MALANG, Tugumalang.id – Tebing yang berada di sekitar jalur kelok 9 atau ujung barat Jalur Lintas Selatan (JLS) mengalami longsor pada Minggu (26/1/2025) pagi. Di area longsor tersebut, muncul aliran air yang berasal dari bawah tanah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan longsor ini dipicu hujan deras yang terjadi di wilayah tersebut. Lebar tanah yang longsor mencapai 200 meter dengan tinggi lima meter.
Baca Juga: Longsor dan Pohon Tumbang di Gunung Geger, Lalu Lintas Menuju Pagak Terhambat
“Hujan dengan intensitas sedang mengakibatkan longsor susulan dan muncul sumber air di area longsoran,” ujar Sadono, Senin (27/1/2025).
Akibat longsor ini, jalan penghubung Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar tersebut tidak bisa dilalui. Sadono mengatakan saat ini petugas masih melakukan pembersihan di lokasi.
“Saat ini sedang di lakukan pembersihan oleh pihak (pengelola) proyek JLS,” kata Sadono.
Sebelumnya, jalur yang masuk di wilayah Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang ini juga mengalami longsor pada 11 Desember 2024 lalu. Hujan deras yang terjadi terus menerus menyebabkan longsor dan ruas jalan mengalami keretakan.
Baca Juga: Hujan Deras Berhari-hari, Waspada Longsor di Kota Batu
Kerusakan terjadi di delapan titik dan jalur tersebut sempat tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali. Setelah dilakukan perbaikan dan bisa dilalui kendaraan, jalur tersebut kembali longsor pada 2 Januari 2025. Perbaikan pun masih terus dilakukan hingga saat ini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























