Rabu, Juli 8, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Pemandu Tradisi Gairahkan Seni Bantengan Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 19, 2022 6:28 pm
in Budaya
tradisi - Pemandu Tradisi Gairahkan Seni Bantengan Kota Malang

Pameran seni Bantengan di Dewan Kesenian Malang (DKM). Foto: M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Generasi penerus kebudayaan peninggalan nenek moyang sebagai pemandu tradisi menjadi harapan satu-satunya. Mengusung misi menggairahkan kejayaan seni Bantengan di Kota Malang, para seniman menggelar pameran Bantengan di Dewan Kesenian Malang (DKM), pada Sabtu (19/3/2022).

Sejumlah kepala Bantengan milik pelaku seni Bantengan di Malang Raya ditata sedemikian rupa di sanggar seni DKM. Kepala Bantengan tertua hingga terberat bisa disaksikan masyarakat.

READ ALSO

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

“Ini murni untuk mengenalkan ke masyarakat Kota Malang bahwa Bantengan itu kesenian yang berasal dari Malang. Tapi sekarang Bantengan sudah mulai tenggelam,” kata Ketua Paguyuban Banteng Sukun Budoyo Kota Malang, Woro Esti.

Pameran seni Bantengan di Dewan Kesenian Malang (DKM). Foto: M Sholeh

Meski seni Bantengan mulai meredup, setidaknya masih ada sekitar 100 seniman Bantengan atau pemandu tradisi seni Bantengan di Malang Raya.

“Sekarang ini kami bersama-sama untuk berusaha menggugah lagi, supaya kesenian Bantengan tidak mati,” ujarnya.

Dijelaskan, kepala Bantengan terberat yang dipamerkan di DKM ini bahkan pernah ditawar seharga mobil. Kepala Bantengan itu menjadi koleksi pameran terberat dengan berat mencapai 21 kilogram.

Selain itu, juga terdapat kepala Bantengan tertua yang dibuat pada tahun 1945. Diketahui, seluruh kepala Bantengan tersebut miliki tulang kepala dan tanduk asli. Namun, kepala Bantengan juga ditambah dengan bahan kayu dan kulit kambing atau sapi untuk mempertegas karakter.

“Itu kepala Bantengan yang ada warna putihnya itu dibuat tahun 1945. Itu mungkin Bantengan pertama kali di Kota Malang, itu yang tertua di sini,” ungkapnya.

Esti sebagai penerus seni Bantengan dari almarhum suami dan almarhum mertuanya, bertekat akan terus melestarikan seni Bantengan di Kota Malang karena seniman Bantengan muda di Kota Malang mayoritas mulai berhenti ketika sudah menikah.

“Sekarang Bantengan di Kota Malang gak begitu populer. Makanya kami seniman ingin menggugah bahwa ciri khas di Malang ini dulu ya Bantengan,” ucapnya.

Dia juga menceritakan, seni Bantengan pernah berjaya pada era 1980-an. Namun seiring berkembangnya budaya asing, seni Bantengan mulai ditinggalkan.

“Bagi saya, melalui Bantengan itu kita bisa belajar andhap asor (rendah hati) hingga legowo (ikhlas),” tutupnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: malangMalang RayaTradisi

Related Posts

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
wisuda - Wisuda ke-71 STIE Malangkucecwara, 400 Wisudawan Dikukuhkan

Wisuda ke-71 STIE Malangkucecwara, 400 Wisudawan Dikukuhkan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.