Senin, Agustus 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Sastra & Budaya

Mentari di Ufuk Matamu

Redaksi by Redaksi
September 7, 2021 4:02 pm
in Sastra & Budaya
Ilustrasi cerpen Mentari di Ufuk Matamu/tugu malang

Ilustrasi cerpen Mentari di Ufuk Matamu. (Foto: Dokumen/Witri Dian Rafani)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh : Witri Dian Rafani*

Tugumalang.id – Pagi mulai menyingsing, terlihat dari kejauhan sosok yang lekat dengan ingatan. Mulai terlihat menghampiri mobilnya yang terparkir di pelataran masjid besar di kampungnya. Semua orang pasti mengetahuinya, lelaki bertubuh agak gempal dengan kumis yang melintang itu adalah sosok yang amat disegani.

READ ALSO

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Doa-doa

Semua orang di kampungnya memanggilnya dengan sebutan yang kadang nyeleneh dan kadang juga dengan panggilan yang santun dan sopan. Ya itu dia, siapa lagi kalau bukan Pak Andi. Sosok yang selama ini orang sebut sebagai pemimpin yang agak keras dan bertanggung jawab. Namun, dibalik itu semua hatinya sangat lembut. Dia merupakan sosok penguat bagi keluarganya.

Akhir-akhir ini, dia dihadapkan dengan persoalan kantor yang amat pelik. Sampai-sampai dia harus begadang dan tidak pulang ke rumah hanya untuk menyelesaikan persoalan yang semakin hari semakin menumpuk, pagi tadi, baru pulang dari kantor.

“Pak kenapa baru pergi ke kantor?” pertanyaan itu seketika terlontar dari bibir seorang tetangga yang sedang nongkrong di warung pinggir masjid besar itu.

Dia agak kaget lalu menoleh ke arah datangnya suara lalu menjawab. “Oh maaf, akhir – akhir ini saya lembur terus. Jadi saya meminta izin kepada staf saya kalo saya akan datang ke kantor namun telat,” jawab Pak Andi.

“Oh, gitu pak, ya sudah kalau begitu hati-hati di jalan pak,” ucap seorang tetangga yang sedang nongkrong di warung pinggir masjid itu. Pak Andi lalu mengucapkan terimakasih dan langsung masuk ke mobilnya lalu pergi meninggalkan masjid beberapa detik kemudian.

Di lain cerita, anak-anak Pak Andi dan istrinya selalu mengkhawatirkan dia karena sang ayah selalu lembur dan kadang tidak pulang ke rumah. Mereka khawatir akan kesehatan sang ayah.

Matahari mulai beranjak kembali ke peraduannya, semua orang mulai kembali dari pekerjaannya dan mulai memasuki rumah tak terkecuali keluarga Pak Andi. Mereka satu persatu masuk ke rumah dan segera menutupi jendela dan pintu karena menurut Hadist Rasulullah SAW pada waktu mega merah mulai terlihat, setan dan jin mulai berkeliaran dan kita perlu menutup  rumah kita agar tidak dimasuki jin dan setan.

“Bu, malam ini ayah lembur lagi di kantor atau tidak?,”  tanya anak bungsu Pak Andi kepada ibunya.

“Belum tau nak, suruh kakakmu menelepon ayahmu apakah dia akan pulang atau tidak,” ucap istri Pak Andi. Anak bungsunya itu langsung pergi menghampiri kakaknya yang sedang asyik membaca buku di kamarnya.

“Kak, cepat telepon ayah, bilangin mau pulang atau enggak?,” desak anak bungsu Pak Andi pada kakaknya.

“Tunggu dulu, kakak belum beres baca nih, paling ayah mau lembur lagi di kantor,” ketus kakaknya.

“Ih, cepet kak, ibu suruh kakak buat telepon ayah, gitu aja kok repot,” rengek sang adik.

Karena tidak ingin mendengar rengekan sang adik, kakanya langsung menelepon ayahnya dengan muka agak cemberut. Beberapa menit kemudian, dia memberitahukan pada adiknya bahwa ayahnya akan pulang nanti selepas magrib. Setelah mendengar pesan itu, adik langsung sumringah dan memberitahu ibu kalau ayah akan pulang.

Seperti biasa selepas solat magrib, terdengar lantunan ayat suci Alquran yang dapat membuat hati siapapun yang mendengarnya menjadi tenang. Suara lantunan itu terdengar dari rumah Pak Andi dan tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu lalu terbuka.

“Assalamualaikum, ayah pulang,” ucap Pak Andi.

“Waalaikumsalam, oh ayah ternyata sudah pulang,” ucap istri Pak Andi.

“Bu, itu di luar ada rekan kerja ayah, tolong persilahkan masuk dan beri minum ya bu, ayah mau ke toilet dulu,” ucap Pak Andi.

Istri pak Andi langsung mempersilahkan tamu masuk dan menyuruh anaknya yang sulung untuk membuat teh. Anaknya pun keluar dari kamarnya dan bergegas pergi ke dapur untuk membuat teh. Setelah itu dia suguhkan kepada tamu itu dan bergegas kembali ke kamarnya.

Beberapa menit kemudian, Pak Andi keluar dari toilet dan langsung menemui tamunya dan berbincang-bincang. Dari arah kamar anak sulungnya terdengar pembicaraan itu serius sekali. Sesekali ia mendengarkan apa yang dibicarakan oleh ayahnya dan rekannya itu.

Suasana menjadi hening seketika bunyi ponsel berdering dan seseorang menelpon ayahnya. Si sulung mendengarkan secara seksama dari balik pintu kamar. Terdengar suara teriakan dari telepon ayah yang semakin lama semakin menjadi.

Terlihat dari sela pintu, ayahnya duduk termenung sambil mendengarkan suara penelepon itu sembari menyeka air mata yang keluar. Baru kali ini ia melihat ayahnya seperti itu. Ayah yang biasanya tegas dan selalu menimpali pembicaraan, kali ini dia diam membisu dan tak ingin emosinya merajai dirinya.

“Apa yang dilakukan ayah sehingga penelepon itu begitu marah kepada ayah? Kenapa juga ayah tidak melawan dan menimpali pembicaraan itu?,” hati si sulung bertanya-tanya.

Ia tidak tega melihat ayahnya seperti itu. Hatinya menangis. Dia memohon kepada tuhan agar permasalahannya segera berakhir.

Malam semakin larut diiringi rinai hujan yang kian rapat, dingin kian menuntut. Tiba-tiba, si sulung terbangun dari tidurnya, hening tak ada suara, hanya suara tetesan air yang terus turun di balik jendela.

Ternyata, pembicaraannya sudah selesai sewaktu ia ketiduran ketika mendengarkan. Dia merasa lega. Kemudia dia bergegas turun dari tempat tidur bermaksud pergi ke toilet mengambil air wudhu. Namun, langkahnya terhenti ketika dia tiba di ujung pintu kamarnya.

Satu wajah itu muncul kembali di malamnya,  di sela berlian yang bertaburan di luar angkasa. Dari sebalik pintu dapat dilihat laki-laki itu sedang bermunajat kepada sang pencipta. Air mata peluh kehidupan pun tak henti mengalir dari ufuk matanya.

Laki-laki itu, siapa lagi kalau bukan ayahnya. Seketika hatinya tersentak melihat itu semua. Dirinya menangis tidak tega melihat semua air mata itu. Dia teringat bagaimana perjuangan seorang ayah yang bermandikan peluh untuk menghidupi dirinya dan keluarganya.

Dia merasa rembulan malam itu tak indah, rembulan itu sedang mencekiknya. Dia tidak bisa tidur sampai fajar berlalu.

Fajar berlalu. Sang surya pun masih malu-malu menampakkan rona jingganya, burung -burung mulai menambah nilai estetika pagi dengan berlalu lalang di lautan angkasa menggantikan estetika dari berlian malam. Pagi ini terasa hangat, namun tidak dengannya, dia rasa paginya suram. Ayahnya jatuh sakit.

“Nak, tolong berikan obat ke ayahmu, ibu mau masak dulu,” ucap ibunya seketika membuyarkan lamunannya. Dia bergegas pergi ke kamar ayahnya dan memberikan obatnya. Tiba-tiba ayahnya berkata “Maaf nak, ayah belum bisa melakukan yang terbaik untukmu,” ucap Pak Andi.

“Tak mengapa jika ayah belum melakukan yang terbaik, tak akan ada yang menyalahkan. Sewaktu – waktu, ayah dapat melakukan kesalahan tetapi orang lain pun sama pasti pernah melakukannya juga. Ketika ayah menghela nafas, bagaimanapun aku bisa mengerti beban berat yang ayah rasakan, Terimakasih untuk semua kerja kerasmu, ayah,” lirih si sulung sambil memeluk ayahnya.

Tiba – tiba terdengar suara telepon yang membuyarkan suasana tersebut. Ayahnya kemudian menjawab lalu menangis sambil mengucapkan syukur.

Ternyata masalahnya itu sudah diselesaikan rekan kerjanya. Seketika ia melihat kembali seberkas cahaya di ufuk matanya. Ia yakin bahwa dibalik kesulitan, pasti ada kemudahan dan tuhan pasti akan selalu menolong hambanya seberat apapun permasalahannya.

*Penulis adalah member Garuda Literasi

Editor : Herlianto. A

Tags: Cerita PendekCerpenMentarisastra

Related Posts

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang
Sastra & Budaya

Tari Gandrung Banyuwangi Kerap Meriahkan Festival Budaya di Malang

Selasa, 11 Agu 2026
Ilustrasi doa-doa. Foto/dok
Sastra & Budaya

Doa-doa

Minggu, 26 Jul 2026
Ayat-Ayat Luka
Catatan

Ayat-Ayat Luka

Minggu, 19 Jul 2026
Novel Alternate Universe
Sastra & Budaya

Rekomendasi 3 Novel Alternate Universe dengan Cerita Lintas Dimensi

Kamis, 25 Jun 2026
Amalan Hari Jumat sebagaimana anjuran Rasulullah SAW yang diyakini akan membawa keberkahan bagi setiap umat Muslim. /Foto: Pinterest/Herman Adriansyah
Sastra & Budaya

Banyak Keberkahan, 4 Amalan di Hari Jumat Sebagaimana Anjuran Rasulullah SAW

Jumat, 17 Apr 2026
5 Novel Chicklit
Sastra & Budaya

5 Novel Chicklit yang Centil Karya Sophie Kinsella

Sabtu, 28 Mar 2026
Next Post
munir - Aktivis Kota Malang Tuntut Jokowi Serius Tuntaskan Kasus Kematian Munir

Aktivis Kota Malang Tuntut Jokowi Serius Tuntaskan Kasus Kematian Munir

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.