Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kisah Ki Ageng Gribig, Tentang Apem Hangat dan Islamisasi di Malang

Redaksi by Redaksi
Juli 7, 2023 9:04 am
in Asli Malang
Ki Ageng Gribig, pahlawan nasional asal Malang.

Ki Ageng Gribig, pembawa ajaran Islam ke Malang. Foto/edited by TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Ki Ageng Gribig merupakan salah satu tokoh yang memiliki peranan penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Timur, terutama Malang. Banyak versi yang mengatakan nama aslinya, seperti Wasibagno Timur, Raden Ario Pamotjoeng dan Raden Mosi Bagono.

Disebutkan, bahwa Ki Ageng Gribig merupakan keturunan Prabu Brawijaya V, raja terakhir kerajaan Majapahit. Turut diyakini bahwa dia adalah putra dari Raden Mas Guntur atau Prabu Wasi Jaladara yang mana Raden Mas Guntur adalah putra Jaka Dolog yang merupakan putra Raja Brawijaya V.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Anehnya, makam Ki Ageng Gribig terdapat pada dua lokasi yang berbeda, yakni Malang, Jawa Timur, dan juga Klaten, Jawa Tengah. Hal inilah yang membuat banyaknya versi cerita yang berbeda tentangnya.

Baca Juga: KH Masjkur, Pahlawan Nasional Asal Malang yang Sempat Jadi Menteri di Era Kemerdekaan

Namun, menurut sejarawan asal Universitas Negeri Malang, Mudzakir Dwi Cahyono, yang dilansir melalui INews Jatim, bahwa Gribig bukanlah nama orang, melainkan nama daerah yang mulanya terdapat di Malang.

Perjalanan dia di Malang, pada salah satu versi dimulai dengan diberikan tugas untuk menyebarkan agama Islam dari Kerajaan Mataram Islam.

Ki Ageng Gribig berhasil dengan santun dan bijak meyakinkan banyak penduduk setempat untuk memeluk Islam. Dia menggunakan metode yang adaptif dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat Malang saat itu. Ia juga membangun hubungan baik dengan tokoh masyarakat setempat.

Tak hanya berjasa dalam menyebarkan agama Islam, Ki Ageng Gribig juga turut andil dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan Islam di Malang. Salah satu caranya dengan membangun pondok pesantren untuk digunakan sebagai tempat belajar mengaji dan belajar ilmu-ilmu agama.

Baca Juga: Kacung Permadi Pahlawan Asal Pujon Malang Berjuang Mengusir Belanda

Selain ilmu keagamaan, juga turut membudayakan pembelajaran seni maupun sastra yang masih berhubungan erat dengan ajaran agama yang disebar luaskannya.

Maka diajarkanlah beragam seni, seperti syair, tembang, wayang, dan gamelan. Bahkan, ia diyakini sebagai pencipta salah satu jenis gamelan khas Malang, yaitu gamelan gribig.

Ki Ageng Gribig wafat pada 1679 yang kemudian dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ki Ageng Gribig terletak di jalan Ki Ageng Gribig Gang II, kelurahan Madyopuro, kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Sebenarnya, makam Ki Ageng Gribig tidak hanya ada di Kota Malang saja. Makamnya juga berada di Desa Krajan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah. Setiap Ki Ageng Gribig merayakan haul, warga setempat mengikuti tradisi Saparan Yaqowiyu.

Tradisi berbagi kue apem kepada para pengunjung. Tradisi ini biasanya dilaksanakan pada tanggal 15 bulan Safar dalam penanggalan Hijriah.

Tradisi ini bermula ketika Ki Ageng Gribig pulang dari tanah suci membawa oleh-oleh kue apem. Anehnya, kue yang dibawa oleh Ki Ageng Gribig tersebut masih hangat. Para santri pun berebut mendapatkan oleh-oleh tersebut. Karena tidak cukup, maka Nyi Ageng Gribig membuat apem yang dibagikan kepada penduduk Jatinom.

Terlepas dari beragam versi ceritanya, kita ditunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan sesuai dengan caranya menyebarkan ajaran Islam.

Hal ini juga menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan budaya lokal. Namun justru dapat menciptakan sinergi dan melebur dengan budaya bangsa yang ada.

Penulis: Muhammad Tito Syahrul Ramadhan (Magang)

Editor: Herlianto. A

Tags: Islam di MalangKi ageng GribigPahlawanSejarah Ki Ageng Gribig

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Ilustrasi pentingnya menjaga kesehatan mental bagi semua kalangan.

Apa Itu Kesehatan Mental dan Cara Menjaganya

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.