Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Misteri Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan, RSSA Malang Sebut Ada Rahasia Jabatan Dokter

Redaksi by Redaksi
November 1, 2022 6:02 pm
in Peristiwa
Lembaran foto foto jenazah korban Tragedi Kanjuruhan. Foto/M Sholeh

Lembaran foto foto jenazah korban Tragedi Kanjuruhan. Foto/M Sholeh

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Penyebab pasti kematian korban Tragedi Kanjuruhan masih menjadi misteri. Keluarga korban juga mengeluhkan tidak mendapatkan informasi pasti terkait penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan yang ditangani RSSA Malang.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan Medik dan Perawatan RSSA Malang, dr Syaifullah Asmiragani mengatakan bahwa harusnya keluarga korban diberitahu penyebab kematian itu.

READ ALSO

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

“Ada harusnya, setiap pasien yang meninggal di sini, kami memberikan surat kematian dan sebab kematian (kepada keluarga jenazah),” ucapnya, Selasa (1/11/2022).

Spesialis Anestesi RSSA Malang, dr Wiwi Jaya menambahkan bahwa setiap pasien yang meninggal karena sebab apapun harus diberikan surat kematian. Surat itu akan digunakan mengurus jenazah dari tempat perawatan ke kamar jenazah.

Pihak kamar jenazah akan menggunakan surat itu untuk memandikan dan proses pemulangan ke rumah duka. Dalam surat kematian itu tertera kapan jenazah meninggal, identitas hingga lokasi perawatan terakhir.

“Kalau penyebab kematian, bukan di surat itu. Tetapi ada pada Status Pasien yang itu adalah rahasia medis yang hanya boleh diketahui keluarga pasien,” jelasnya.

“Status itu adalah arsip rumah sakit yang disimpan di rumah sakit. Ada, tapi tidak semua orang bisa lihat. Karena itu berkaitan dengan rahasia jabatan,” imbuhnya.

Dia mengatakan bahwa pihak yang boleh mengetahui data Status Pasien terkait penyebab pasti kematian tersebut hanya lah keluarga korban dan dokter yang merawat.

“Karena memang berkaitan dengan rahasia jabatan, kode etik dan aspek medikolegal. Karena hal-hal itu sensitif,” ucapnya.

Korban Menghitam Kebiruan

Sebelumnya, Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania, Anjar Nawan Yusky menyebutkan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tidak diberitahu soal penyebab kematian itu.

Padahal menurutnya, kondisi korban meninggal dalam Tragedi Kanjuruhan mayoritas menghitam kebiruan mulai dada hingga kepala dan mengeluarkan busa hingga darah dari hidung. Sebagian korban meninggal tidak terdapat luka sama sekali dan sebagian patah tulang rusuk, kaki, tangan hingga luka lecet.

“Tapi kondisi umum korban meninggal yang ciri cirinya sama itu membiru dan menghitam mulai dada ke atas dan keluar busa dan darah. Rata rata ceritanya seperti itu dari keluarga yang memandikan jenazah,” kata Anjar, Minggu (30/10/2022).

Anjar mengatakan bahwa keterangan medis yang diterima pihak keluarga korban terkait penyebab kondisi kebiruan pada wajah korban meninggal sama sekali belum terjawab. Bahkan kondisi kebiruan itu masih menjadi misteri dan pertanyaan di benak keluarga korban hingga saat ini.

“Kalau misalkan dibilang infeksi paru-paru, infeksi itu karena apa. Keluarga korban sebenarnya sangat ingin tau penyebab kematian sebenarnya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Anjar mengatakan bahwa informasi medis terkesan sangat terbatas. Hanya resum medis terkait patah tulang saja yang diinformasikan secara gamblang. Meski begitu, hampir semua pihak keluarga korban tidak diberikan salinan resum medis itu terkait tindakan apa saja dan diagnosa penyakit yang diderita korban.

“Kalau kita lihat di UU Kesehatan hingga UU tentang Kedokteran, setiap tindakan medis, pasien itu kan berhak tahu resum medis dengan atau tanpa diminta,” ungkapnya.

Dia juga mengaku heran dengan RSSA Malang yang merupakan rumah sakit rujukan ternama di Jawa Timur itu terkesan menutup-nutupi penyebab kematian korban Tragedi Kanjuruhan.

Menurutnya, dokter yang sudah disumpah jabatan harusnya memiliki tanggungjawab secara hukum maupun moral untuk menyampaikan atas apa yang terjadi sebenarnya pada pasien yang di tangani.

“Tapi kenapa harus terkesan ditutup-tutupi. Kenapa kok kesannya berhati-hati, tidak mempersulit, tapi mereka cukup berhati-hati,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A

Tags: korbanRSSA Malangtragedi kanjuruhan

Related Posts

Proses evakuasi kakek yang ditemukan tewas di sumur. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Peristiwa

Hilang Saat Cari Rumput, Kakek di Wagir Ditemukan Meninggal di Sumur

Rabu, 27 Mei 2026
Lokasi terjadinya kecelakaan di Sumbermanjing Wetan. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Pelajar SMP di Sumbermanjing Wetan Tewas Usai Serempetan dengan Truk

Selasa, 26 Mei 2026
Kondisi rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan diduga petasan. Foto: Polsek Singosari
Peristiwa

Ledakan Diduga Petasan di Singosari Malang Sebabkan 1 Rumah Rusak Parah dan 6 Orang Luka-luka

Selasa, 26 Mei 2026
Petugas melakukan olah TKP di lokasi ditemukannya bayi. Foto: Polres Malang
Peristiwa

Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Tepi Jalan Karangploso Malang

Kamis, 21 Mei 2026
Pohon Tumbang
Peristiwa

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Malang-Kepanjen

Rabu, 20 Mei 2026
Lansia Tertabrak Motor
Peristiwa

Lansia di Kota Batu Meninggal Dunia Setelah Tertabrak Motor Saat Menyeberang Jalan

Rabu, 20 Mei 2026
Next Post
Syal syal suporter yang digantung di jembatan penyeberangan Jalan A Yani, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Tak Akan Nribun, Sejumlah Aremania Mulai Ikutan Gantung Syal dan Buang Jersey Klub

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.