Tugumalang.id – Pendampingan dan pemberdayaan nasabah inklusi atau ultra mikro yang dilakukan BTPN Syariah di Malang, Jawa Timur selama ini menunjukkan hasil signifikan. Seperti dialami Ibu Siti Atim, salah satu nasabah warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Sejak bergabung dengan kumpulan nasabah BTPN Syariah di lingkungannya sejak 2019, ia mengaku mendapat banyak manfaat, bahkan di luar ekspektasinya. Selain mendapatkan pembiayaan, wawasannya soal literasi keuangan juga meningkat.
Alhasil, selain perekonomiannya yang meningkat, kualitas kehidupannya juga semakin berarti. Sejak bergabung dengan kumpulan nasabah BTPN Syariah di lingkungannya sejak 2019, ia mengaku mendapat banyak manfaat.
Dari sebelumnya yang mengalami keterpurukan finansial, kini ia bangkit dan berdaya. Sebelumnya berjualan kue kecil-kecilan, kini usahanya terus) berkembang dengan berjualan ayam kentucky dan bandeng presto dengan menyewa bedak di kantin sekolah.
Baca Juga: BTPN Syariah Gandeng Mahasiswa Dampingi Ibu-Ibu Kembangkan Usaha Mikro Lewat Bestee
“Alhamdulillah, mulai dari ekonomi terpuruk saya waktu itu sekarang sampai bisa mempekerjakan karyawan. Saya bersyukur sekali, saya merasa tertolong. Saya bisa menyekolahkan anak hingga merenovasi rumah,” kata Atim.

Atim menuturkan jika manfaat pembiayaan BTPN Syariah ini selain tanpa agunan, terletak pada sentra atau kumpulan nasabah. Di sana ia mendapatkan wawasan tentang bagaimana mengelola keuangan hingga pengembangan usaha.
“Saya benar-benar merasa tertolong dengan adanya kumpulan. Mereka mengajarkan kalau hidup tidak hanya sekedar hutang. Dapat modal awal itu saya benar-benar dididik agar uangnya tidak dipakai untuk kebutuhan pribadi, jadi harus untuk usaha. Saya kira itu yang membantu saya bisa menjadi seperti sekarang ini,” tutur Siti.
Pendampingan terukur dan keberlanjutan memang menjadi kunci keberhasilan visi BTPN Syariah yang fokus memberdayakan umat atau masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal (unbankable), khususnya perempuan.
Program pemberdayaan ini dilakukan oleh petugas lapangan atau Community Officer (CO). Mereka adalah Bankir Pemberdaya, perempuan muda lulusan SMA yang terlatih dan memiliki motivasi tinggi mendampingi keluarga prasejahtera produktif di sentra-sentra nasabah dengan mengajarkan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
Pendampingan inilah yang telah diberikan oleh BTPN Syariah kepada masyarakat inklusi, bahkan sebelum mereka menjadi nasabah. Hal ini dilakukan karena BTPN Syariah bertekad mewujudkan kesempatan tumbuh dan hidup yang lebih berarti. BTPN Syariah melayani masyarakat inklusi melalui kumpulan yang dilakukan setiap dua minggu sekali.
Dalam kumpulan, masyarakat inklusi tidak hanya diberi akses keuangan, melainkan juga akses pengetahuan. Dengan demikian, masyarakat inklusi juga senantiasa mendapatkan pengetahuan untuk terus tumbuh dan memiliki kehidupan yang berarti.
Baca Juga: Cara Unik BTPN Syariah Beri Akses Modal Tanpa Agunan untuk Ibu-Ibu di Malang
“Kumpulan menjadi wadah BTPN Syariah dalam memberdayakan dan mendampingi masyarakat inklusi, sehingga mampu membangun empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS),” ungkap Kepala Pembiayaan Area Malang BTPN Syariah, Khatijah Paramitra Sari, Rabu (19/6/2024).
Khatijah mengatakan jika ekosistem kumpulan ini sudah berkembang di wilayah Malang Raya sejak 2011. Total hingga kini sudah ada 55.000 nasabah yang mendapat pendampingan. Kecamatan Blimbing di Kota Malang menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat inklusi agar usaha mereka bertumbuh dan terentas dari keterpurukan. Sejauh ini sudah banyak nasabah yang sudah mentas dari program ini.
”Dalam artian mereka sudah sejahtera namun tetap andil ikut dalam kumpulan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu lainnya,” tutur Khatijah.
Sementara, Lurah Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang Dwi Cahyono mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh BTPN Syariah dalam memberi akses pembiayaan dan memberdayakan masyarakat inklusi melalui kumpulan.
Tumbuhkan Perekonomian Keluarga Ultra Mikro
Ia mengakui pendampingan yang rutin dilakukan BTPN Syariah mampu mendorong perekonomian warga dan membantu ibu-ibu nasabah memiliki kehidupan yang lebih baik sekarang. BTPN Syariah tidak hanya memberi pembiayaan, tapi juga memberi pendampingan dan pengetahuan baru untuk ibu-ibu nasabah.
“Akses pembiayaan yang didapat juga membantu nasabah meninggalkan keterpurukannya. Dengan begitu, masyarakat, khususnya pelaku ultra mikro kembali berdaya dan mendorong perekonomian keluarga,” ujar Dwi.
Senada, Camat Blimbing, Kota Malang Nina Sudiarty menilai pendampingan BTPN Syariah sudah tepat karena dilakukan lewat kumpulan. Menurut Nina, kumpulan tersebut dapat saling memotivasi satu nasabah dengan nasabah lainnya untuk terus tumbuh.
“Pendampingan BTPN Syariah dilakukan melalui kelompok, hal ini dapat memotivasi antar satu nasabah dengan nasabah lainnya. Cara BTPN Syariah ini luar biasa,” ujar Nina.
Tak Hanya Sekedar Hutang
Corporate & Marketing Communication Head Ainul Yaqin mengatakan BTPN Syariah merupakan satu-satunya bank syariah yang fokus memberdayakan masyarakat inklusi. Menurutnya, model pembiayaan BTPN Syariah tidak hanya sekedar hutang, namun juga pemberdayaan.
Di sini, BTPN Syariah memberikan empat akses sekaligus kepada nasabah. Pertama, akses keuangan dengan menyediakan layanan perbankan yang tepat dan adaptif.
Kedua, akses pengetahuan dengan memberikan program pemberdayaan yang semakin inovatif. Ketiga, akses persediaan barang dan jasa. Keempat, memberikan akses pasar agar ibu-ibu nasabah dapat memasarkan produknya lebih luas.
”Kalau hanya uang tanpa disertai ilmu pengetahuan, uang itu akan jadi sia-sia. Masyarakat hanya akan terbebani dengan cicilan. Padahal uang ini bisa untuk kegiatan yang produktif. Untuk mendapatkan akses ilmu itu, ibu-ibu harus mengikuti kumpulan dua minggu sekali,” jelas Ainul.
Dengan fokus bisnis tersebut, BTPN Syariah ikut memberdayakan masyarakat inklusi Indonesia. Hal ini terbukti dari hasil survei Lembaga Demografi Universitas Indonesia (LDUI) terhadap sebagian nasabah BTPN Syariah secara sampling dan pemantauan internal BTPN Syariah terhadap setiap nasabah.
Hasil survei dan pemantauan tersebut menunjukkan bahwa nasabah yang mengalami kemiskinan ekstrem terus menurun dan jumlah keluarga dengan anak bersekolah meningkat.
Sebagai informasi, hingga kuartal I 2024, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp190,64 miliar kepada lebih dari 55 ribu nasabah di Kota dan Kabupaten Malang, serta Kota Batu.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
editor: jatmiko





























