Tugumalang.id – Pedagang di Pasar Bunga Bratang Surabaya menghadapi tantangan naik turunnya omzet yang tak terduga. Namun, mereka tetap dapat mengembangkan usaha dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.
Sebanyak 52 pedagang di pasar ini telah bergabung dalam program Klasterku BRI, yang memberikan akses kemudahan pengajuan pinjaman mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Citra Kurniasari (30), salah satu pedagang, mengaku sangat terbantu dengan program KUR BRI. Bahkan, ia telah dua kali mengajukan pinjaman.
“Pinjaman pertama saya sudah lunas, lalu saya ajukan lagi untuk modal usaha,” ujar Citra.
Baca juga: Cerita Fitri Kurnia Raup Jutaan Rupiah Per Bulan dengan Jadi Agen BRILink
Perempuan yang meneruskan usaha milik orang tuanya ini menyebut ia pernah mengajukan pinjaman sebesar Rp50 juta dengan anguran Rp2 juta per bulan. Setelah lunas, ia kembali mengajukan pinjaman dengan jumlah yang lebih besar.

Pedagang lainnya, Edi Urbayanto, 58, juga telah merasakan manfaat dari KUR BRI yang ia ajukan di tahun 2024 lalu. Ia merasakan di 3-4 tahun terakhir, perekonomian naik turun dan berpengaruh pada penjualan bunga. Namun, ia tetap bisa berjualan berkat kemudahan pinjaman KUR BRI.
“Pinjaman saya gunakan untuk kulakan,” kata pria yang telah berjualan di Pasar Bunga Bratang sejak tahun 1986 ini.
Saat ini, kios yang ia tempat bersifat sewa. Meski demikian, ia tetap bisa mendapatkan KUR BRI asalkan mengantongi izin dari PD Pasar Surya selaku pengelola pasar.
“Di sini kami (punya) hak sewa tapi tetap bisa mendapatkan pinjaman KUR,” ujar Edi.
Baca juga: Agen BRILink Bantu Pedagang Pasar Bunga Bratang Surabaya Menabung Tanpa ke Bank
Mantri BRI Unit Bratang Surabaya, Widya Arini mengatakan sebanyak 52 pedagang yang tergabung dalam Klusterku memang diwajibkan memiliki rekening BRI. Akan tetapi, mereka tidak diwajibkan mengajukan KUR.
Meski demikian, cukup banyak pedagang yang mengajukan KUR karena membantu mereka mengembangkan usaha. Ia pun terbuka pada pedagang yang selama ini hanya menabung dan baru mengajukan KUR di kemudian hari.
“Misal ada pedagang yang mau mengajukan pinjaman karena ingin membeli stan tanpa menggunakan uang tabungannya, itu juga bisa,” kata Arin.
Dengan adanya program ini, pedagang pasar mendapatkan solusi permodalan yang mudah dan terjangkau untuk mengembangkan usahanya tanpa harus menghadapi kendala finansial yang besar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur jatmiko





























