Rabu, Agustus 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Misteri Keraton Gunung Kawi, Miliki Pohon yang Dipercaya Bisa Bikin Kaya

Redaksi by Redaksi
Januari 6, 2023 9:31 am
in Asli Malang
2 pohon besar yang berada di sebelum pintu masuk Kraton Gunung Kawi.

2 pohon besar yang berada di sebelum pintu masuk Kraton Gunung Kawi. Foto/Ridwan Hidayat

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Gunung Kawi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki beragam kisah mistis yang ramai diperbincangkan masyarakat. Salah satunya Keraton Gunung Kawi yang menurut banyak orang sebagai tempat pesugihan.

Konon, banyak orang datang ke sini termasuk para pengusaha hanya untuk mendapatkan berkah kekayaan. Tetapi benarkah itu bisa membuat kaya, bukankah Keraton Gunung Kawi hanya sebatas kompleks makam?

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Tim Tugumalang.id, pada Rabu 4 Januari 2023, melakukan penelusuran ke Gunung Kawi untuk membuktikan kebenaran rumor yang telah terlanjur beredar luas tersebut.

Suasana Kraton

Keraton Gunung Kawi terletak di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya berjarak sekitar 20 kilometer dari Malang. Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dengan motor atau mobil.

Gerbang masuk ke area komplek Kraton Gunung Kawi dan 3 orang penjaganya. Foto/Ridwan Hidayat

Ketika sampai di gerbang Keraton Gunung Kawi, aura sepi dan mistis terasa sangat kental. Pohon – pohon besar berselimutkan kain hitam dengan corak kotak-kotak putih ada di sekelilingnya. Itu tentu saja menambah kesan suasana tempat yang sangat keramat.

Baca Juga: Cerita Horor Jembatan Sulfat Kota Malang, Pantulan Lampu Dikira Pocong

Setelah memasuki area keraton, kesan mistis dan keramat semakin nyata. Di sana-sini ada banyak sekali sesajen di area keraton itu. Ini menunjukkan bahwa tempat ini sering digunakan sebagai tempat pemujaan oleh warga yang mempercayainya.

Jika seseorang pertama kali memasuki area ini, pasti merasa sedikit takut. Pasalnya, suasana keraton sangat hening nan keramat. Itu akan membuat siapa pun yang memandangi setiap ornamen di sekitarnya merasa tak nyaman.

Kraton Gunung Kawi Tempat Ibadah

Saat tim Tugumalang tiba di lokasi ditemui seorang penjaga keraton bernama Kadir. Saat ditanya soal pesugihan. Dia mengatakan bahwa pesugihan yang ada di keraton itu tidak benar.

Area komplek wisata spiritual Kraton Gunung Kawi. Foto/Ridwan Hidayat

“Di sini itu tempat ibadah, tempat berdoa, bisa disebut tempat ini hanya perantara saja untuk memperlancar tujuan dengan Allah,” jelas Kadir sebagai penjaga Kraton.

Menurut keterangan Kadir, seseorang yang ingin usahanya sukses dan diberikan kelancaran atau pun tujuan yang lain, biasanya berdoa di salah satu tempat yang bernama makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati.

Baca Juga: Hotel Niagara Malang Viral, Bikin Pasangan Kabur Setelah 15 Menit Check In

“Jadi bukan pesugihan, ini tempatnya Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati. Biasanya orang berdoa meminta kelancaran dan kesuksesan di sini sebagai perantaranya,” papar sosok berusia 55 tahun itu.

Menurutnya, ketika peziarah datang dan berdoa di makam tersebut, sesaat sesudah selesai mereka dibawakan sebuah barang dari keraton. Barang itu konon katanya digunakan sebagai tanda atau syarat untuk dibawa pulang.

Menurut pengakuan Kadir, peziarah tersebut akan kembali ke keraton sebagai bentuk terima kasih jika apa yang diminta terkabulkan.

“Setelah dari sini nanti dikasih syarat atau barang untuk dibawa pulang. Doanya diterima jika benar-benar ikhlas dari hati,” katanya.

Jadi mengenai tempat tersebut sebagai pesugihan atau bukan, kembali ke niat pribadi masing-masing peziarah yang datang ke tempat itu, apakah berdoa untuk menghormati leluhur atau meminta sesuatu terhadap yang dinilai dapat menyekutukan tuhan.

Tentang Gangguan Suara Aneh

Kadir sendiri telah menjaga Keraton Gunung Kawi sejak tahun 1964. Selama di tempat tersebut, dia juga mengaku sering mendapat gangguan seperti suara-suara yang mencurigakan.

Pohon yang berselimutkan kain bercorak kotak hitam dan putih tersebut merupakan Pohon Dewandaru.
Pohon yang berselimutkan kain bercorak kotak hitam dan putih tersebut merupakan Pohon Dewandaru. Foto/Ridwan Hidayat

“Wah sudah sering saya, banyak suara-suara aneh yang saya dengar dari tahun 1964. Jadi saya sudah terbiasa,” terang pria yang bermukim di desa sekitar kraton tersebut.

Selain Kadir, seorang penjaga warung setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, turut memberikan kejadian mistis yang pernah terjadi di Keraton Gunung Kawi.

Baca Juga: Cerita Horor Jembatan Sulfat Kota Malang, Pantulan Lampu Dikira Pocong

“Dulu ada, kru TV yang liputan, dia kesurupan,” kata wanita penjaga warung di sekitar keraton itu.

Namun, kini tak banyak kejadian janggal atau mistis yang bisa diceritakan. Karena menurut penjaga dan warga sekitar, hal semacam itu sudah menjadi bagian dari keraton itu sendiri dan mereka telah terbiasa.

Dua Makam untuk Ziarah

Menurut Kadir, Keraton Gunung Kawi sudah ada sejak zaman Prabu Kamesywara 1 sekitar 1115 M. Di situ ada dua makam yang sering diziarahi yaitu Makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati.

Makam Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati. Foto/Ridwan Hidayat

Makam itu, kata dia, sebenarnya bukan makam tempat keduanya meninggal. Namun di lokasi makam itulah kedua tokoh yang berasal dari keturunan Kejawen Kediri itu melakukan mukso.

Mukso merupakan istilah untuk seseorang yang bertapa di suatu tempat hingga hilang bersama raga atau fisiknya. Artinya tempat itu bukan makam seperti biasa namun tempat di mana Eyang Tunggul Manik dan Eyang Tunggul Wati melakukan mukso dan hilang hingga sekarang.

Klenik Pohon Dewandaru

Di dalam komplek keraton terdapat satu pohon bernama Pohon Dewandaru. Pohon ini yang sering dikeramatkan oleh orang-orang. Konon katanya jika bertapa di bawah pohon itu hingga kejatuhan buah, daun, atau benda lain kemudian dibawa pulang, maka akan mendapatkan keistimewaan tertentu termasuk bisa kaya.

Namun tak semudah itu, lamanya menunggu kejatuhan benda tersebut tak sebentar. Bahkan ada yang bertapa hingga berbulan-bulan. Itu tergantung pada niat dan keikhlasan batin seseorang tersebut.

Lima Tempat Ibadah

Terlepas dari hal-hal mistik di Gunung Kawi, ada yang menarik yaitu pluralisme di sana. Di dalam area keraton terdapat lima tempat ibadah dari agama yang berbeda yaitu masjid, gereja, klenteng, wihara, dan pura.

Melihat dari sisi lain, tampaknya Keraton Gunung Kawi dapat dijadikan contoh keharmonisan kehidupan dalam sebuah perbedaan. Keharmonisan itu hidup berdampingan dengan damai dan tenang.

Pengelola Kraton Gunung Kawi

Keraton Gunung Kawi dikelola oleh pihak Perhutani dan warga sekitar sebagai pengawasan. Menurut informasi yang diberikan Kadir, bangunan – bangunan yang ada di keraton merupakan hasil sumbangan atau donasi dari para peziarah yang pernah beribadah di tempat itu.

“Bangunan di sini ya semua dananya dari peziarah yang memberikan sumbangan sekaligus untuk perawatan tempat ini. Ya bisa dikatakan sebagai bentuk terima kasih mereka,” ujar Kadir.

Dari banyaknya pengalaman peziarah yang mengaku berhasil setelah datang ke keraton, menurut Kadir, peziarah ramai pada hari tertentu saja yaitu Selasa Kliwon, Jumat Kliwon, atau Jumat Legi.

Kata Kadir, pengunjung terjauh yang pernah datang ke Keraton Gunung Kawi adalah dari luar provinsi Jawa Timur bahkan luar negeri.

“Wah banyak (yang datang), ada dari Jakarta bahkan negara Malaysia juga,” tandasnya.

Biaya masuk di keraton sebesar Rp15 ribu per kendaraan dan sudah termasuk biaya parkir.

Penulis: Ardia Anwar

Editor: Herlianto. A

Tags: gunung kawikabupaten malangKeraton Gunung KawiMisteri Gunung Kawipesugihan gunung kawi

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Nur Diana SE MSi, Dekan FEB Unisma, saat memberikan sambutan.

FEB Unisma Hadirkan Praktisi Bank Mandiri Dalam Program Etika Pengembangan Diri

BERITA POPULER

  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.