MALANG, Tugumalang.id – Sebagai bentuk peduli lingkungan, sivitas akademika Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), berkolaborasi melakukan bersih-bersih sungai sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam kegiatan bersih-bersih tersebut diikuti Tim Green Campus UIN Malang, perwakilan Mahasantrim dan juga DEMA mahasiswa yang dikoordinir Muammar. Tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar area kampus, kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan Sabtu (12/10/2024) merupakan wujud dari upaya menuju Green Campus.
Selain itu melalui kegiatan kolaborasi menjaga kebersihan lingkungan area kampus juga untuk menanamkan kepekaan mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan. Sebanyak 300 mahasiswa terlibat dalam kegiatan bersih-bersih tersebut.

Mereka membersihkan sampah yang ada di sungai. Sampah-sampah tersebut diduga berasal dari sampah yang dibuang langsung masyarakat ke sungai, karena kurangnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Ini Pesan khusus Rektor UIN Malang di Acara Kick Off Harlah ke-63
Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Malang sekaligus penanggung jawab Green Campus, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana mengatakan, dunia saat ini tengah menghadapi tantangan yang semakin besar tentang kerusakan alam. Berbagai permasalahan mulai muncul di masyarakat sebagai dampak dari kerusakan alam tersebut seperti kelangkaan air, polusi air, dan kerusakan ekosistem air.
“Miliaran orang akan kekurangan akses terhadap layanan dasar ini pada 2030,” ujarnya.
Ilfi menambahkan bahwa situasi saat ini dunia sedang menuju fase krisis air global. Tak terkecuali juga di Indonesia yang akan mengalami bonus demografi tetapi akan menghadapi tantangan berupa ketersediaan air bersih.
Bonus demografi tersebut membuat kebutuhan air bersih di Indonesia semakin meningkat, tetapi di sisi lain sumber daya alam khususnya air yang cukup penting dalam kehidupan telah terkuras, tercemar, serta salah kelola.
“Alhasil jika sampah-sampah menumpuk lalu terjadi pencemaran berbagai bencana seperti banjir pun dapat dengan mudah terjadi,” tegas Ilfi.
Baca Juga: Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat, UIN Malang Adakan Majlis Al-Waqiah dan Kajian Kitab Kuning di Pasuruan
Adapun manfaat kegiatan bersih-bersih yang dilaksanakan sivitas akademika UIN Malang tidak hanya meminimalisir terjadinya banjir, gangguan kesehatan kepada masyarakat, tercukupi air bersih, maupun menjaga ekosistem sungai.
Tetapi juga upaya mewujudkan semangat “Kita Menjaga Alam, Alam Menjaga Kita” sebuah kalimat simbolis yang penuh makna tentang keseimbangan antara manusia dan alam untuk mewujudkan harmoni kehidupan.
Sebagai perguruan tinggi Islam, UIN Malang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, di dalam Islam telah mengajarkan untuk tidak membuat kerusakan di muka bumi sebagaimana Quran Surat (QS) Ar Rum Ayat 41.

Ilfi mengajak semua sivitas akademika UIN Malang untuk peduli lingkungan dimulai dengan hal-hal kecil, tetapi memberi dampak yang nyata.
“Salah satu caranya mengurangi polusi udara dengan meminimalisir pemakaian motor dan rokok, hemat energy dan air, meminimalisir sampah plastik, dan membersihkan kali kita,” terangnya.
Tim Green Campus UIN Malang juga menyampaikan bahwa lingkungan hijau merupakan konsep penting dalam isu global, terkait pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Sebanyak 3 dari 17 tujuan SDGs terkait kehidupan sehat dan sejahtera, air bersih, sanitasi layak, serta perubahan iklim. Merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari kampus Ulul Albab.
Informasi lebih lanjut seputar UIN Malang dapat diakses melalui https://uin-malang.ac.id/.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
editor: jatmiko





























