Kota Batu, Tugumalang.id – Volume sampah di Kota Batu, Jawa Timur, mengalami peningkatan signifikan selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Lonjakan tersebut mencapai rata-rata 12,5 hingga 15 ton per hari, seiring meningkatnya aktivitas wisatawan yang memadati berbagai destinasi selama libur akhir tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni Kurniawan, membenarkan adanya kenaikan timbulan sampah dibandingkan hari normal.
“Volume sampah harian selama libur Nataru terhitung sekitar 130 hingga 135 ton per hari. Artinya, ada kenaikan rata-rata sekitar 12,5 ton per hari,” ungkap Dian, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Pemkot Batu Gandeng COOSAE Tuntaskan Pengelolaan Sampah di Kota Batu
H3 Lonjakan Terfokus di Kawasan Wisata
Dian menjelaskan, peningkatan volume sampah tidak terjadi merata di seluruh wilayah. Lonjakan terutama terpantau di ruas jalan protokol dan sejumlah objek vital yang berdekatan dengan kawasan wisata. Jika dikalkulasikan, kenaikan tersebut hanya berkisar 10 persen dari rata-rata timbulan sampah harian.
Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah prediksi awal yang sempat diperkirakan mencapai tambahan 20 ton per hari. Kendati lebih rendah dari perkiraan, DLH tetap mengingatkan pelaku usaha pariwisata untuk memperketat pengelolaan sampah di tengah tingginya jumlah pengunjung.
Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Batu Nomor 658.1/3702/35.79.410/2025 tentang Doa Bersama bagi Korban Bencana serta Penanganan Sampah Natal dan Tahun Baru. Dalam SE tersebut, pelaku wisata diminta menekan produksi sampah, salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Sebagai contoh, tidak menggunakan dekorasi dan atribut berbahan plastik sekali pakai, serta memilih material yang dapat digunakan kembali,” jelas Dian.
H3 Pengolahan Sampah Tetap Tuntas One Day Process
Selain pengurangan sumber sampah, pelaku wisata juga diwajibkan melakukan pemilahan secara mandiri. Pemilahan difokuskan pada sampah sisa makanan, kemasan plastik, dan sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan. Langkah ini dinilai mampu mempercepat dan mengefisienkan proses pengolahan.
Tak hanya menyasar pelaku usaha, edukasi juga diberikan kepada wisatawan. Dian mengimbau pengunjung membawa perlengkapan makan sendiri yang dapat digunakan berulang, seperti tumbler, set alat makan, dan sedotan.
Baca juga: 16 Ton Sampah di Kota Batu Masih Tercecer Setiap Hari, Ini Strategi Pemkot Atasi Masalah
Meski volume sampah meningkat, Dian memastikan tidak ada kendala berarti dalam penanganan selama Nataru. Seluruh timbulan sampah dapat dituntaskan melalui skema one day process. Optimalisasi alat pengolahan, seperti insinerator dan big composter di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung, turut mendukung kelancaran proses tersebut.
Di sisi lain, Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse and Recycle (TPS3R) juga memaksimalkan seluruh fasilitas yang tersedia. Dengan langkah tersebut, DLH memastikan seluruh sampah dapat terolah 100 persen setiap harinya.
“Kemungkinan mulai pekan depan kondisinya sudah lebih landai karena sudah memasuki arus balik dan hari kerja efektif,” pungkas Dian.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko


















