Tugumalang.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang mulai mematangkan strategi untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Seluruh pelatih cabang olahraga (Cabor) dikumpulkan dalam agenda Sosialisasi Peningkatan Prestasi Olahraga Kota Malang pada Kamis (24/9/2026).
Sekretaris KONI Kota Malang, Joko Purwosusanto mengatakan bahwa Kota Malang memasang target 222 medali emas untuk Porprov Jatim 2027 mendatang. Target itu menjadi upaya meningkatkan capaian prestasi Kota Malang pada gelaran porprov. Mengingat, Kota Malang mendapat 139 emas di Porprov 2025.
Baca Juga: KONI Kabupaten Malang Bidik Runner-up Porprov Jatim 2027
“Kita targetnya luar biasa, dari 139 emas ke arah 222 emas. Setidaknya kita harus mengamankan di angka 200 medali,” kata Joko.
Untuk mengejar target tersebut, KONI Kota Malang mengumpulkan para kepala pelatih dari seluruh cabor. Menurutnya, pelatih menjadi ujung tombak dalam menyiapkan atlet sebelum bertanding.
“Selama ini komunikasi kita lebih banyak dengan pengurus cabor. Sekarang kami ingin membekali teman teman pelatih karena mereka yang menjadi ujung tombak di lapangan dalam mempersiapkan atlet,” ujarnya.
Strategi yang disiapkan tidak hanya meningkatkan kualitas atlet pada nomor yang selama ini diikuti. Pihaknya juga akan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi dengan membuka peluang pada nomor maupun cabor yang belum diikuti Kota Malang.
Baca Juga: Korban Desak Dugaan Pengeroyokan Libatkan Wakil Ketua KONI Kota Batu Diusut Tuntas
Joko mencontohkan cabang atletik. Dari 44 nomor yang tersedia, Kota Malang pada Porprov 2025 baru mengikuti 23 nomor. Artinya, masih terdapat nomor yang berpotensi menjadi tambahan perolehan medali.
“Masih banyak nomor yang belum kita ikuti. Itu peluang untuk mencapai peningkatan medali,” jelasnya.
Selain memperluas nomor pertandingan, KONI Kota Malang juga berencana mengukuhkan delapan cabor baru dalam Musyawarah Olahraga Kota (Muskot) yang dijadwalkan Desember 2026 mendatang. Beberapa di antaranya yakni domino, mini soccer hingga trail run.
Khusus trail run, Joko menyebut potensi atlet Kota Malang cukup besar. Ia mengatakan atlet atlet Malang selama ini kerap meraih prestasi dalam kejuaraan lari gunung di tingkat Jawa Timur.
Sementara untuk cabor yang membutuhkan sarana khusus, KONI mulai mencari skema kerja sama. Salah satunya drumband yang selama ini belum diikuti Kota Malang dalam Porprov. KONI berencana menggandeng sekolah yang telah memiliki fasilitas dan atlet drumband.
“Drumband itu ada 15 nomor. Kalau kita bisa ikut, tentu menjadi tambahan peluang medali,” katanya.
Menurutnya, pada Porprov 2025 Kota Malang baru mengikuti sekitar 74 persen dari keseluruhan nomor yang tersedia. Ditambah sejumlah cabor yang belum diikuti, KONI melihat masih terdapat ruang cukup besar untuk meningkatkan perolehan medali.
Dari sisi jumlah kontingen, KONI Kota Malang juga meningkatkan proyeksi atlet. Dalam Pra-Puslatkot, sebanyak 1.128 atlet telah masuk dalam surat keputusan, didampingi 235 pelatih. Jumlah tersebut meningkat dari rencana awal sekitar 700 atlet dan 200 pelatih.
“Kami optimis Kota Malang bisa meraih medali 222 emas sesuai target yang ditetapkan untuk Porprov 2027,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































