MALANG, Tugumalang.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengajak para kepala desa (kades) di Kabupaten Malang untuk aktif memutakhirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (30/3/2026). Gus Ipul menyoroti peran strategis pemerintah daerah, mulai dari Bupati/Wali Kota, Dinas Sosial, kepala desa, hingga RT/RW dalam proses pemutakhiran data guna menjaga keakuratan data bantuan sosial.
“Kepala desa beserta jajarannya bisa mencoret dan bisa juga mengusulkan warganya yang layak untuk mendapatkan bantuan dengan kriteria yang telah ditentukan oleh Badan Pusat Statistik,” kata Gus Ipul.

Peran Strategis Kepala Desa dalam Pemutakhiran DTSEN
Gus Ipul menegaskan bahwa kepala desa memiliki peran penting dalam memastikan data sosial ekonomi masyarakat tetap akurat dan mutakhir. Dengan keterlibatan langsung pemerintah desa, bantuan sosial diharapkan dapat disalurkan lebih tepat sasaran.
Untuk menyukseskan program tersebut, Kementerian Sosial telah menyepakati kerja sama dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan beberapa kementerian terkait guna memperkuat integrasi data nasional.
Di samping itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam pemutakhiran data melalui aplikasi Cek Bansos. Pemutakhiran juga bisa dilakukan melalui call center serta WhatsApp Center Kementerian Sosial.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Siapkan Hunian Sementara untuk Korban Banjir Sumatera
Digitalisasi Bansos Menuju Penyaluran Lebih Presisi
Saat ini, Kementerian Sosial tengah gencar melakukan konsolidasi data bersama pemerintah daerah dalam rangka digitalisasi bantuan sosial. Uji coba digitalisasi bansos telah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi dan selanjutnya akan dilanjutkan di 40 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
“Kalau pemutakhiran DTSEN dilakukan secara berkala, nanti digitalisasi bansos bisa diberlakukan secara nasional. Salurannya lebih presisi sehingga bansos semakin tepat sasaran,” kata Gus Ipul.
Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Malang yang dinilai telah memiliki data yang cukup akurat dalam mendukung program bantuan sosial nasional.
“Saya bersyukur karena Kabupaten Malang adalah salah satu kabupaten yang sudah merintis usaha untuk menghadirkan data yang akurat itu,” kata Gus Ipul.
Gus Ipul Dorong Penguatan Puskesos di Desa
Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul juga meminta para kepala desa untuk menghidupkan kembali Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). Puskesos merupakan salah satu saluran bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam memberikan usulan maupun sanggahan terkait layanan sosial dan data bantuan.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Ungkap 600 Ribu Penerima Bansos Terlibat Judi Online, 300 Ribu Sudah Dihentikan
Puskesos tidak hanya menampung keluhan masyarakat, tetapi juga menindaklanjuti keluhan tersebut melalui Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).
“Saya ingin para kades ini menghidupkan Puskesos. Fokus kepada layanan, terutama layanan sosial,” ujar Gus Ipul.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko
























