Rabu, September 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Nasib Manusia Perak di Malang Bertahan Demi Rezeki di Masa Pandemi

Redaksi by Redaksi
Maret 14, 2021 3:38 pm
in Asli Malang
Manusia Perak - Nasib Manusia Perak di Malang Bertahan Demi Rezeki di Masa Pandemi

Silverman in action.(foto: Bayu Eka Novanta).

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG –  Keberadaan manusia dengan sekujur tubuh berlapis cat besi perak metalik ini mulai menghiasi sudut-sudut jalan Kota Malang, mengamen dengan cara yang berbeda. Mulai berlagak manusia patung hingga bergerak-gerak ala pantomim dengan kardus kecil di tangannya.

”Kami sadar kok kalau keberadaan kami di jalan jadi Manusia Perak ini salah, mungkin juga mengganggu. Tapi ya gimana lagi? Gak ada pilihan lagi,” ujar salah satu anggota Silverman alias Manusia Perak di Malang, Erik Nur Harianto (29).

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Mengamen dengan cara ‘eksentrik’ ini sebenarnya sudah lazim terlihat di kota-kota besar lain seperti Bandung, Semarang atau Jakarta. Reporter Tugu Malang berkesempatan untuk berbincang dengan para seniman jalanan ini, Minggu (14/3/2021).

Tubuhnya memang mengkilat, tapi tidak nasibnya. Erik Nur Harianto (29), adalah warga Kota Malang yang mengawali eksistensi Silverman di Malang. Dulunya, Erik adalah supir travel. Gara-gara pandemi, iklim pariwisata mati. Begitu juga penghasilannya.

Dalam aksi seni jalanannya itu, Erik tak sendiri. Dia juga bersama Erpan Nuripandi (22) yang dulunya adalah kernet angkot yang kini peminatnya juga surut. Ada juga, Riyanto (48) yang dulunya sehari-hari mengandalkan upah jadi tukang bangunan.

Ketiganya bisa dibilang adalah Silverman pertama di Malang. Keterdesakan ekonomi-lah yang membuat mereka rela tubuhnya dicat besi dan menjejak aspal tanpa alas kaki setiap hari.

Pekerjaan ini sudah dilakoni mereka sejak Agustus 2019 silam. Seiring waktu, anggotanya bertambah jadi 11 orang. Semua tergerak dari latar belakang yang sama, kehilangan pekerjaan.

”Sampai ada driver gojek, sepedanya rusak gak bisa narik lagi. Akhirnya minta izin ke kita buat ikut turun jadi Silverman. Ada yang awalnya tukang jahit juga sampai jual asongan,” paparnya.

Menghirup Merkuri Demi Sesuap Nasi

Mengamen dengan cara ini bukannya tanpa risiko. Kandungan logam dan kimia berbahaya pada cat besi yang mereka gunakan bisa saja mengancam kesehatan paru dan kulitnya. Tapi, keterdesakan ekonomi sekali lagi, kata Erik, aspek kesehatan bisa dinomorduakan dulilveru.

Di sisi lain, mereka masih harus bermain petak umpet dengan aparat. Kata Erik, mereka sadar keberadaan mereka di jalan itu salah secara aturan. Mungkin juga, sebagian pengguna jalan juga menilai keberadaan Silverman di jalan itu menganggu.

Erik berharap, aparat berwajib bisa memberi sedikit peluang kepada mereka untuk mengais rezeki. Bagaimanapun, kata Erik, mereka juga tidak ingin selamanya menjadi Manusia Perak dengan berbagai ancaman kesehatan dan aturan hukum.

”Saya harap Pak Satpol PP mohon maklum. Toh ini juga sementara, kita juga gak ingin begini terus. Kalau ada pekerjaan juga pasti berhenti,” harapnya.

Sisihkan Hasil Ngamen untuk Yatim Piatu dan Janda Tua Sebatang Kara

Meski cara mereka mencari penghasilan tak diakui negara, Silverman Malang tak ambil pusing. Mereka justru termotivasi untuk menghapus stigma negatif tentang keberadaannya. Selain mengamen, mereka ternyata punya jadwal bakti sosial tiap 2 minggu sekali.

Ya, mereka rupanya menyisihkan hasil ngamen tiap harinya untuk diserahkan lagi pada orang yang lebih membutuhkan. ”Tiap 2 minggu sekali, kami berikan sebagian hasilnya ke panti asuhan, atau janda-janda tua yang sudah hidup sebatang kara,” kisah Erik.

Itulah kenapa sejak awal menjadi Silverman juga menanamkan diri untuk berhimpun, membangun sebuah komunitas. Tujuannya, agar citra Silverman yang terbangun tidak melulu hal-hal negatif seperti tukang minta-minta atau bahkan tukang palak.

Dengan menjadi komunitas, keberadaan Silverman bisa terkoordinir sehingga bisa meminimalisir hal-hal tak diinginkan yang merugikan warga Kota Malang. Bahkan, Erik juga berekspektasi Silverman bisa diwadahi untuk menjadi pekerja seni jalanan.

”Lebih baik lagi jika dikasi 1 tempat gitu biar gak kececeran di jalan, di lampu merah. Di Kayutangan itu kan bagus ya, katanya mau jadi kayak Malioboro,” ujarnya mengusulkan.

”Otomatis nanti kan kita juga nanti ada pertunjukan seninya, gak asal-asalan. Jadi bisa buat tontonan dan hiburan orang lewat disana,” imbuhnya.

Tags: manusia perakmanusia silver

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
kampung wisata - 6 Kampung Wisata Terancam Bubar Jalan

6 Kampung Wisata Terancam Bubar Jalan

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.