, Amanda Febri juga mengaku heran bagaimana bisa Farza dinyatakan terpapar COVID-19. Padahal, berdasarkan keterangan teman teman yang menggotong Farza di Stadion Kanjuruhan, Amanda mengatakan kondisi Farza sudah membiru.

“Waktu digotong itu badannya sudah membiru, anak anak (kampung) sendiri yang gotong. Lalu di RSSA sampai 23 hari kan kritis. Terus dapat kabar kayak gitu, katanya kan juga di COVID kan. Padahal itu dari Kanjuruhan kena gas air mata,” ujarnya.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani mengkonfirmasi bahwa Farza meninggal karena mengalami multi trauma akibat cidera di kepala, paru paru dan perut. Namun Farza disebutkan juga memang terpapar COVID-19.

Syaifullah mengatakan bahwa korban Tragedi Kanjuruhan rata rata mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen akibat berdesak desakan. Dia menegaskan bahwa penyebab utama kematian korban bukan karena gas air mata.

“Gas air mata salah satu kontribusi. Jadi memang berdesak desakan itu yang menyebabkan kekurangan oksigen,” ucapnya, Senin (24/10/2022).

Namun dia juga mengakui bahwa RSSA Malang tidak melakukan uji klinis atau pemeriksaan zat zat gas air mata yang masuk melalui pernafasan korban Tragedi Kanjuruhan. Disebutkan, vonis vonis penyebab kematian korban yang dirawat di RSSA hanya berdasarkan data luka luka saja.

“Kami pada saat awal tidak melakukan penelitian khusus mengenai itu. Tapi kami bisa mengambil kesimpulan itu secara tidak langsung dari (data luka luka) hasil laboratorium yang diperiksakan di ICU terutama,” tuturnya.

“Kami mengutamakan kegawatannya. Kami belum sampai kesana. Karena biasanya itu ranah forensik,” imbuhnya.

Plt Direktur RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso membeberkan update perawatan korban Tragedi Kanjuruhan, Selasa 4 Oktober 2022. Foto: M Sholeh/Tugumalang.id

Plt Direktur RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso mengatakan bahwa sejumlah jenazah dirujuk untuk diidentifikasi di RSSA Malang terdapat luka luka akibat berdesak desakan. Mulai luka di kepala, patah tulang hingga cidera organ dalam dada.

“Spesifik luka korban memang karena berdesak desakan, terjatuh, terbentur. Jadi luka di kepala, dada hingga kesadaran menurun, sesak. Patah tulang juga,” ujarnya, Senin (10/10/2022).

Dia juga mengatakan bahwa rata rata korban Tragedi Kanjuruhan meninggal karena mengalami multi trauma akibat cidera di beberapa lokasi tubuh.

“Jadi benturan kepala keras, kalau berdarah di otak itu bisa mengakibatkan meninggal. Dada tertekan hingga tak bisa nafas juga bisa meninggal,” imbuhnya.

Devi Athok, ayah korban meninggal atas nama Naila D Angraini (14) dan Natasya D Ramadani (16), warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang memberikan kesaksian bahwa kondisi kedua anaknya menghitam kebiruan mulai dada sampai kepala.

“Anak saya Natasya meninggal dengan kondisi mulai dada sampai kepala membiru kehitaman, hidung keluar darah. Naila mulai leher hingga kepala menghitam kebiruan, tak ada luka luka tapi hidungnya keluar busa,” kata Devi ditemui di kediamannya pada Rabu (19/10/2022).

“Bahkan saya 7 hari gatal gatal karena mencium, memeluk dan menyedot hidung anak saya. Jadi saya mengajukan autopsi untuk mencari tau penyebab kematian anak saya. Di RS cuma didata aja,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
editor: jatmiko

Tags: Gas Air MataHeadlineKorban meninggalRSSA MalangStadion Kanjuruhantragedi kanjuruhan

Related Posts

Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Kondisi rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan diduga petasan. Foto: Polsek Singosari
Peristiwa

Ledakan Diduga Petasan di Singosari Malang Sebabkan 1 Rumah Rusak Parah dan 6 Orang Luka-luka

Selasa, 26 Mei 2026
Petugas melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya bayi. Foto: Polres Malang
Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Pohon Tumbang
Peristiwa

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen

Rabu, 20 Mei 2026
Lansia Tertabrak Motor
Peristiwa

Lansia di Kota Batu Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Motor Saat Menyeberang Jalan

Rabu, 20 Mei 2026
Next Post
Autopsi jenazah korban Tragedi Kanjuruhan

Autopsi 2 Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Bakal Dilakukan 5 November 2022

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.