Tugumalang.id – Dalam dua hari terakhir, komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan secara berturut-turut ke Polresta Malang Kota oleh dua kelompok mahasiswa dan kelompok masyarakat mengatasnamakan Ormas Islam di Malang.
Kelompok mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Literasi Akademisi Muslim melaporkan Pandji soal UU ITE dan dugaan penistaan agama ke Polresta Malang Kota pada Selasa (13/1/2026).
Sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan Umat Islam Kota Malang juga melakukan pelaporan terkait dugaan penistaan agama dalam materi stand up comedy Mens Rea ke Polresta Malang Kota pada Senin (12/1/2026).
Baca Juga: Special Show Mens Rea Tuai Sorotan, Komika Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi Gara-Gara Hal Ini
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo membenarkan adanya laporan dari sekelompok orang yang mengatasnamakan Umat Islam Kota Malang itu. “Betul, ada laporan terkait hal tersebut,” kata Aji, Selasa (13/1/2026).
Aji menyebutkan bahwa pelaporan tersebut berkaitan dengan dugaan penistaan agama dan penghinaan agama. “Laporannya tentang penistaan dan penghinaan agama,” imbuhnya.
Diduga, pelaporan ini berkaitan dengan guyonan Pandji dalam materi stand up comedy Mens Rea soal penumpang pesawat diminta melonggarkan sabuk pengaman dan merapatkan saf untuk melaksanakan salat safar saja jika terjadi situasi bahaya dalam penerbangan.
Terpisah, Perwakilan Aliansi Literasi Akademisi Muslim, Rizki Abubakar menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan Pandji lantaran materinya dalam stand up comedy Mens Rea dinilai telah mendiskreditkan agama Islam.
Baca Juga: Respons Pandji Pragiwaksono Usai Dilaporkan ke Polisi: Terima Kasih Atas Dukungan dan Doa
“Secara umum, pelaporan ini soal yang disampaikan bahwa memilih pemimpin itu dilihat dari ibadahnya. Memilih pemimpin itu jangan hanya melihat dari ibadahnya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyebut pelaporan ini juga berkaitan dengan candaan Pandji soal longgarkan sabuk pengaman dan merapatkan saf untuk melaksanakan salat safar saja jika terjadi situasi bahaya dalam penerbangan.
“Dua frasa yang dijarikam candaan itu kami rasa cukup mendiskreditkan terkait dengan agama Islam,” urainya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


















