MALANG, Tugumalang.id – Warga Desa Kenongo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak di ladang pinggir sungai pada Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh dua orang warga, WA dan MN, yang tengah dalam perjalanan pulang dari ladang.
Kapolsek Jabung, AKP Sumarsono mengatakan, awalnya dua saksi melihat sosok tergeletak di ladang saat melintas di jalan setapak pinggir sungai. Mereka kemudian memanggil saksi lain yang juga pulang dari ladang dan melewati lokasi yang sama.
Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Bango Pakis
“Setelah dicek lebih dekat, diketahui bahwa pria tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Sumarsono.
Mengetahui kejadian tersebut, saksi langsung melaporkan kepada perangkat Desa Kenongo, yang kemudian diteruskan ke Polsek Jabung.

Tak berselang lama, petugas SPKT dan Unit Reskrim Polsek Jabung bersama tim medis dari Puskesmas Jabung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Tidak ada identitas diri yang ditemukan pada mayat tersebut,” lanjut AKP Sumarsono.
Baca Juga: Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Bango Kota Malang
Menurut keterangan para saksi dan warga sekitar, pria tersebut dikenal sebagai seorang gelandangan yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan kerap terlihat mondar-mandir di sekitar Desa Kenongo.
Namun, hingga saat ini tidak ada yang mengetahui secara pasti asal usul maupun identitas keluarganya. Petugas kemudian mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang guna keperluan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit dan terus mengumpulkan informasi dari warga. Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau mengenali korban, dapat segera menghubungi Polsek Jabung,” tutup Sumarsono.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























