Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Menjadi Manusia Semu di Era 4.0

Redaksi by Redaksi
April 13, 2023 6:56 pm
in Ruang Cendekia
Ilustrasi manusia semu.

Ilustrasi manusia semu. Foto/pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr. Sita Acetylena S.Pd., M.Pd*

Tugumalang.id – Pada fitrahnya setiap manusia memiliki keluhuran budi dan kesucian batin. Namun di era digital dan kemajuan teknologi maka banyak manusia yang meninggalkan kemanusiaannya. Manusia yang telah kehilangan kemanusiaannya diakibatkan perubahan kehidupan yang sangat cepat dan massif.

READ ALSO

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kemajuan teknologi dan pengetahuan yang memberikan janji kemakmuran dunia dan keharmonisan masyarakat telah melahirkan masyarakat komputerisasi. Masyarakat komputerisasi adalah sebutan untuk menunjukkan gejala post-insdustrial masyarakat Barat menuju era teknologi informasi. Penyebaran pengetahuan dan kekuasaan secara massif, merupakan beberapa konsekuensi perkembangan teknologi.

Kehidupan beragama pun makin tergerus dan materialism adalah bahan pokok yang terus menggerogoti keinsanan manusia. Beragama yang intinya pada ketauhidanpun lambat laun makin hilang hakikatnya, yang ada hanya insan-insan bersolek agama yang dipenuhi nafas materialism yang diawali dengan lahirnya masyarakat konsumsi.

Apabila diteropong dengan teori Baudrillard mengenai masyarakat konsumsi, maka perilaku manusia semu yang lebih mengedepankan materi ataupun kepuasan diri adalah sebuah keniscayaan. Sebuah masyarakat konsumsi tercipta dikarenakan dampak globalisasi yang begitu besar yang dikawal oleh paham kapitalisme.

Masyarakat konsumsi merupakan konsep kunci dalam pemikiran Baudrillard untuk menunjukkan gejala konsumerisme yang sangat luar biasa dan telah menjadi bagian dari gaya hidup manusia modern. Terciptanya masyarakat konsumsi menimbulkan sebuah kesenjangan sosial yang berdampak pada timbulnya berbagai penyakit sosial dan krisis sosial.

Paham kapitalisme yang mengawal tumbuhnya masyarakat konsumsi pada awal mulanya berargumen bahwa modernisasi dan pertumbuhan teknologi akan banyak membantu hidup manusia. Kapitalisme menawarkan banyak kemudahan dengan dalih “mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya”, kelompok kapitalislah yang kemudian banyak memproduksi barang-barang kebutuhan tersebut.

Semua barang produksi kapitalis selalu menawarkan berbagai kemudahan, mereka memanjakan individu, dan individu dicetak untuk bergaya hidup instan. Semua kebutuhan dikonsumsi individu guna meraih kebahagiaan dan meraih kemapanan.

Pada sisi lain, kemampuan konsumsi setiap individu adalah berbeda. Adanya kemajuan teknologi ternyata tidak membuat manusia semakin profesional dan semakin penuh cinta kasih dan memiliki spiritualitas yang bagus namun yang terjadi adalah sebaliknya. Kemampuan membeli atau daya beli yang tinggi membuat kita menjadi bagian dari masyarakat konsumsi.

Ideologi “egaliter” yang diciptakan paham kapitalis melalui nilai guna suatu barang (terutama kebutuhan pokok), kemudian dilipatgandakan dengan “penyusupan” nilai-nilai dan hierarki baru mengenai “nilai guna baru” yang sebelumnya tidak ada. Pertama diciptakan sebuah dunia baru yang menjadikan “barang-barang” yang semula adalah gratis dan melimpah ruah, namun kini menjadi barang mewah yang hanya diperoleh oleh orang-orang kaya seperti air, udara yang nyaman, ruang dan waktu dan ini juga terjadi pada diri manusia semu.

Hal lain lagi tentang nilai guna baru mengenai sebuah kebutuhan adalah saat ini banyak orang yang membeli barang bukan karena sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya, namun banyak yang membeli sebuah simbol yang melekat pada barang tersebut, misalnya “merk”, dan hal ini juga telah menyusup pada jiwa para manusia semu.

Era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah memberikan “hipnotisasi” penyusupan ke alam bawah sadar manusia melalui segala hal yang bersifat imajiner yang dimulai dengan adanya media televisi dan saat ini adalah media dunia maya atau internet. Dan hal ini terjadi pada semua manusia, tapi kepada semua masyarakat di dunia dengan berbagai tingkatan sosialnya.

Tantangan manusia pada umumnya jika dilihat dari perspektif spiritualitas pada kesucian hati maka dapat dinyatakan bahwa manusia semu kurang memiliki spiritualitas. Seorang manusia harus memiliki landasan diri berupa spiritualitas yang intinya adalah “keberserahan diri”. Hal tersebut bermuara pada kesucian hati yang akan berbuah pada cinta dan kasih sayang yang tulus.

“Keberserahan diri” seorang manusia secara total sepenuhnya kepada Tuhannya maka ia akan mendapatkan kemerdekaan dan kebahagiaan yang hakiki karena semua hal ia sandarkan pada Sang Maha Kuasa. Dan inilah yang disebut beragama, bertauhid.

Apabila dianalisa dengan nilai-nilai Islam yang bersumber pada Al Qur’an dan Al Hadist maka hal ini memiliki spiritualitas yang tinggi dilihat dari hidup mereka yang religius dan taat dalam beribadah serta memiliki kesucian hati yang diterjemahkan dalam pengabdian mereka kepada bangsa.

Al Qur’an dan Al Hadist  mengenai “keberserahan diri” dan jaminannya kebahagiaan yang hakiki demi mencapai sebuah “keperluan”adalah Al-Qur’an firman Allah Surat At-Thalaq ayat 3 :

“Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Dasar hadistnya adalah Hadist Arbain hadist ke 19 dan hadist ke 38. Hadist Arbain ke 19 adalah sebagai berikut :

“Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu; Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya bersamamu; Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah; jika engkau meminta pertolongan, minta tolonglah kepada Allah. Ketahuilah, jika umat manusia bersatu untuk memberi manfaat dengan sesuatu, mereka tidak dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka bersatu untuk mencelakakanmu dengan sesuatu, mereka tidak akan dapat melakukannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”

Sementara itu pada Hadist ke 38 Arbain juga terlihat jelas menjadi dasar syariat bagaimana makna “kekuatan keberserah dirian” sebagai landasan perjuangan kehidupan adalah berikut ini :

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Kuizinkan ia diperangi. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu amalan yang lebih Aku sukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengaran yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya, menjadi tangan yang ia memukul dengannya, dan sebagai kaki yang ia berjalan dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku pasti Kuberi dan jika ia minta perlindungan kepada-Ku pasti Kulindungi.”

Jadi penjelasan makna “keberserahan diri” adalah bahwa dengan bertawakal secara total kepada Allah dengan terus istiqomah mendekatkan diri kepada Allah maka semua gerak lahir batinnya Allah yang menggerakkan.

Jika Allah sudah yang menggerakkan dan berkendak atasnya maka segala hal dalam penjagaan Allah. Meskipun seluruh manusia berhimpun akan menghancurkannya maka tidak akan bisa karena ia telah menjadi hamba yang dicintai Allah yakni telah menjadi wali-Nya.

Bahwa makna “keberserahan diri”  yang dimaksud adalah bukan pasrah tanpa ada upaya, tapi pasrah kepada kekuasaan Tuhan karena sebagai manusia yang beragama meyakini bahwa setiap hal itu dalam kekuasaan Tuhan. Jika setiap diri dari masyarakat Indonesia dalam berjuang selalu bepasrah diri pada kekuasaan Tuhan maka tidak ada rasa putus asa dan yakin kemenangan dan kemerdekaan akan diraih.

Bagi manusia yang meyakini akan kebesaran Tuhan mengimani bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan jika Tuhan sudah berkehendak. Dan itulah esensi sesungguhnya bahwa manusia itu harus sesuai dengan kodrat-Nya atau sunnatullah atau kehendak Tuhan agar perjuangan yang dijalankan akan mendapatkan kemenangan yakni kemerdekaan dan kebahagiaan hakiki.

Manusia sejati adalah manusia yang bertumpu pada cinta dan kasih sayang yang dilandasi “keberserah dirian”. Cinta dan kasih sayang tersebut akan menimbulkan keikhlasan dan keberserahdirian atau tawakal. Oleh karena itu, dalam setiap tindakannya selalu dilandasi dengan ketawakalan kepada Tuhannya sehingga setiap yang dilakukan tersebut selalu dalam bimbingan Sang maha Suci, Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dengan kekuatan spiritual inilah manusia bisa terus bertauhid dan beragama bagaimanapun kondisinya, bagaimanapun tantangan kehidupannya, dan di zaman apapun. Era 4.0 adalah era teknologi yang harus dikuasai manusia, harus dipimpin oleh manusia sejati. Tanpa menjadi manusia sejati maka teknologi yang akan menggantikan manusia memimpin kehidupan ini.

Bahkan kemanusiaan manusia pun akan hilang dan lahirlah manusia-manusia semu layaknya zombie, relakah kita sebagai manusia yang dikatakan sebagai makhluk paling mulia yang telah diamanahi sebuah amanah mulia yang amanah itu ditolak gunung-gunung dan langit karena begitu berat tanggung jawabnya.

 

*Aktif sebagai dosen PascaSarjana IAI  Al Qolam Malang, wakil bendahara ICMI Orda Malang, dan Founder Lovology Institute. Contact Person: 081336231653, email: syahidahazahra@gmail.com.

Editor: Herlianto. A

Tags: Era 4.0IAI Al QolamICMI Orda Kabupaten MalangManusia Semu

Related Posts

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer
Ruang Cendekia

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Jumat, 4 Sep 2026
Siapa yang Berhak Disebut NU?
Ruang Cendekia

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Ruang Cendekia

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Ruang Cendekia

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Ruang Cendekia

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Ruang Cendekia

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji, meninjau Operasi Pasar.

Jelang Lebaran, Wali Kota Malang Pastikan Stok Bahan Pokok dan Kebutuhan Masyarakat Aman

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.