Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sastra & Budaya

Merawat Pemikiran Bung Karno Lewat Naskah Tonil Berjudul Chungking Jakarta

Pertama Kali Naskah Tonil Bung Karno akan Dipentaskan di Malang

Redaksi by Redaksi
Agustus 25, 2022 7:04 pm
in Sastra & Budaya
bung karno

Doni Kus Indarto, sutradara pementasan sandiwara tonil naskah Chungking Jakarta karya Bung Karno pada 30 Agustus 2022 mendatang. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Perbincangan tentang kiprah Ir Soekarno atau Bung Karno memang tak ada habisnya. Selain urusan politik dan kenegaraan, siapa sangka The Founding Father itu juga handal dalam bidang seni, mulai seni rupa, seni musik, bahkan seni peran atau teater sekalipun.

Keahlian dalam bidang seni pertunjukan teater inilah yang jarang mendapat sorotan. Bung Karno sendiri tercatat sudah memproduksi 17 naskah sandiwara tonil selama masa pengasingannya di Ende (1934-1938) dan Bengkulu (1938-1942).

READ ALSO

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella

Tak hanya menulis, Bung Karno, juga istri keduanya, Inggit Garnasih terlibat langsung dalam pementasan tonilnya sebagai produser, sutradara, hingga piawai bermain sebagai aktor. Lewat pertunjukan teater ini pula Bung Karno menggunakannya sebagai media perjuangan.

bung karno
Diskusi Budaya membincang Kiprah Bung Karno dalam dunia sastra dan teater modern yang digelar DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Malang, pada Rabu (24/8/2022) malam kemarin. Foto: Ulul Azmy

Kiprah Bung Karno dalam dunia sastra dan teater modern itulah yang menjadi bahasan utama dalam Diskusi Budaya yang digelar oleh DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kota Malang, pada Rabu (24/8/2022) malam kemarin.

Diskusi itu menghadirkan narasumber seperti Seniman Teater, Doni Kus Indarto; Rektor Universitas Ma Chung, Assoc Prof Dr Morpin Josua Sembiring; Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang, Prof Dr Djoko Saryono; dan Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari yang diwakili Kepala BKN DPD PDIP Jawa Timur, Ony Setiawan.

Hasil diskusi itu sebagai awal penelusuran rekam jejak bapak bangsa itu di jalan kesenian, dalam hal ini dunia sastra dan teater. Jika dalam hasil risetnya nanti memenuhi sejumlah unsur, maka Bung Karno akan diusulkan menyandang status sebagai Bapak Teater Modern Indonesia.

bung karno
Suasana latihan pementasan tonil naskah Bung Karno berjudul Chungking Jakarta, di Gedung DKM. Persiapannya sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Foto: Ulul Azmy

”Namun dari hasil diskusi tadi masih harus banyak riset lagi. Mungkin lebih tepatnya Bung Karno bisa dibilang sebagai sosok pembaharu di masa embrio peralihan kesastraan teater modern,” ungkap Wakil Kabid Seni, Budaya dan Olahraga Repdem Kota Malang, Dimas Novip, pada tugumalang.id.

Lepas dari itu, sambung Dimas, kiprah sejarah Bung Karno di jalan kesenian sangat menarik untuk dikulik. Repdem Malang Raya sendiri bahkan akan mereplikasi pertunjukan sandiwara (tonil) salah satu naskah Bung Karno pada 30 Agustus 2022 nanti.

Saat ini, pihaknya tengah menggodok pementasan drama reportoar naskah karya Bung Karno berjudul Chungking Jakarta. Ini akan menjadi catatan sejarah tersendiri karena baru kali ini replikasi pertunjukan tonil di era Bung Karno kembali disajikan.

”Ini merupakan upaya kami merawat jejak pemikiran beliau. Kalau lewat buku-buku politiknyakan sudah banyak dibaca, tapi kalau lewat jalan seni masih banyak orang tidak tahu,” ujar Dimas.

Naskah Chungking Jakarta ini menjadi satu dari 17 naskah tonil Bung Karno selama masa pengasingan yang berhasil diselamatkan. Chungking Jakarta adalah naskah yang ditulis Bung Karno selama di Bengkulu.

Naskah ini bahkan juga pernah dipentaskan Bung Karno bersama kelompok sandiwara binaannya di Bengkulu bernama Monte Carlo. Naskah Chungking Jakarta menceritakan petualangan dua tokoh sentral yakni Tian Kung Hoei dan Zakir Djohan.

Kedua tokoh sentral dalam cerita ini punya entitas suku yang berbeda. Tian Kung Hoi mewakili etnis tionghoa dan Zakir Djohan diperankan Bung Karno adalah etnis Jawa-Melayu. Naskah Chungking Jakarta ini juga sarat akan pesan, terutama soal demokrasi dan kerja sama.

”Mereka berdua diceritakan bertugas mengantar uang senilai 8 ribu gulden (kini setara Rp 90 miliar) untuk membantu RRC yang sedang diinvasi Jepang. Nah, apakah uang ini berhasil diantar atau tidak, silahkan nonton pertunjukannya nanti,” kata Dimas.

Pementasan repertoar tonil ini nanti disutradarai oleh pesohor teater, Dony Kus Indarto, melibatkan kelompok teater yang ada di Malang beserta anggota Repdem hingga maestro musik klasik Sugik Arbanat bersama kelompok musik Soegeng Rawoeh.

Bentuk pertunjukan Tonil, berbeda dengan pertunjukan teater modern. Musik Tonil identik dengan musik gambus dan pemusik berada di depan panggung, sementara untuk pergantian adegan menggunakan selambu besar tanpa lighting.

Pementasan Tonil dengan naskah Chungking Djakarta akan dipentaskan pada pukul 18.00 WIB dengan durasi pertunjukan selama 90 menit secara gratis di Gedung Kesenian Gajayana, terbatas untuk 300 penonton.

Keahlian Bung Karno di bidang seni teater ini juga diakui oleh Prof Dr Djoko Saryono. Bung Karno dalam menulis naskah drama juga tidak asal-asalan saja. Ia rajin mengulik berbagai macam cabang ilmu.

“Tanpa referensi pengetahuan yang luas, akan sulit bagi seseorang untuk dalam menciptakan ide-ide kreatif, bahkan Bung Karno juga pernah melakukan interpretasi film Franskenstein yang populer saat itu menjadi lakon Dr Sjaitan dan Koetkoetbi,” ucap Djoko.

Djoko juga menjelaskan bagaimana dalam naskah Rainbow, Bung Karno juga terlihat amat cerdas menggiring alur cerita berbau roman sejarah yang penuh semangat patriotik, meskipun dalam cerita tokoh sentral yang romantis berakhir dengan tragis atau romantis membawa tragis.

Kata dia, semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang dibangun oleh Bung Karno terbaca jelas dalam naskah berjudul Chungking Djakarta yang menggambarkan semangat kesadaran nasionalisme bangsa Asia melawan bangsa kolonial.

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: kota malangmalangmerawat pemikiran bung karno

Related Posts

Amalan Hari Jumat sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang diyakini akan membawa keberkahan bagi setiap umat Muslim. /Foto: Pinterest/Herman Adriansyah
Sastra & Budaya

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Jumat, 17 Apr 2026
5 Novel Chicklit
Sastra & Budaya

5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella

Sabtu, 28 Mar 2026
KKPK vs Fantasteen
Sastra & Budaya

KKPK vs Fantasteen, Ini Perbedaan Dua Seri Novel untuk Penulis Muda

Rabu, 25 Mar 2026
Cerita anak
Sastra & Budaya

Bukan Sekadar Cerita Anak, KKPK Menjadi Pintu Masuk Literasi dan Kreativitas Generasi Muda

Kamis, 19 Mar 2026
buku Soe Hok Gie
Sastra & Budaya

Mengenal Buku-Buku Soe Hok Gie, Catatan Kritis Intelektual Muda

Kamis, 25 Des 2025
Bung Hatta
Sastra & Budaya

Warisan Pemikiran Bung Hatta dalam Karya-Karya Monumental

Minggu, 14 Des 2025
Next Post
Kecerdasan

 7 Hobi Ini Bisa Tingkatkan Kecerdasan Intelektual

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.