MALANG, Tugumalang.id – Para Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) dan Wakil Rektor 2 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se Indonesia hadir dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Nasional. Turutu hadir dalam agenda tersebut P2B UIN Malang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8-10 Desember 2025 bertempat di Adia Convention Center, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mengusung tema Transformasi dan Inovasi Unit Bisnis: Membangun Sistem, Strategi, dan Sinergi Menuju Pusat Pengembangan Bisnis yang Unggul dan Mandiri, FGD ini diharapkan dapat memperkuat peran P2B di perguruan tinggi.
Baca Juga: Rektor UIN Malang Terima Penghargaan Visionary Leadership atas Integrasi Kampus dan Pesantren
Kepala P2B UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Dr. Suud Fuadi, S.HI, M.EI hadir dalam kegiatan FGD Nasional tersebut bersama Sekretaris P2B UIN Malang, Dr. Choirul Rozi, S.S, M.Pd.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat peran P2B dalam mendorong kemandirian perguruan tinggi melalui pengembangan unit usaha yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.

Menurut Suud saat ini perguruan tinggi menghadapi tantangan besar dalam menopang kemandirian finansial. Terutama di tengah perubahan ekonomi digital dan tuntutan tata kelola bisnis yang semakin kompleks.
“Transformasi yang dihadapi perguruan tinggi membutuhkan sistem bisnis yang lebih modern, transparan, dan inovatif. Melalui FGD ini, seluruh P2B PTKIN dapat membangun sinergi yang lebih kuat untuk mengoptimalkan potensi unit usaha masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga: Rektor UIN Malang Dukung Kemudahan Transportasi Publik untuk Perkuat Mobilitas Malang Raya
Forum FGD Nasional membahas sistem, strategi, dan sinergi P2B PTKIN yang meliputi peningkatan tata kelola organisasi pusat bisnis universitas, perumusan strategi bisnis jangka panjang, dan pemetaan potensi kolaborasi unit usaha antar-PTKIN.
Kemudian pertukaran praktik terbaik dalam pengelolaan bisnis kampus, serta penyusunan rekomendasi nasional untuk pengembangan P2B tahun 2026.
Forum ini juga menyoroti perlunya inovasi dalam menghadapi kompetisi usaha di lingkungan perguruan tinggi, mulai dari penguatan regulasi, digitalisasi layanan, hingga pengembangan model bisnis berbasis kebutuhan pasar.
Dorong Kemandirian Kampus Berbasis Inovasi
Hasil FGD menekankan bahwa P2B harus mengambil peran strategis sebagai penggerak kemandirian finansial universitas, sekaligus sebagai laboratorium inovasi bisnis di lingkungan PTKIN. Dengan sinergi nasional, unit bisnis kampus dinilai dapat tumbuh lebih cepat dan lebih kompetitif.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui P2B menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas, mengembangkan peluang usaha baru, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kemandirian institusi pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Kegiatan ini dibuka oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A dengan pemukulan gong bersama secara simbolik dan di hari terakhir di tutup oleh Kepala P2B UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Asep Syarifuddin Hidayat.
Acara FGD semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize bagi peserta, yang paling besar doorprizenya yakni Umroh.
Di hari kedua selain peserta FGD juga ada kunjungan unit bisnis yang dimiliki oleh UIN Syarid Hidayatullah Jakarta diantaranya Hotel Aida dan Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























