Senin, Agustus 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Mobil Mati di Tengah Rel Kereta Api, Begini Solusinya

Redaksi by Redaksi
Mei 9, 2022 8:00 pm
in Tips
mobil mati

Kecelakaan mobil dengan kereta api pengangkut BBM yang pernah terjadi di Kota Malang. Foto: M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menerobos dan matinya mesin mobil di tengah rel kereta api kerap kali menjadi penyebab kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Lantas apa penyebab mobil itu mati?

Pakar Mesin Bidang Automotif Universitas Negeri Malang (UM), Dr Muchammad Harly ST MT menjelaskan bahwa kendaraan bermotor yang sering mati di tengah perlintasan kereta api adalah kendaraan bermesin sistem manual. Sementara kendaraan bermesin sistem matic hampir tak pernah ditemui.

READ ALSO

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

“Sebetulnya mobil itu mati bukan karena kereta api yang mau melintas. Tapi mati karena pengemudinya grogi atau gugup. Sehingga yang mustinya ngegas justru ngerem, sementara koplingnya dilepas. Sehingga membuat mesin mati,” jelasnya.

Dia menjelaskan, mesin kendaraan ketika mati karena kesalahan transmisi maka suplai bahan bakar dan udara dalam sistem pembakaran akan terganggu, sehingga memerlukan waktu untuk menormalkan kondisi dalam sistem pembakaran mesin itu. Untuk itu, sistem starter juga memerlukan waktu sekitar 10-20 detik untuk bisa menghidupkan kembali mesin tersebut.

Dia juga menjelaskan bahwa elektro statis maupun elektro magnetik yang ditimbulkan roda kereta api dan rel tak bisa mempengaruhi kinerja mesin kendaraan. Sebab, tegangan kabel busi dalam sistem mesin kendaraan bermotor bisa mencapai 10-60 ribu volt yang mampu menghasilkan elektro magnetik yang jauh lebih besar dari pada gaya yang ditimbulkan roda kereta api dan rel.

“Roda mobilkan bahannya karet yang merupakan isolator yang sangat bagus. Jadi elektro statis juga tidak mungkin mengalir lewat ban mobil. Kalau elektro magnetik yang timbul dari gesekan antara roda kereta api dengan rel itu hanya sekian tesla, tidak mungkin mempengaruhi Electronic Control Unit (ECU) yang ada di mesin kendaraan,” jelasnya.

Menurutnya, jika gaya elektro statis maupun elektro magnetik yang timbul dari gesekan roda kereta dengan rel bisa mempengaruhi kinerja mesin kendaraan yang hendak menyeberang rel, tentu hal itu juga bisa mempengaruhi kinerja mesin kereta api itu sendiri. Sementara sejauh ini, sistem mesin kereta api bisa bekerja secara normal di atas rel juga.

“Kemagnetan atau elektro statis memang ada, tapi kecil sekali, hanya beberapa tesla, gak sampai 15 tesla. Dan itu ilmuan gak pernah ngukur karena gak penting itu, karena memang kecil. Mungkin pernah ada yang ngukur tapi gak ada, jadi penelitiannya tak dilanjutkan,” jelasnya.

Sehingga dia menyimpulkan bahwa matinya mesin di tengah rel kereta api merupakan faktor manusia. Di mana orang yang dengan sadar kereta api akan melintas kemudian dia menerobos tentu akan memicu perasaan cemas. Hal itulah yang kemudian membuatnya gugup ketika kereta api ternyata mulai mendekat hingga memecah konsentrasinya dalam mengemudikan atau mengontrol kendaraannya dan mengalami mesin mati.

Terlebih menurutnya, jalan di perlintasan rel kereta api kebanyakan posisinya lebih tinggi dari pada jalan beraspal pada umumnya, sehingga hal itu semakin mempersulit pengemudi untuk menjauhkan kendaraannya dari rel kereta api ketika mesin mati.

“Coba jalan di perlintasan rel kereta api dibuat agak miring atau menurun. Tentu meskipun pengemudinya tak bisa mengendalikan kendaraannya, mobil bisa jalan (menggelinding),” ucapnya.

Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan dan korban, kata dia, pihak berwenang harus benar-benar memperkuat kinerja rambu lalu lintas berupa sirine early warning system di perlintasan kereta api, sehingga pengendara tak ada yang berani menerobos ketika sirine berbunyi.

Kemudian dia juga memberikan saran agar pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus mobil untuk dilakukan tes bagaimana cara menyelamatkan diri ketika dalam kondisi darurat di dalam mobil. Misalnya ketika terjebak mesin mati di tengah rel kereta api maupun ketika mobil kebakaran.

“Jadi harus adalah latihan bagaimana keluar mobil dalam waktu sekian detik. Jadi kami di akademisi juga memberikan masukan bagaimana keluar mobil yang cepat ketika darurat. Jadi gak hanya punya SIM, tapi juga diperlukan juga keahlian menghadapi kondisi kritis,” jelasnya.

Selain itu, dia juga berpesan kepada pengendara mobil untuk berlatih sampai fasih cara menstarter mesin dalam posisi transmisi 1 dan kompling diinjak. Hal itu bisa mengantisipasi kecelakaan ketika mesin mati di tengah rel kereta api.

Reporter: M Sholeh

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Headlinelebaranmobilmobil matirel kereta api

Related Posts

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos
Tips

5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos

Rabu, 5 Agu 2026
Serat Aus dan Warna Pudar, Ini Dampak Terlalu Sering Mencuci Pakaian
Tips

Serat Aus dan Warna Pudar, Ini Dampak Terlalu Sering Mencuci Pakaian

Minggu, 2 Agu 2026
Next Post
halalbihalal smkn 1 turen

Satukan Tangan Satukan Hati di Halalbihalal SMKN 1 Turen

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.