MALANG, Tugumalang.id – Musim Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi salah satu pedagang Pasar Takjil Kapi Sraba Malang, Listi Handayani (40). Perempuan yang berjualan aneka kue tradisional dan lauk pauk itu merasa situasi pasar takjil tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Situasi pasar takjil yang lokasinya ada di sepanjang Jalan Kapi Sraba Sawojajar 2 Keduyo, Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu tak seramai tahun sebelumnya.
Pedagang yang akrab disapa Lis itu menyebut kondisi ekonomi saat ini yang cukup sulit dan curah hujan yang cukup tinggi berdampak pada sepinya pengunjung di pasar takjil.
Baca Juga: Daya Tarik Pasar Takjil Sawojajar dan Menu Kuliner yang Wajib Kamu Beli
Kondisi serupa menurutnya juga dirasakan oleh pedagang lain, apalagi Lis berjualan secara grup yang tersebar di beberapa pasar takjil di Kota Malang dan Kabupaten Malang.
Di tempat lain juga mengeluhkan hal yang sama yakni sepinya pembeli dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Agak sepi sih, soalnya ekonomi juga lagi melemah semua. Tidak hanya makanan tetapi semua mengeluh. Ini saya kan ikut grup, semua juga sama-sama menangis,” tutur Lis kepada Tugumalang.id, Rabu (19/3/2025).
Tidak hanya faktor situasi ekonomi saat ini, Lis juga menyebut curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Malang Raya beberapa hari terakhir juga menjadi penyebab sepinya pengunjung.
Baca Juga: 8 Pasar Takjil di Malang, Cocok Buat Ngabuburit Sambil Berburu Kudapan Murah dan Enak
“Apalagi kena musim hujan seperti saat ini, situasinya lebih para. Jauh banget (pengunjung pasar takjil), turun banget tahun ini,” imbuhnya.
Berdasarkan pantauan Tugumalang.id cukup banyak pedagang yang berjualan di Pasar Takjil Kapi Sraba. Mulai dari pedagang aneka macam kue tradisional, lumpia, gorengan, kue pukis, lauk pauk, cireng, bakso, dan aneka minuman segar tetapi kondisinya sepi pembeli.
Terlepas dari pilihan masyarakat yang harus menyesuaikan pengeluaran mereka untuk berbelanja takjil berbuka puasa karena situasi ekonomi saat ini. Faktor cuaca tidak dapat dipungkiri juga berpengaruh, banyak masyarakat yang enggan keluar rumah sehingga berdampak pada sepinya pengunjung di pasar takjil.
Lis berharap di sisa bulan Ramadan ini, situasi Pasar Takjil Kapi Sraba kondisinya bisa lebih baik. Setidaknya pengunjung yang datang ke Pasar Takjil Kapi Sraba lebih banyak dibandingkan beberapa waktu belakangan ini.
“Semoga dalam beberapa hari ke depan, cuaca lebih baik dan orang-orang bisa kembali membeli takjil di pasar. Kami hanya bisa berharap dan bertahan,” tutupnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A
























