Jumat, Agustus 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Pariwisata Kota Batu 2026 di Titik Nadir, PHRI Soroti Daya Beli Melemah

Redaksi by Redaksi
Februari 11, 2026 6:25 pm
in News
Pariwisata Kota Batu

Ilustrasi wisatawan di Kota Batu memanfaatkan waktu akhir pekannya berwisata. Foto: Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Optimisme sektor pariwisata Kota Batu pada tahun 2026 berada di titik nadir. Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, memberikan peringatan keras bahwa industri pariwisata diperkirakan belum sepenuhnya pulih. Daya beli masyarakat disebut terus melemah sejak kebijakan efisiensi anggaran diberlakukan pemerintah pusat.

Menurut Sujud, rencana efisiensi belanja APBN 2026 hingga 15 persen menjadi sinyal bahaya bagi pelaku usaha jasa. Ketika mesin penggerak ekonomi dari pusat melambat, masyarakat kelas menengah hingga kecil otomatis memperketat pengeluaran. Dampaknya pun terasa berantai hingga ke daerah.

READ ALSO

Festival Layang-Layang Meriahkan HUT RI di Kota Malang

Ketua BAKN RI Andreas Dorong Ekosistem UMKM Berbasis Closed-Loop di Kota Batu

Ketua PHRI Kota Batu
Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi. Foto: Azmy

Okupansi Hotel Turun Signifikan

Sujud mengungkapkan, rata-rata okupansi hotel di Kota Batu telah mengalami penurunan sekitar 20 hingga 30 persen secara year over year. Akumulasi kebijakan ekonomi yang ketat membuat masyarakat cenderung mengorbankan kebutuhan tersier, termasuk wisata dan menginap di hotel.

“Kalau bicara optimisme okupansi hotel di tahun ini, saya jawab sangat tidak optimis. Kita bisa lihat dampaknya sudah nyata di 2025. Ketika daya beli melemah, masyarakat akan memilih opsi yang lebih murah,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

“Wisata atau leisure itu kebutuhan tersier, paling tinggi sekunder. Tapi kalau orang makan saja sudah sulit, beli bensin hemat, bagaimana mau memikirkan wisata atau menginap hotel?” imbuhnya.

Baca juga: Promosi Pariwisata Kota Batu di China Lewat Guangzhou International Travel Fair 2025

Pesimisme tersebut tidak hanya bersandar pada data sektor pariwisata. Ia mencontohkan penurunan pembelian mobil yang mencapai sekitar 10 persen, sementara penjualan sepeda motor roda dua justru meningkat.

“Itu sudah jelas terlihat, masyarakat kita sedang berhemat besar-besaran,” ungkapnya.

Pelaku Hotel Bertahan di Tengah Tekanan

Menghadapi situasi tersebut, sejumlah hotel di Kota Batu ikut tertekan. Meski demikian, Sujud menilai para pelaku bisnis perhotelan masih memiliki ketangguhan dan kreativitas untuk bertahan.

Ia berharap industri pariwisata setidaknya mampu menjaga performa di level yang sama dengan tahun 2025, tanpa mengalami penurunan yang lebih dalam.

“Saya tidak bisa bicara terlalu optimis untuk 2026. Harapan kami bisa bertahan dulu. Semoga di 2027 kondisi ekonomi membaik, APBD dan APBN meningkat, sehingga daya beli masyarakat pulih dan pariwisata bisa kembali bangkit,” katanya.

Karyawan Hotel Terancam Efisiensi

Di tengah tekanan ekonomi tersebut, sektor ketenagakerjaan menjadi pihak paling rentan terdampak. Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di saat pendapatan hotel stagnan atau menurun berpotensi memicu efisiensi tenaga kerja.

“Selain pengurangan tenaga kerja, biasanya manajemen hotel menerapkan strategi multi tasking. Misalnya, pekerjaan yang biasa dilakukan lima orang kini harus dikerjakan empat orang. Biaya terus naik, pendapatan tertahan, akhirnya karyawan harus mengerjakan lebih banyak tugas,” jelas Sujud.

Baca juga: Industri Pariwisata Kota Batu Meningkat, tapi PAD Melempem

Ia menilai tantangan saat ini berbeda dengan masa pandemi COVID-19. Saat pandemi, pelaku usaha masih mendapat stimulus pajak dan bantuan pemerintah. Kini, hotel harus berjuang secara mandiri dengan kewajiban membayar gaji sesuai standar UMK serta menanggung biaya operasional normal.

“Kalau strategi banting harga sudah tidak bisa. Setiap hotel punya bottom rate yang harus dijaga agar tidak merugi. Biaya operasional tidak bisa ditekan. Di tengah biaya yang serba naik ini, pemerintah justru memangkas belanja. Ini situasi yang sangat sulit, berbeda dengan masa pandemi,” bebernya.

Karena itu, pelaku wisata di Kota Batu berharap pemerintah dapat kembali mempertimbangkan kebijakan APBN agar perputaran roda ekonomi meningkat dan daya beli masyarakat kembali pulih.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

 

 

Tags: dampak efisiensi anggaran APBNDinas Pariwisata Kota Batuefisiensi anggaran APBNindustri pariwisata kota batupariwisata nasionalPHRI Kota BatuWisata Kota Batu

Related Posts

Festival layang-layang - Festival Layang-Layang Meriahkan HUT RI di Kota Malang
News

Festival Layang-Layang Meriahkan HUT RI di Kota Malang

Jumat, 7 Agu 2026
Ketua BAKN RI Andreas Dorong Ekosistem UMKM Berbasis Closed-Loop di Kota Batu
News

Ketua BAKN RI Andreas Dorong Ekosistem UMKM Berbasis Closed-Loop di Kota Batu

Kamis, 6 Agu 2026
Pekan Olahraga dan Seni Warnai Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Lapas Malang
News

Pekan Olahraga dan Seni Warnai Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Lapas Malang

Kamis, 6 Agu 2026
Disparta Kota Batu Imbau Peserta Pawai Budaya HUT RI Angkat Seni Tradisi Lokal
News

Disparta Kota Batu Imbau Peserta Pawai Budaya HUT RI Angkat Seni Tradisi Lokal

Kamis, 6 Agu 2026
Kementerian PPPA Soroti Tingginya Kekerasan Anak, Pemkab Malang Bentuk Satgas Perlindungan Anak
News

Kementerian PPPA Soroti Tingginya Kekerasan Anak, Pemkab Malang Bentuk Satgas Perlindungan Anak

Kamis, 6 Agu 2026
Kolaborasi Lintas Sektor Kota Batu Merawat Ekosistem Olahraga Lewat Catur Bahagia SIWO PWI Malang Raya
News

Kolaborasi Lintas Sektor Kota Batu Merawat Ekosistem Olahraga Lewat Catur Bahagia SIWO PWI Malang Raya

Kamis, 6 Agu 2026
Next Post
Tabrak Pejalan Kaki di Singosari

Diduga Kurang Konsentrasi, Pengendara Motor Tabrak Pejalan Kaki di Singosari

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.