Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Potensi Tembus 16.000 Ton per Tahun, Kopi Lereng Kawi Perlu Terus Diorbitkan

Redaksi by Redaksi
Desember 6, 2024 7:57 am
in News
Kopi merah jambuwer. Dok buari untuk tugumalang.id

Kopi merah jambuwer. Foto/Dok buari untuk tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Jelang digelarnya Festival Kopi Nusantara II Lereng Kawi, puluhan petani kopi ikuti sarasehan di Wisata Jowaran dan Rumah Limasan, Desa Jambuwer, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Rabu (4/11/2024).

Hadir beberapa stakeholder dari berbagai elemen. Dari kalangan Legislatif, hadir Hikmah Bafaqih, Anggota Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur; Winartono, M.I.Kom, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Pendamping Desa Kemendesa PDT Kabupaten Malang; Rurid Rudianto, tokoh penting petani kopi Lereng Kawi; Muhammad Imron, Akademisi dari Universitas Raden Rahmat Malang; dan beberapa tokoh penting lainnya.

READ ALSO

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Baca Juga: Pemkot Batu Ajak Petani Alih Komoditas Kopi Agar Tak Kerap Merugi

Sebagai keynote speaker Muhammad Imron, dari Universitas Raden Rahmat (Unira) Malang yang menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Pengurangan Risiko Bencana dan Riset Desa menjelaskan tujuan adanya Festival Kopi II Lereng Kawi 2024.

Peserta dan narasumber sarasehan, rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.
Peserta dan narasumber sarasehan, rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.

Menurutnya, digelarnya Festival Kopi Nusantara II, terdapat beberapa tujuan yang ditargetkan. Yaitu, mempromosikan kopi lokal dan produk unggulan, memberdayakan ekonomi masyarakat lokal, meningkatkan edukasi tentang kopi dan budaya lokal, menginisiasi festival sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, mendorong partisipasi dan kolaborasi antar pelaku eskosistem kopi dan seni, dan melestarikan seni budaya topeng panji.

”Itu adalah target dari tujuan jangka pendek dengan adanya festival kopi semacam ini. Sedangkan tujuan jangka panjangnya, adalah agar menjadi inisiasi untuk meningkatkan daya tarik wisata Lereng Kawi Experiental Tourism,” terangnya.

Baca Juga: Pj Wali Kota Batu Kembali Tanam Kopi di Kawasan Agroforestry Lereng Gunung Arjuno

Gagasan Experiental tourism ini, lanjutnya, adalah upaya untuk menyatukan beragam potensi yang dimiliki oleh desa-desa di kawasan Lereng Kawi. Untuk saat ini, sudah terdapat beberapa pihak yang turut serta berkolaborasi untuk mewujudkannya.

Peserta sarasehan menjelang festival Kopi Nusantara, Rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.
Peserta sarasehan menjelang Festival Kopi Nusantara II, Rabu (4/12/2024) lalu. Foto: dok.

“Di antaranya adalah Dirjen Budaya, Unira Malang, Pemerintah Desa Balesari, Desa Jambuwer, Desa Sumberdem dan Desa Ngajum Kecamatan Ngajum. Harapannya ada banyak lagi pihak yang turut terlibat dan berpartisipasi aktif dalam membangun wisata berbasis pengalaman ini,” harapnya.

Sementara itu, Rurid Rudianto, petani kopi Desa Jambuwer yang juga berkesempatan memberikan gagasannya, mengajak petani kopi untuk membuat komunal kopi Lereng Kawi.

Walaupun diakui bahwa pada tiap kawasan sebenarnya sudah memiliki brand di masing-masing desa, akan tetapi upaya persepsi mengatasnamakan Kopi Lereng Kawi adalah cita-cita besar untuk bisa diwujudkan.

“Dengan nama Kopi Lereng Kawi ini adalah payung besarnya. Sebab, data telah ada dan kongkrit. 5 Kecamatan yang meliputi Kecamatan Dau, Kecamatan Wagir, Kecamatan Ngajum, Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Kromengan, potensi kopinya sudah tembus 16.000 ton/tahun. Dan, kualitas kopi itu bisa diperbaiki bersama sehingga harga jual kopi bisa tinggi,” jelasnya.

Tentu saja, upaya semacam ini agar bisa terus terawat, maka kita harus komitmen untuk menjaga 3K. Yaitu Kuantitas, Kualitas, dan Kontinuitas.

”Jika hal ini telah menjadi komitmen bersama, maka harapan untuk mewujudkan brand Kopi Lereng Kawi dapat dipenuhi oleh komunitas petani kopi Lereng Kawi yang pada dasarnya telah memiliki potensi kopi yang besar,” sambungnya.

Sisi lain, Hikmah Bafaqih, M.Pd., Anggota DPRD Jawa Timur yang turut serta hadir pada sarasehan tersebut, menyampaikan dorongan agar petani kopi juga bergerak untuk mengunduh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah Kabupaten Malang sendiri.

”Dengan potensi besar yang ada di Lereng Kawi, dalam hal ini tentang kopi, maka sudah seharusnya pemerintah Kabupaten Malang dapat mendukung dan berperan aktif dalam peningkatan sumberdaya yang ada di Lereng Kawi ini,” papar Mbak Ema, sapaan akrab Hikmah Bafaqih.

Upaya tersebut, menurut Mbak Ema yang merupakan Wakil Ketua I pada Komisi E di DPRD Jawa Timur, muncul ide untuk menginisiasi dan berusaha mengajukan kepada Pemerintah Kabupaten Malang untuk diadakannnya Sistem Resi Gudang Kopi (SRG Kopi) Lereng Kawi.

”Dengan adanya SRG KOPI ini, akan menjadi instrumen perdagangan bagi petani kopi untuk memperoleh harga jual yang baik dan pembiayaan produksi,” ungkapnya.

Tapi demikian, lanjutnya, Kopi Lereng Kawi yang mempunyai kualitas terbaik ini, harus bisa menjadi hal baik yang bukan hanya bisa di nikmati oleh orang kota atau orang luar saja. Namun kopi dengan kualitas yang baik ini, juga harus dinikmati oleh kalangan sendiri.

Menanggapi hal itu, Winartono, yang hadir mendampingi dalam memfasilitasi suksesnya acar tersebut, ia manyampaikan bahwa acara ini dipandang sudah lengkap dan terukur.

”Ini (acara sarasehan.red) sudah pas. Ada unsur pelaku yaitu kelompok petani kopi, ada akademisi, ada pemerintah Desa, dan unsur pengambil kebijakan,” terangnya.

Alumni Magister FISIP Universitas Brawijaya ini berharap Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kemendesa PDT harus menyambut dengan antusias.

“Hal ini mahal lho. TPP, dan termasuk pula Pemerintah, bahkan tak mudah memunculkan praktik inisiasi semacam ini. Syukur-syukur kita bisa jadi katalisator perbaikan atau ide kreatif pemberdayaan,” imbuhnya,

Ia malah mencontohkan ide membranding “Kopi Lereng Kawi” atau semisalnya. “Ya selama ini kopi Malang brand yang muncul keluar masih wilayah Dampit dan sekitarnya,” kata Cak Win.

“Yang terpenting, kita harus senantiasa berusaha menjadi bagian dari solusi. Ini bisa kita mulai dari hal kecil. Biar keberdayaan masyarakat dan desa tidak sulapan, menjadi semacam atraksi sirkus, atau gimmick tapi kosong,” pungkasnya sambil memasang senyum.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Sumber: Rilis

Editor: Herlianto. A

Tags: Festival Kopi Nusantarakabupaten malangkopiKopi Lereng Kawi

Related Posts

AKBP Panji Gedhe Prawaba pimpinan baru Polres Batu saat disambut tradisi pedang pora. Foto: Dok.
News

Polres Batu Dipimpin AKBP Panji Gedhe Prabawa Eks Satgas Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah

Jumat, 16 Okt 2026
Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo (kiri) dan Kepala Eksekutif OJK Hasan Fawzi saat meninjau potensi karbon mangrove di Pantai CMC Tiga Warna. Foto: Azmy
News

BAKN RI dan OJK Dorong Pantai CMC Tiga Warna Jadi Pionir Perdagangan Karbon Berbasis Komunitas

Kamis, 15 Okt 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA
News

Tingkat Pengangguran Terbuka di Kota Batu Melonjak, Didominasi Lulusan SMA

Kamis, 15 Okt 2026
DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Next Post
Pemantauan perbaikan infrastruktur jalan di Kota Batu jelang tahun baru 2025. Foto: Azmy

Sambut Tahun Baru 2025, Kota Batu Kebut Perbaikan Infrastruktur Jalan hingga Trotoar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.