MALANG, Tugumalang.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang memberikan bantuan satu unit mesin kebi atau rice fine polisher kepada Asosiasi Amarta Padi di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas beras produksi petani di Kabupaten Malang.
Mesin kebi berfungsi memoles beras agar tampil lebih putih, bersih, dan berkilau. Dengan tampilan yang lebih baik, nilai jual beras meningkat sehingga diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan petani padi setempat.
Tanpa proses pemolesan, beras produksi petani yang tergabung dalam asosiasi tersebut masih berada pada kategori medium. Setelah dipoles menggunakan mesin kebi, kualitas beras meningkat dan dapat naik kelas menjadi beras premium.
“Mesin ini bisa meningkatkan nilai produktivitas dan pendapatan petani,” ujar Bupati Malang, Sanusi, usai meninjau langsung proses pemolesan beras, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: HKTI Kabupaten Malang Uji Varietas Padi Organik Baru, Produktivitas Tembus 12 Ton per Hektare
Pasar Beras Premium Semakin Terbuka
Sanusi menyampaikan, beras hasil pemolesan mesin kebi telah memiliki pasar yang jelas. Penyerapan dilakukan oleh Perum Bulog, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tersebar di Kabupaten Malang.
“Apabila ada lebihan atau surplus, maka akan dijual ke konsumen di luar kota,” kata Sanusi.
Ketua Asosiasi Amarta Padi, Lyon Suyono, menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Bulog terkait pasokan beras dari hasil pemolesan mesin kebi. Sebelumnya, beras dijual dengan harga Rp11.500 per kilogram. Kini, setelah kualitas meningkat, beras dapat dipasarkan dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900.
“Seharusnya beras kami sudah memenuhi syarat untuk dijual sebagai beras premium,” ujar Lyon.
Baca juga: Waspada Beras Oplosan, DKP Kabupaten Malang Imbau Warga Beli Beras Lokal dari Gapoktan
Mesin Kebi Layani Puluhan Ton Beras Petani
Mesin kebi tersebut melayani pemolesan beras dari 10 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang berada di bawah naungan Asosiasi Amarta Padi. Mesin beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 dan mampu memoles hingga 10 ton beras per hari.
“Kami mengkondisikan agar beras selalu fresh. Stok memang ada, tapi tidak banyak,” kata Lyon.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Febrina, menjelaskan bahwa bantuan mesin kebi merupakan bagian dari program pengembangan ketahanan pangan. Ia menyebut BI juga menaruh perhatian pada isu oplosan beras premium yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
“Di samping itu, kami mendukung program pemerintah untuk swasembada beras,” ujarnya.
Baca juga: Menjelajahi Wisata Pantai Malang: Eksotis dan Wajib Dikunjungi di Donomulyo
Bantuan tersebut diberikan kepada Asosiasi Amarta Padi atas rekomendasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), petani di Kabupaten Malang menyumbang sekitar 27 persen kebutuhan beras di Jawa Timur.
“Tak hanya beras, produk turunan seperti bekatul juga bisa dimanfaatkan. Kualitas pengolahannya menjadi lebih baik,” kata Febrina.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko





























