Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Potensi Tembus 16.000 Ton per Tahun, Kopi Lereng Kawi Perlu Terus Diorbitkan

Redaksi by Redaksi
Desember 6, 2024 7:57 am
in News
Kopi merah jambuwer. Dok buari untuk tugumalang.id

Kopi merah jambuwer. Foto/Dok buari untuk tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jelang digelarnya Festival Kopi Nusantara II Lereng Kawi, puluhan petani kopi ikuti sarasehan di Wisata Jowaran dan Rumah Limasan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Rabu (4/11/2024).

Hadir beberapa stakeholder dari berbagai elemen. Dari kalangan Legislatif, hadir Hikmah Bafaqih, Anggota Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur; Winartono, M.I.Kom, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Pendamping Desa Kemendesa PDT Kabupaten Malang; Rurid Rudianto, tokoh penting petani kopi Lereng Kawi; Muhammad Imron, Akademisi dari Universitas Raden Rahmat Malang; dan beberapa tokoh penting lainnya.

READ ALSO

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Baca Juga: Pemkot Batu Ajak Petani Alih Komoditas Kopi Agar Tak Kerap Merugi

Sebagai keynote speaker Muhammad Imron, dari Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang yang menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Pengurangan Risiko Bencana dan Riset Desa menjelaskan tujuan adanya Festival Kopi II Lereng Kawi 2024.

Peserta dan narasumber sarasehan, rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.
Peserta dan narasumber sarasehan, rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.

Menurutnya, digelarnya Festival Kopi Nusantara II, terdapat beberapa tujuan yang ditargetkan. Yaitu, mempromosikan kopi lokal dan produk unggulan, memberdayakan ekonomi masyarakat lokal, meningkatkan edukasi tentang kopi dan budaya lokal, menginisiasi festival sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, mendorong partisipasi dan kolaborasi antar pelaku eskosistem kopi dan seni, dan melestarikan seni budaya topeng panji.

”Itu adalah target dari tujuan jangka pendek dengan adanya festival kopi semacam ini. Sedangkan tujuan jangka panjangnya, adalah agar menjadi inisiasi untuk meningkatkan daya tarik wisata Lereng Kawi Experiental Tourism,” terangnya.

Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Kembali Tanam Kopi di Kawasan Agroforestry Lereng Gunung Arjuno

Gagasan Experiental tourism ini, lanjutnya, adalah upaya untuk menyatukan beragam potensi yang dimiliki oleh desa-desa di kawasan Lereng Kawi. Untuk saat ini, sudah terdapat beberapa pihak yang turut serta berkolaborasi untuk mewujudkannya.

Peserta sarasehan menjelang festival Kopi Nusantara, Rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.
Peserta sarasehan menjelang Festival Kopi Nusantara II, Rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.

“Di antaranya adalah Dirjen Budaya, Unira Malang, Pemerintah Desa Balesari, Desa Jambuwer, Desa Sumberdem dan Desa Ngajum Kecamatan Ngajum. Harapannya ada banyak lagi pihak yang turut terlibat dan berpartisipasi aktif dalam membangun wisata berbasis pengalaman ini,” harapnya.

Sementara itu, Rurid Rudianto, petani kopi Desa Jambuwer yang juga berkesempatan memberikan gagasannya, mengajak petani kopi untuk membuat komunal kopi Lereng Kawi.

Walaupun diakui bahwa pada tiap kawasan sebenarnya sudah memiliki brand di masing-masing desa, akan tetapi upaya persepsi mengatasnamakan Kopi Lereng Kawi adalah cita-cita besar untuk bisa diwujudkan.

“Dengan nama Kopi Lereng Kawi ini adalah payung besarnya. Sebab, data telah ada dan kongkrit. 5 Kecamatan yang meliputi Kecamatan Dau, Kecamatan Wagir, Kecamatan Ngajum, Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Kromengan, potensi kopinya sudah tembus 16.000 ton/tahun. Dan, kualitas kopi itu bisa diperbaiki bersama sehingga harga jual kopi bisa tinggi,” jelasnya.

Tentu saja, upaya semacam ini agar bisa terus terawat, maka kita harus komitmen untuk menjaga 3K. Yaitu Kuantitas, Kualitas, dan Kontinuitas.

”Jika hal ini telah menjadi komitmen bersama, maka harapan untuk mewujudkan brand Kopi Lereng Kawi dapat dipenuhi oleh komunitas petani kopi Lereng Kawi yang pada dasarnya telah memiliki potensi kopi yang besar,” sambungnya.

Sisi lain, Hikmah Bafaqih, M.Pd., Anggota DPRD Jawa Timur yang turut serta hadir pada sarasehan tersebut, menyampaikan dorongan agar petani kopi juga bergerak untuk mengunduh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Malang sendiri.

”Dengan potensi besar yang ada di Lereng Kawi, dalam hal ini tentang kopi, maka sudah seharusnya pemerintah Kabupaten Malang dapat mendukung dan berperan aktif dalam peningkatan sumberdaya yang ada di Lereng Kawi ini,” papar Mbak Ema, sapaan akrab Hikmah Bafaqih.

Upaya tersebut, menurut Mbak Ema yang merupakan Wakil Ketua I pada Komisi E di DPRD Jawa Timur, muncul ide untuk menginisiasi dan berusaha mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Malang untuk diadakannnya Sistem Resi Gudang Kopi (SRG Kopi) Lereng Kawi.

”Dengan adanya SRG KOPI ini, akan menjadi instrumen perdagangan bagi petani kopi untuk memperoleh harga jual yang baik dan pembiayaan produksi,” ungkapnya.

Tapi demikian, lanjutnya, Kopi Lereng Kawi yang mempunyai kualitas terbaik ini, harus bisa menjadi hal baik yang bukan hanya bisa di nikmati oleh orang kota atau orang luar saja. Namun kopi dengan kualitas yang baik ini, juga harus dinikmati oleh kalangan sendiri.

Menanggapi hal itu, Winartono, yang hadir mendampingi dalam memfasilitasi suksesnya acar tersebut, ia manyampaikan bahwa acara ini dipandang sudah lengkap dan terukur.

”Ini (acara sarasehan.red) sudah pas. Ada unsur pelaku yaitu kelompok petani kopi, ada akademisi, ada pemerintah Desa, dan unsur pengambil kebijakan,” terangnya.

Alumni Magister FISIP Universitas Brawijaya ini berharap Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT harus menyambut dengan antusias.

“Hal ini mahal lho. TPP, dan termasuk pula Pemerintah, bahkan tak mudah memunculkan praktik inisiasi semacam ini. Syukur-syukur kita bisa jadi katalisator perbaikan atau ide kreatif pemberdayaan,” imbuhnya,

Ia malah mencontohkan ide membranding “Kopi Lereng Kawi” atau semisalnya. “Ya selama ini kopi Malang brand yang muncul keluar masih wilayah Dampit dan sekitarnya,” kata Cak Win.

“Yang terpenting, kita harus senantiasa berusaha menjadi bagian dari solusi. Ini bisa kita mulai dari hal kecil. Biar keberdayaan masyarakat dan desa tidak sulapan, menjadi semacam atraksi sirkus, atau gimmick tapi kosong,” pungkasnya sambil memasang senyum.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis

Editor: Herlianto. A

Tags: Festival Kopi Nusantarakabupaten malangkopiKopi Lereng Kawi

Related Posts

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah
News

RSUD Kanjuruhan Masuk Green Book Bappenas, Gedung dan Layanan KJSU Bakal Ditambah

Senin, 31 Agu 2026
Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang
News

Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Tembus 6,4 Juta Orang

Senin, 31 Agu 2026
Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta
News

Kandang Ayam di Kota Batu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp600 Juta

Senin, 31 Agu 2026
66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang
News

66 Angkot Pelajar Gratis Mulai Beroperasi di Kota Malang

Senin, 31 Agu 2026
Muktamar NU ke-35 Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU
News

Muktamar ke-35 NU Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU

Senin, 31 Agu 2026
Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan
Advertorial

Gus Muhaimin Dorong Pesantren Jadi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Kemajuan

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
Pemantauan perbaikan infrastruktur jalan di Kota Batu jelang tahun baru 2025. Foto: Azmy

Sambut Tahun Baru 2025, Kota Batu Kebut Perbaikan Infrastruktur Jalan hingga Trotoar

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.