Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bersama Alliance to End Plastic Waste (AEPW) resmi meluncurkan Layanan Persampahan Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Persampahan (UPT-PP) Tumpang di Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (6/10/2025).
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Bersih Indonesia, yang digagas AEPW untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan di tingkat daerah.
Baca juga: Wujudkan Zero Waste, Pemkab Malang Bersihkan 140 Titik Pembuangan Sampah Liar

Peluncuran layanan persampahan tersebut juga diikuti dengan penyerahan hibah fasilitas pengelolaan sampah kepada 12 desa percontohan Program Bersih Indonesia yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Malang.
12 Desa Percontohan Program Bersih Indonesia
Berikut daftar desa penerima hibah pengelolaan sampah:
-
Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang
-
Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang
-
Desa Jeru, Kecamatan Tumpang
-
Desa Benjor, Kecamatan Tumpang
-
Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang
-
Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo
-
Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo
-
Desa Kenongo, Kecamatan Jabung
-
Desa Ngembal, Kecamatan Wajak
-
Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung
-
Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis
-
Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis
Komitmen Pengelolaan Sampah Nasional
Bupati Malang, Dr. H. M. Sanusi, M.M., menegaskan bahwa kerja sama antara Pemkab Malang dan AEPW ini menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung target pengelolaan sampah nasional.
“Kami berkomitmen membangun sistem persampahan yang andal, terpadu, dan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas, bantuan sarana prasarana, dan pendampingan teknis,” ujar Sanusi.
Peluncuran layanan persampahan ini merupakan tahap ketiga, setelah tahap I dilaksanakan pada Maret 2025 dan tahap II pada Juni 2025.
Baca juga: Mayjen TNI Susilo Kobarkan Perang Melawan Sampah dari Malang
4.000 Pelanggan dan Edukasi 3R
Hingga akhir September 2025, dari 12 desa percontohan tersebut telah terdata lebih dari 4.000 pelanggan layanan persampahan.
Program ini tidak hanya fokus pada pengumpulan dan pengangkutan sampah, tetapi juga edukasi masyarakat untuk mendorong gerakan 3R (reduce, reuse, recycle) serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Dukungan Fasilitas dari AEPW
Melalui Program Bersih Indonesia, desa-desa percontohan mendapatkan dukungan teknis dan sarana pengelolaan sampah, berupa:
-
24 unit kendaraan roda tiga
-
2 unit kendaraan pick-up
-
1 unit truk arm-roll
-
2 unit truk bak terbuka
-
12.000 tong sampah rumah tangga
-
400 tong sampah non-rumah tangga
Sanusi menambahkan, peluncuran ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan dan pengelolaan sampah yang terpadu adalah tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko































