Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Master of Number

Redaksi by Redaksi
Oktober 4, 2021 9:51 am
in Catatan
Ilustrasi catatan Master of Number. /tugu malang

Ilustrasi catatan Master of Number. (Foto: Unplash)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Hendro Fujiono MS, PhD*

Tugumalang.id – Resah!!! Begitu kira-kira vibes yang saya terima selama beberapa bulan terakhir. Baik ketika berinteraksi dengan pemimpin bisnis, praktisi profesional, akademisi sampai dengan para orang tua yang memiliki aspirasi tinggi untuk anak-anaknya.

READ ALSO

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Ini bukan hanya soal covid-19 atau akses untuk mendapatkan bisnis, pekerjaan, dan pendidikan. Ada perubahan lebih besar yang terjadi.

Hal ini semakin terasa ketika saya membaca buku Dark Academia yang ditulis Peter Fleming, seorang Profesor of Organisation Studies di University of Technology, Sydney. Salah satu yang terasa mengganggu adalah hypercompetitive pressure yang menghantui dunia pendidikan sehingga menimbulkan banyak masalah Kesehatan mental bagi para cendekia. Dan, tidak jarang hal ini berujung kepada tindakan ekstrim bunuh diri.

Di dunia bisnis, saya mendengar langsung banyak keluhan mengenai situasi yang tidak nyaman ini. Dan, ini terjadi di banyak industri. Semua berjibaku mengejar angka.

Dulu saya sering bercanda, semua instruksi itu mudah – toh cuma satu atau dua kalimat saja. Yang repot eksekusinya. Dulu yang mendengar masih terdengar bisa tertawa renyah. Saat ini yang terdengar hanya tawa penuh ironi.

Semua mengejar angka, tidak jarang melupakan faktor manusianya.

Dibuatlah berbagai macam upaya meningkatkan kompetisi dengan istilah yang seksi-seksi. Dari critical thinking sampai strategic thinking.

Padahal kenyataannya untuk berpikir jernih saja tidak mudah. Setidaknya 1 dari empat pegawai have trouble to concentrate. Forget about critical thinking! Ini setidaknya yang disampaikan oleh hasil global survey Qualtrics kepada 2000 employees di Australia, Prancis, Jerman, Selandia Baru, Singapura, Inggris and Amerika Serikat.

So, what’s happening?

Tampaknya pressure untuk berkompetisi sudah menjadi hyperpressure. Connectivity memang menghadirkan liberasi informasi, tetapi juga secara tidak sadar semakin mempertajam kompetisi.

Ukuran kebaikan selalu diterjemahkan ke dalam angka.

Master of Number dijadikan salah satu standar untuk menilai kepemimpinan yang baik. Angka di drop, dengan harapan menjadi boundary bagi staf untuk berkreasi menempuh berbagai cara untuk mencapai angka tersebut.

Dari luar, hal ini tampak baik dan positif bagi perkembangan kompetensi dari para staf yang terlibat.

Tapi, ini hanya bisa menghasilkan hal yang positif setidaknya ketika ada tiga hal yang menyertai.

Pertama, angka yang dikejar memang bermakna dan mendorong perilaku yang positif. Kedua, staf sudah siap dengan tantangan tersebut. Ketiga, pemimpin memberikan support yang memadai.

Saat ini, ketiga hal ini sulit ditemui. Dari segi staf, jelas berbagai studi menunjukkan tingkat stres dan Kesehatan mental mengurangi tingkat kesiapan para staf.

Dari segi target yang diberikan, seringkali saya lihat kemalasan untuk benar-benar memilih dan memilah ukuran dan angka yang dipergunakan. Tidak dipikirkan dengan baik korelasi antara angka yang dikejar dan perilaku yang dihasilkan. Ngakalin target akibatnya menjadi permainan sehari-hari.

Leader yang malas memilih dan memilah ukuran sudah pasti akan lebih malas lagi untuk memberikan support dalam pelaksanaan.

Master of Number tidak akan memahami soal ini. Karena bagi mereka, hasil akhir adalah hanya sebatas sequence dari money steps. Cukup halu berharap hasil yang sustainable bisa dicapai dengan kondisi 40 persen staf dalam kondisi stres.

Kompleksitas kondisi sekitar dipahami masih dari kerangka berpikir VUCA. Sebuah gambaran dunia yang lahir lebih dari 30 tahun lalu.

Saat ini sudah zamannya BANI – diperkenalkan oleh anthropologist dan futurist Jamais Cascio. BANI ini kependekan dari Brittle atau rapuh, Anxious atau cemas, Non-Linear, dan Incomprehensible atau tidak mudah dimengerti.

Dibutuhkan Master of Empowering Other. Leader yang memiliki empati untuk bisa mengubah anxiety menjadi energi untuk mencapai aspirasi.

Leader yang berani mengaku tidak mengerti untuk bersama-sama bereksplorasi.

Leader yang tetap humbel dan fleksibel dengan target angkanya karena sadar yang dibangun hari ini bisa jadi rapuh dan mudah jatuh.

Dunia BANI bukanlah untuk Master of Number!

Welcome Master of Empowering Other!

*Penulis adalah Executive Coach GlobalDISC Master Trainer Perth, Western Australia

Editor : Herlianto. A

Tags: GlobalDISCMaster of NumberPerth Asutralia

Related Posts

Hari Lahir Pancasila
Catatan

Refleksi Hari Lahir Pancasila: Zainal Habib Soroti Kedaulatan Digital dan Keadilan Sosial

Senin, 1 Jun 2026
Dr. Aries Musnandar & Dr. Muhammad Effendi, M.Si. Foto/dok
Catatan

MBG: Kembalikan Eksekusi ke Komite Sekolah, Jangan Birokrasi

Senin, 1 Jun 2026
Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Next Post
Bendera Turki/tugu malang

5 Tips Belajar Bahasa Turki, Cepat Bisa

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.