Tugumalang.id – Penentuan kapan awal bulan Ramadan atau puasa masih menjadi perdebatan di kalangan umat Islam. Terutama metode apa yang akan digunakan, hisab atau rukyah. Artikel ini membahas tiga cara menentukan awal bulan puasa yang biasa dilakukan umat muslim.
Bulan Ramadan merupakan salah satu bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim di seluruh dunia. Pasalnya, pada bulan ini umat muslim akan melaksanakan puasa Ramadan selama satu bulan penuh.
Bukan hanya itu, dalam bulan Ramadan terdapat salah satu malam yang disebut sebagai Lailatul Qadar, yaitu malam di mana semua amalan akan dilipatgandakan seperti kita hidup selama seribu bulan. Lantas bagaimana umat muslim memutuskan jatuhnya tanggal 1 Ramadan untuk memulai ibadah puasa?
Baca Juga: Berbagi Berkah, Gojek Swadaya Sediakan Ragam Program Kebaikan di Bulan Ramadan
Penentuan bulan Bulan Ramadan didasarkan pada kalender hijriah yang berbasis peredaran bulan. Hal inilah yang menyebabkan awal Ramadan jatuh di bulan yang berbeda dalam tahun masehi.
Berdasarkan penaggalan hijriah, bulan baru ditandai dengan munculnya hilal atau bulan sabit pertama. Untuk mengetahui kemunculan hilal inilah terdapat tiga cara yaitu, Rukyatul Hilal, Istikmal, dan Hisab. Berikut perbedaan ketiganya:
1. Rukyatul Hilal
Metode untuk menentukan awal Bulan Ramadan yang pertama yaitu rukyatul hilal. Dalam metode ini, kita melihat apakah hilal atau bulan sabit pertama terlihat pada saat matahari terbenam pada tanggal 29 Sya’ban.
Baca Juga: Bukan Libur Satu Bulan, Ini Jadwal Libur Sekolah Selama Ramadan 2025
Jika hilal terlihat baik itu dengan mata telanjang ataupun menggunakan alat bantu seperti teleskop, maka dapat dipastikan bahwa keesokan harinya adalah tanggal 1 Ramadan.
2. Istikmal
Metode istikmal merupakan metode yang digunakan jika rukyatul hilal belum berhasil untuk menentukan awal bulan Ramadan karena alasan tertentu.
Hal ini bisa terjadi karena cuaca yang buruk ataupun posisi hilal yang masih terlalu rendah. Jika hal ini terjadi, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 dan proses ini disebut dengan istikmal.
3. Hisab
Metode untuk menentukan tanggal 1 Ramadan adalah hisab. Metode ini menggunakan perhitungan yang menggabungkan ilmu astronomi dan matematika untuk mengetahui posisi hilal.
Dalam metode ini, kita bisa menentukan awal bulan Ramadan jika hilal sudah berada diatas ketinggian tertentu menurut hasil hitungan.
Tiga metode di atas merupakan cara yang biasa digunakan untuk menentukan awal bulan Ramadan. Meskipun begitu, setiap negara atau organisasi keagamaan memiliki kebijakan dalam penggunaannya.
Beberapa negara mengandalkan rukyatul hilal sebagai metode utama, sementara yang lain menggunakan hisab sebagai acuan utama atau mengombinasikan keduanya.
Di Indonesia sendiri, keputusan resmi awal Ramadan ditetapkan melalui Sidang Isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama dengan mempertimbangkan hasil rukyatul hilal di berbagai lokasi dan juga perhitungan hisab.
Perbedaan metode ini terkadang menyebabkan awal Ramadan jatuh di hari yang berbeda di beberapa negara atau bahkan dalam satu wilayah.
Namun, yang terpenting adalah menjaga persatuan dan menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh otoritas agama setempat.
Dengan memahami cara penentuan awal Ramadan, umat Islam dapat lebih siap menyambut bulan suci ini dengan penuh keimanan dan kesiapan untuk beribadah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Hailatun Nada Salsabila (Magang)
Editor: Herlianto. A





























