Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Internasional

Orang Jerman Bangun Museum Budaya Indonesia dan Papua di Jerman

Redaksi by Redaksi
Juli 31, 2021 12:21 pm
in Internasional
Salah satu sudut budaya papua di museum Jerman/tugu malang

Salah satu sudut budaya papua di museum Jerman. (Foto: Instagram @hessentourismus)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Hal tak biasa dilakukan oleh Dr. Werner Weiglein, salah satu peneliti dan antropolog dari Jerman. Dia membangun museum yang khusus memamerkan budaya Indonesia terutama budaya Papua.

Kekayaan kultur dan budaya Indonesia kerap menjadi daya tarik bagi sebagian besar wisatawan asing. Tak sedikit orang asing yang tertarik dengan keberagaman adat yang khas Indonesia.

READ ALSO

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

Dr. Werner Weiglein, seorang antropolog, peneliti, petualang dan pengusaha berkebangsaan Jerman. Berkat kecintaannya pada Indonesia khususnya Papua, ia buktikan dengan membangun area seluas 1 hektar untuk Rumah Budaya Indonesia di Gelnhausen, Jerman.

Bangunan didalamnya mencakup Museum Papua, Hotel Palais, Student House dan Kaffehaus Indonesia.

Area yang berada berkisar 45 kilometer dari Frankfurt tersebut menjadi salah satu representasi kekayaan dan keindahan ornamen khas Indonesia di mata dunia.

Dr. Weiglein mengatakan bahwa dirinya pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1972. Saat itu masih menduduki bangku kuliah. Di tahun 1978, ia kembali mengunjungi Indonesia khususnya ke Irian Jaya dan langsung jatuh cinta dengan nuansanya.

“Setelah mengunjungi Irian Jaya, saya mencoba membuka tour guide untuk 20 negara Eropa ke Wamena sebagai tur pengenalan provinsi Papua. Kemudian di tahun 1995, saya mencoba bekerjasama dengan teman di Bali untuk membangun sebuah resort,” kata dia.

“Lalu kemudian, kami membukanya di tahun 2000, dan syukurnya selama 20 tahun ini menjadi sangat ramai dan banyak orang yang puas dengan asetnya yang luar biasa,” ungkapnya dalam YouTube channel Lucky Saud.

Karena sering bepergian ke Indonesia dan melihat animo masyarakat Eropa yang tinggi akan keunikan budaya Indonesia, di tahun 2013 dia akhirnya mencoba membangun area di Gelnhausen untuk memamerkan lebih dari 600 artefak dan objek yang kental akan budaya Indonesia.

Tidak main-main, Dr. Weiglein sendiri menuturkan bahwa seluruh objek yang dikumpulkan selama ini dibuat langsung dari tangan pertama, dan bukan seperti yang dijual untuk suvenir. Daya tarik inilah yang menjadikan museumnya begitu antik dan otentik dan sering kali mengundang decak kagum orang-orang yang berkunjung ke sana.

“Kedepannya saya berharap bisa banyak bekerjasama dengan pihak Indonesia, seperti contohnya membuka toko suvenir. Kami sudah sangat lama mempromosikan Indonesia dan orang-orang menyukainya. Saya cinta Indonesia,” Tutupnya.

Reporter : Qonita Aulia

Redaktur : Herlianto. A

Tags: budayaindonesiaJermanMuseumpapua

Related Posts

Kucing sebagai mata-mata
Internasional

Acoustic Kitty, Saat CIA Jadikan Kucing sebagai Mata-mata di Era Perang Dingin

Selasa, 7 Apr 2026
Fakta menarik Mojtaba Khamenei
Internasional

Mojtaba Khamenei Resmi Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ini 10 Fakta Menariknya

Senin, 9 Mar 2026
Potret Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (Foto: Pinterest @zahra)
Internasional

Fakta-Fakta Penting Tewasnya Ali Khamenei dalam Serangan Udara di Teheran

Selasa, 3 Mar 2026
Bendera Iran, Amerika, dan Israel (Foto: Dado Ruvic/ Reuters)
Internasional

Dulu Sahabat, Kini Saling Serang: Sejarah Hubungan Iran, Amerika dan Israel

Selasa, 3 Mar 2026
Demonstrasi massa dalam Revolusi Iran 1978–1979 yang menuntut perubahan pemerintahan. (Foto: Pinterest @Eliza Annette)
Internasional

Perjalanan Revolusi Iran 1978–1979 dan Lahirnya Republik Islam

Selasa, 3 Mar 2026
Asap hitam terlihat membumbung di kawasan perkotaan di tengah eskalasi Perang Iran–Israel. (Foto: Mahmud HAMS/ AFP)
Internasional

Fakta Serangan Amerika dan Balasan Iran serta Dampaknya

Selasa, 3 Mar 2026
Next Post
Mie ayam All You Can Eat/tugu malang

All You Can Eat, Konsep Unik Mie Ayam di Jakarta

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.