Minggu, September 27, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Musim Kemarau Ancam Gagal Panen, Petani Cabai Disarankan Siapkan Irigasi Drip

M Ulul Azmy by M Ulul Azmy
September 27, 2026 4:56 pm
in News
Musim Kemarau Ancam Gagal Panen, Petani Cabai Disarankan Siapkan Irigasi Drip

Ilustrasi gagal panen di musim kemarau. Foto: Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kota Batu, Tugumalang.id – Ancaman gagal panen membayangi petani cabai di tengah musim kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Keterbatasan air dapat menurunkan produktivitas tanaman, bahkan membuat tanaman gagal tumbuh dan berdampak pada berkurangnya pasokan cabai di pasaran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam konferensi pers pada 22 September lalu menyampaikan musim hujan tahun ini datang lebih lambat. Puncak musim hujan diperkirakan bervariasi di sejumlah wilayah Indonesia, mulai Desember 2026 hingga Februari 2027.

READ ALSO

Perpustakaan PPATK Buka Akses untuk Umum, Punya 5.600 Judul Buku Pencucian Uang

Alun-Alun Kepanjen di Stadion Kanjuruhan Masih Dikaji, Ini Pertimbangannya

Kondisi tersebut membuat petani hortikultura, khususnya cabai, perlu menyiapkan langkah mitigasi agar tanaman tetap bertahan di tengah keterbatasan air.

Baca juga: 7 Tanaman Pekarangan yang Dapat Dibudidayakan saat Musim Kemarau

Menanggapi kondisi tersebut, Akademisi Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ir. Ary Bakhtiar, SP., M.Si., IPM., ASEAN Eng., mengatakan salah satu mitigasi yang dapat dilakukan petani adalah menggunakan sistem irigasi drip atau irigasi tetes. Sistem tersebut memungkinkan pemberian air dan nutrisi langsung ke area perakaran tanaman secara lebih terukur.

“Cabai itu tipikalnya tidak suka terlalu banyak air, tetapi kalau kurang air juga akan mati. Karena itu, irigasi drip bisa menjadi salah satu solusi agar tanaman tetap mendapatkan air dan nutrisi,” jelasnya.

Menurut Ary, penerapan irigasi drip membutuhkan investasi awal sekitar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta untuk pemasangan selang dan pipa. Meski membutuhkan tambahan biaya, sistem tersebut dapat membantu petani mengatur penggunaan air secara lebih efisien selama musim kering.

Pria yang juga petani cabai di Banyuwangi itu mengaku telah menerapkan sistem irigasi tersebut sebagai salah satu langkah mitigasi. Ia juga mendorong petani menyiapkan sumber air alternatif, seperti sumur dan pompanisasi, sehingga tidak hanya bergantung pada irigasi persawahan.

“Kalau sudah terlanjur tanam, instalasi drip adalah solusinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi air yang masuk. Perawatannya juga tetap dilakukan, minimal dua hari sekali, seperti pemberian perangsang bunga, insektisida, dan nutrisi,” katanya.

Di sisi lain, kenaikan harga cabai menurutnya berkaitan dengan berkurangnya produktivitas selama musim kering. Per 23 September, harga cabai rawit varietas ori kecil di tingkat petani berada di kisaran Rp58 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar sekitar Rp16 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan, harga di tingkat konsumen dapat lebih tinggi karena adanya margin pada setiap rantai distribusi. Harga cabai rawit di tingkat konsumen diperkirakan berada pada kisaran Rp80–90 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah besar sekitar Rp30–42 ribu.

Baca juga: Musim Kemarau Tiba, BPBD Kota Batu Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Hutan

Bagi petani yang belum mulai menanam, Ary menyarankan untuk tidak terburu-buru melakukan budidaya. Menurutnya, kondisi cuaca perlu dipantau terlebih dahulu sambil mempersiapkan sumber air dan kebutuhan mitigasi lainnya.

“Mitigasi yang diperlukan petani hortikultura, khususnya cabai, adalah menyiapkan alternatif sumber air dari sumur. Kedua, bisa melakukan tunda tanam. Mengingat intensitas panas saat ini, jika dipaksakan menanam bisa berujung pada tingginya angka gagal tanam,” ujarnya.

Ia menegaskan, tunda tanam bukan berarti menghentikan budidaya, melainkan menunggu kondisi cuaca yang lebih mendukung. Petani dapat melakukan wait and see hingga hujan mulai turun, misalnya sekitar pertengahan November.

“Kalau masih belum nanam, wait and see dulu terhadap cuaca. Sambil menunggu, petani bisa mempersiapkan mitigasinya, terutama sumber air dan sistem irigasi, sehingga ketika kondisi sudah memungkinkan tanaman bisa segera ditanam,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

redaktur: jatmiko

Tags: Banyuwangigagal panenharga cabaihortikulturairigasi dripirigasi tetesmusim kemarau 2026petani cabaiummUniversitas Muhammadiyah Malang

Related Posts

Perpustakaan PPATK Buka Akses untuk Umum, Punya 5.600 Judul Buku Pencucian Uang
News

Perpustakaan PPATK Buka Akses untuk Umum, Punya 5.600 Judul Buku Pencucian Uang

Minggu, 27 Sep 2026
Alun-Alun Kepanjen di Stadion Kanjuruhan Masih Dikaji, Ini Pertimbangannya
News

Alun-Alun Kepanjen di Stadion Kanjuruhan Masih Dikaji, Ini Pertimbangannya

Sabtu, 26 Sep 2026
Profil Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Wafat di Usia 73 Tahun
News

Profil Guruh Soekarnoputra, Putra Bungsu Soekarno yang Wafat di Usia 73 Tahun

Sabtu, 26 Sep 2026
80 Pembudidaya Ikan Bendungan Sutami Direlokasi Terdampak PLTS
News

80 Pembudidaya Ikan Bendungan Sutami Direlokasi Terdampak PLTS

Sabtu, 26 Sep 2026
7 Videotron Pemkab Malang Didorong Jadi Sumber PAD
News

7 Videotron Pemkab Malang Didorong Jadi Sumber PAD

Sabtu, 26 Sep 2026
UB dan BRIN Soroti Ancaman Krisis Air DAS Brantas di Malang Raya
News

UB dan BRIN Soroti Ancaman Krisis Air DAS Brantas di Malang Raya

Jumat, 25 Sep 2026
Next Post
106 Sertifikat PTSL Dibagikan ke Warga Desa Bulukerto Kota Batu

106 Sertifikat PTSL Dibagikan ke Warga Desa Bulukerto Kota Batu

BERITA POPULER

  • 7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.