Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Lagi, Dugaan Kekerasan di Lingkungan Pesantren Terjadi di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Desember 24, 2022 6:18 pm
in Peristiwa
Erfan Effendi (kiri) bersama GP (kanan) yang memegang hasil X-ray kondisi giginya.

Erfan Effendi (kiri) bersama GP (kanan) yang memegang hasil X-ray kondisi giginya. Foto/Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Setelah dugaan kekerasan pada santri terjadi di pesantren An Nur 1 Bululawang, kini dugaan kekerasan di pesantren kembali terjadi di Kabupaten Malang. Tepatnya, di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syadzili, Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dugaan kekerasan itu dialami oleh GP (12), siswa kelas 7 di Ponpes tersebut. Dia harus menjalani operasi di RS Lavalette, Kota Malang, karena tiga giginya lepas setelah diinjak oleh temannya.

READ ALSO

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Atas peristiwa tersebut, maka GP hanya boleh makan makanan lunak dan bagian mulutnya tidak boleh terbentur selama dua tahun.

Kronologi Kejadian

Kepada wartawan Tugumalang.id, GP menceritakan bahwa dugaan kekerasan tersebut terjadi pada Kamis (22/12/2022) pagi.  Saat itu, ia sedang tidur-tiduran di kamarnya usai kegiatan khataman.

Pada kegiatan khataman, GP sempat menerima ledekan dari teman-temannya karena hafalan Qurannya tidak lancar. GP balas meledek meski tidak secara verbal. Ia menunjukkan jari berbentuk hati seperti yang sedang tren di kalangan anak muda.

“Terus ada yang enggak suka. Dia manas-manasi (memprovokasi). Padahal saya sudah minta maaf,” ujar GP saat ditemui di rumahnya di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Sabtu (24/12/2022).

Dari terduga pelaku, GP mendapat pukulan di kepala, tendangan di paha dan pinggul kanan, serta injakan di bagian mulut hingga tiga gigi depannya lepas.

Teman-teman GP segera melerai dan menarik terduga pelaku ke luar kamar. Salah seorang dari mereka pun menyadari bahwa gigi GP telah lepas akibat kejadian tersebut.

“Saya enggak merasakan apa-apa, tiba-tiba ke luar darah. Terus yang tahu gigi saya lepas itu teman saya,” kata GP.

GP mendapat pertolongan pertama di Unit Kesehatan Pondok (UKP). Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Pakis oleh pihak ponpes, namun tidak diterima. Mereka lalu menuju ke dokter spesialis gigi, namun harus menunggu pukul 16.00.

Pada siang hari, orangtua GP datang ke ponpes untuk mengantar baju dan makanan. Begitu mendapati anak mereka dalam keadaan terluka, mereka langsung membawanya ke Rumah Sakit Lavalette untuk mendapat penanganan.

Menurut GP, serta menurut catatan pondok, baik yang memprovokasi, maupun yang diduga melakukan kekerasan tidak memiliki catatan buruk. Mereka dikenal sebagai santri baik-baik.

GP juga mengatakan bahwa terduga pelaku bukan teman sekelas maupun teman sekamarnya. Mereka hanya sering berpapasan saja karena kamar mereka berada di satu lorong.

Upaya Keluarga Korban

Erfan Effendi (35), ayah korban, mengatakan dirinya akan menempuh jalur hukum terkait kasus ini. “Sore ini hasil visumnya keluar. Insya Allah hari Senin akan melapor ke polisi,” kata Erfan.

Meski berharap terduga pelaku mendapat hukuman agar jera, Erfan mengatakan dirinya akan melihat dari itikad baik dari sisi keluarga terduga pelaku. Menurutnya, hingga saat ini komunikasi mereka masih dijembatani oleh ponpes.

“Yang saya tuntut, pelaku harus dikeluarkan dari pondok. Soalnya kami melihat masa depan teman-teman yang lain, agar tidak jatuh korban berikutnya,” kata Erfan.

Dari pihak ponpes sendiri, Erfan mengatakan mereka sudah datang ke rumah untuk menjenguk GP dan melakukan upaya mediasi. Ke depannya, GP akan mengikuti pelajaran secara daring. Sementara untuk hafalan Quran akan dilakukan di rumah salah satu ustaz ponpes yang tak jauh dari rumahnya.

“Pondok menginginkan untuk anak saya ini tetap dikasih fasilitas sampai sekarang. Nanti juga ada guru BK dan psikolog. Jadi pihak pondok bertanggung jawab,” imbuh Erfan.

Sementara itu, pihak ponpes Asy-Syadzili belum memberikan keterangan apapun terkait peristiwa ini. Wartawan Tugu Malang ID sudah mengunjungi ponpes tersebut untuk meminta keterangan, namun tidak ada yang menemui.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: Headlinekabupaten malangKekerasan PesantrenPesantrensantri

Related Posts

Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi
Peristiwa

Bikin Geleng Kepala, Lapak Buah di Kedungkandang Malang Punya Fasilitas Kasur, TV hingga WiFi

Rabu, 30 Sep 2026
Anggota DPRD Kabupaten Malang Dikabarkan Ditangkap Gara-gara Narkoba, Gerindra: Belum Terima Konfirmasi Resmi
Peristiwa

Gerindra Buka Suara Soal Dugaan DPRD Kabupaten Malang Ditangkap Terkait Narkoba bersama Perempuan

Rabu, 30 Sep 2026
Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf
Peristiwa

Mantan Kepala Sekolah SMPN 18 Malang Minta Maaf

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Ilustrasi.

Mahasiswi UM Tewas di Kamar Kos, Keluarga Sebut Ada Luka Tusuk di Leher

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.