Sabtu, Oktober 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kisah Eyang Djugo, Guru Spiritual Pangeran Diponegoro yang Dimakamkan di Gunung Kawi

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2022 6:56 pm
in Asli Malang
eyang djugo

Pendopo tempat makam Eyang Djugo dan Raden Mas Imam Sujono berada. Foto: Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Eyang Djugo atau Kyai Zakaria II adalah sosok yang dikagumi karena ilmunya serta kesaktiannya. Makamnya yang terletak di lereng Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, masih ramai dikunjungi peziarah kendati telah wafat 151 tahun yang lalu.

Eyang Djugo memiliki nama asli Raden Mas Soerjokoesoemo atau Raden Mas Kromodirejo. Ia merupakan keturunan dari Kasunanan Surakarta.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Pada masa perang Jawa, di tahun 1825-1830, ia turut angkat senjata melawan Belanda bersama Pangeran Diponegoro. Ia juga merupakan guru spiritual Pangeran Diponegoro.

“Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda, beliau tidak angkat senjata lagi. Beliau memilih jalur penyebaran ilmu,” kata Putri, Administator Media Sosial Pesarean Gunung Kawi.

Eyang Djugo kemudian memutuskan untuk mengembara dan menyebarkan ajaran Islam hingga ke Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Di sana, ia bertemu dengan peternak lokal. Saat ditanya siapa namanya, Eyang Djugo menjawab: “Saya Sajugo (saya seorang diri).” Pada waktu itu, memang ia mengembara sendirian. Warga setempatpun mengira Sajugo adalah nama dari Raden Mas Kromodirejo sehingga mereka memanggilnya Eyang Djugo.

Suatu ketika, Desa Jugo dilanda wabah kolera. Warga yang sakit kemudian ditolong oleh Eyang Djugo dengan meminumkan air yang sudah diberi doa. Pasien yang meneguk air tersebut kemudian sembuh. Hal tersebut terus ia lakukan hingga wabah kolera musnah dari Desa Jugo. “Dari situ kemudian beliau menjadi tokoh yang dihormati,” imbuh Putri.

Konon, Eyang Djugo mengambil air yang telah diberi doa dari tiga buah guci. Dua di antaranya saat ini berada di Pesarean Gunung Kawi.

eyang djugo
Guci milik Eyang Djugo yang konon digunakan untuk menampung air yang diberi doa. Foto: Aisyah Nawangsari

Sebelum meninggal, Eyang Djugo berpesan agar jenazahnya dimakamkan di sebuah bukit di lereng Gunung Kawi. Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti alasan ia ingin dimakamkan di wilayah itu.

Oleh muridnya, Raden Mas Imam Sujono, keinginan tersebut dipenuhi. Ia dan pengikutnya melakukan babat alas hingga ke lereng Gunung Kawi yang saat ini menjadi lokasi pesarean tersebut.

“Raden Mas Imam Sujono ini adalah murid kinasih Eyang Djugo. Sudah dianggap seperti anaknya sendiri,” kata Putri.

Eyang Djugo wafat pada tanggal 1 Sela tahun 1799 Dal atau 22 Januari 1871 Masehi. Ia dimakamkan di lereng Gunung Kawi seperti keinginannya.

Meski sosoknya telah lama tiada. Karisma dan keteladanan Eyang Djugo masih bertahan hingga saat ini. Terbukti hingga saat ini, makamnya masih banyak dikunjungi peziarah.

Bahkan, Bupati Malang, Sanusi turut menghadiri khol Eyang Djugo yang ke-151 pada Minggu (17/7/2022) bersama dengan Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi. “Ini adalah pendidikan rohani pada penerus Eyang Djugo agar tidak melupakan sejarah perjuangan para tokoh-tokoh,” ucap Sanusi.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: eyang djugokabupaten malangmalang

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
malang corruption watch

Malang Corruption Watch Minta Maaf Soal Dugaan Kekerasan Seksual

BERITA POPULER

  • 3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    3 Kecamatan Kabupaten Malang Jadi Kota Sekunder pada 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekomendasi Cafe Pinggir Sungai di Malang: Sajikan Tempat Ngopi yang Estetik dan Menyegarkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.