Malang – Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang (FK-UM) bekerja sama dengan SMKN 2 Malang meluncurkan program inovatif bertajuk FRESH (Fighting for a Respiratory-Enhanced Smoke-free and Healthy Green Campus).
Program ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang dijalankan secara konsisten sebagai upaya pencegahan kebiasaan merokok di kalangan remaja serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan hijau.
Masalah yang Mendesak
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Malang mencatat bahwa 29,2% remaja berusia 15–24 tahun merupakan perokok aktif. Angka ini dinilai mengkhawatirkan mengingat dampak jangka panjangnya terhadap kesehatan serta risiko sosial yang ditimbulkan.
Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya pengawasan di lingkungan sekolah dan kurangnya edukasi komprehensif mengenai bahaya asap rokok dan polusi udara akibat partikel berbahaya.
“Melalui FRESH, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama tentang bahaya rokok serta pentingnya menjaga kesehatan dan keberlanjutan lingkungan kampus,” ujar Dessy Amelia, S.Keb., Bd., M.Kes, Ketua Tim Pengabdian UM.
Baca juga: Cegah Stunting Sejak Remaja, FK UM dan FIK Kolaborasi Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Ponpes Assalafi Al Fitrah Surabaya
Solusi Melalui Program FRESH
FRESH hadir dengan pendekatan multi-dimensi yang menekankan pada edukasi, partisipasi, dan komitmen bersama.
Beberapa langkah strategis yang dijalankan antara lain:
Edukasi dan Peningkatan Kesadaran
Pelaksanaan sosialisasi tentang bahaya rokok di SMKN 2 Malang, disertai pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa terkait dampak rokok terhadap kesehatan dan lingkungan.
Deklarasi Sekolah Bebas Asap Rokok
Melalui kegiatan penandatanganan Signature Board, seluruh civitas SMKN 2 Malang menyatakan komitmennya untuk menciptakan lingkungan sekolah bebas asap rokok.
Aksi ini menjadi simbol nyata dan momentum penting dalam memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Implikasi Kebijakan dan Manfaat Jangka Panjang
Program FRESH tidak hanya sekadar kampanye kesehatan, melainkan investasi sosial jangka panjang.
Jika berhasil diterapkan secara luas, inisiatif ini diharapkan mampu:
Menekan angka perokok di kalangan remaja,
Mengurangi beban kesehatan masyarakat, serta
Mendukung komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3 – Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, serta SDG 11 – Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan.
Baca juga: Dosen FK UM Ajak Para Santri Ponpes Al Mustaqim Kenali Perubaan Fisik dan Emosi Diri Melalui Aplikasi e-Modul
Tantangan dalam Implementasi
Meskipun menjanjikan, pelaksanaan FRESH tidak lepas dari sejumlah tantangan, seperti:
Kepatuhan terhadap aturan bebas rokok yang membutuhkan dukungan konsisten dari siswa, guru, orang tua, dan pihak sekolah.
Keterbatasan pendanaan untuk modul edukasi dan kegiatan pengawasan.
Resistensi sosial, mengingat budaya merokok masih melekat di sebagian masyarakat, sehingga perubahan perilaku memerlukan waktu dan pendekatan komunikasi yang efektif.
Menuju Sekolah dan Kampus Sehat
Inisiatif FRESH menjadi langkah strategis dalam upaya menekan prevalensi perokok remaja di Kota Malang.
Dengan dukungan semua pihak, program ini berpotensi menjadi model nasional bagi sekolah dan kampus lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
“Program ini bukan hanya tentang melawan asap rokok,” tegas Dessy Amelia, “tetapi juga membangun budaya sehat dan menciptakan kampus hijau yang benar-benar ramah lingkungan. Deklarasi bersama melalui signature board menjadi bukti nyata komitmen kita semua.”
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis FK Universitas Negeri Malang
redaktur: jatmiko





























