Malang, Tugumalang.id – Bagi Nur Ikhsan Hadi, perjalanan meraih gelar sarjana Teknik Industri S-1 di Fakultas Teknologi Industri (FTI), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), bukan sekadar proses akademik biasa. Ia harus menempuh perjuangan fisik dan mental selama 3,5 tahun dengan rutinitas pulang-pergi (PP) dari Kepanjen, Kabupaten Malang ke Kampus 2 Karanglo.
Perjalanan panjang setiap hari di bawah terik matahari, kondisi kulit yang belang, hingga risiko di jalan menjadi bagian dari kesehariannya selama menempuh pendidikan.
“Ingat, BBM mahal, jadi tidak ada alasan buat malas-malasan,” selorohnya saat dihubungi melalui WhatsApp, mengenang masa perjuangannya.
Rutinitas perjalanan jauh tidak menyurutkan semangat Ikhsan dalam menyelesaikan studinya tepat waktu. Disiplin dan konsistensi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan selama kuliah.
Ia menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk terus bergerak maju, bukan sebagai alasan untuk menyerah. Baginya, setiap perjalanan adalah bagian dari proses pembentukan karakter.
Tembus Mayora Sebelum Wisuda Resmi

Kerja keras Ikhsan berbuah manis. Bahkan sebelum resmi dikukuhkan dalam Wisuda ke-75 Periode I akhir April 2026, ia sudah lebih dulu menembus dunia industri.
Ia diterima bekerja di PT Mayora Indah Tbk Purwosari sebagai staf Production Planning and Inventory Control (PPIC), posisi strategis yang berperan penting dalam kelancaran proses produksi.
Baca juga: IPK Sempurna dan Kisah Inspiratif Warnai Wisuda ke-75 ITN Malang: Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Bukti Daya Saing
Bagi sebagian mahasiswa, mata kuliah PPIC kerap dianggap kompleks karena penuh perhitungan dan perencanaan. Namun, bagi Ikhsan, bidang ini justru menjadi passion yang ia tekuni sejak di bangku kuliah.
“Saya memang orangnya suka planning. Hal kecil saja sering saya buatkan dokumennya supaya rapi. PPIC itu jantungnya produksi. Kalau jadwal tidak sesuai, siap-siap saja beradu argumen dengan divisi lain,” ujarnya sambil tertawa.
Ia mengungkapkan bahwa ilmu dari dosen favoritnya, Ibu Emmalia Adriantantri, sangat relevan dengan kebutuhan di dunia kerja. Meski tidak semua rumus dapat diterapkan secara langsung, pola berpikir sistematis seperti peramalan hingga perencanaan kapasitas produksi menjadi bekal utama.
Proses Rekrutmen di Tengah Pemulihan Operasi

Perjalanan menuju Mayora tidak dilalui dengan mudah. Ikhsan justru mengikuti proses rekrutmen saat sedang dalam masa pemulihan pasca operasi kaki kiri pada Ramadan.
Dua hari setelah operasi, ia tetap nekat melamar pekerjaan melalui informasi yang ia temukan di Instagram. Proses seleksi pun dilalui secara bertahap, mulai dari psikotes online hingga wawancara user yang berlangsung pada hari ketiga Lebaran.
“Alhamdulillah, 10 April sudah dapat offering letter. Rasanya campur aduk, senang tapi deg-degan nunggu hasil MCU. Begitu dinyatakan fit, langsung onboarding,” kenangnya.
Baca juga: ITN Malang Godok Strategi Masa Depan: Targetkan Jadi Kampus Teknologi Unggul Berbasis Green Tech
Selain itu, Ikhsan juga mencatatkan berbagai prestasi selama kuliah, di antaranya:
- Masuk Top 10 Duta Kampus ITN Malang 2024
- Aktif dalam publikasi jurnal Sinta 4
- Terlibat dalam pengabdian masyarakat terkait pewarna batik alami di Singosari dan Purwosari
Meski memiliki banyak pencapaian, Ikhsan tetap rendah hati. Ia mengaku telah mengirim lebih dari 50 lamaran kerja sejak lulus seminar hasil pada Desember 2025.
“Bukan saya yang hebat, tapi doa orang tua yang selalu terpanjat. Buat teman-teman, jangan malas. Kalau merasa malas, ingat orang tua yang harus ditinggikan derajatnya,” pesannya.
Alumnus SMKS Muhammadiyah 1 Kepanjen, Jurusan Teknik Kimia ini juga mengungkapkan bahwa pilihannya berkuliah di ITN Malang didasari oleh rekomendasi guru, mengingat reputasi lulusan tekniknya yang telah dikenal luas.
Kini, ia membuktikan bahwa lulusan Kampus Teknologi dan Inovasi ITN Malang mampu bersaing di dunia industri. Ke depan, Ikhsan menargetkan untuk terus berkembang dalam kariernya agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis ITN Malang
redaktur: jatmiko





























