Selasa, Juli 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kisah Cholifatul Nur Mencari Sang Anak Korban Kanjuruhan, Lewati Got dan Terobos Kepulan Gas Air Mata

Redaksi by Redaksi
Desember 10, 2022 2:58 pm
in Peristiwa
Cholifatul Nur, ibu dari korban Tragedi Kanjuruhan.

Cholifatul Nur, ibu dari korban Tragedi Kanjuruhan. Foto/Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Cholifatul Nur menceritakan kisahnya mencari mendiang anaknya, Jofan Farelino, yang meninggal saat Tragedi Kanjuruhan. Saat itu ia mendapat kabar bahwa putra semata wayangnya tak sadarkan diri usai menonton pertandingan Arema FC versus Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Kabar tersebut ia terima dari teman anaknya. Perempuan yang akrab dipanggil Ifa tersebut saat itu sedang berada di rumah dan bersiap untuk istirahat.

READ ALSO

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Begitu menerima kabar, ia langsung bergegas menuju Stadion Kanjuruhan yang berjarak 20 kilometer dari rumahnya di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Dia hanya  memakai baju tidur.

Pertandingan Arema FC melawan Persebaya baru usai. Puluhan ribu orang masih memadati jalanan di sekitar Stadion Kanjuruhan.

Ifa melihat akses masuk melalui gerbang utama ditutup. Ia turun dari sepeda motor di simpang empat Yon Zipur 5 yang berada tak jauh dari Stadion Kanjuruhan. Ia meminta orang yang mengantarnya untuk menunggu di sana.

Tak mau berlama-lama dengan mencoba masuk lewat gerbang utama, Ifa memilih menyusuri got yang ada di sekitar Stadion Kanjuruhan.

“Saya nggak lewat pintu utamanya. Kan itu kayaknya enggak boleh ya lewat pintu utama. Saya itu loncat di got sebelumnya pintu itu,” kata Ifa.

Sesampainya di Stadion Kanjuruhan, ia melihat kepulan gas air mata memenuhi area parkir. Polisi masih menembakkan gas air mata di bagian luar stadion. Meski demikian, ia tak mundur. Ia menerobos kepulan gas air mata untuk mencari anak semata wayangnya.

“Saat saya masuk ke Kanjuruhan itu masih banyak gas air mata yang ditembakkan ke daerah parkir. Di luar itu masih banyak asap-asapnya. Tapi saya cuma lihat saja. Saya lari, fokus untuk mencari almarhum anak saya,” terang Ifa.

Beruntung, ia dibantu oleh seseorang yang tidak ia kenal untuk mencari anaknya. Ifa meminta diantar menuju ke Gate 7 karena berdasarkan info yang ia terima, anaknya berada di sana.

Namun, ia kemudian mendapat telepon bahwa anaknya telah dibawa ke area VIP dengan harapan segera mendapat bantuan ambulans. Namun, bantuan tak kunjung datang hingga Jofan menghembuskam nafas terakhir.

Menurur Ifa, kondisi tubuh Jovan saat itu sangat memprihatinkan. Warna kulit dan kukunya menghitam, sementara bagian keningnya putih. Meski diseka dengan tisu basah, warna hitam di kulit tersebut sulit hilang.

Badan Menghitam

“Anak berangkat masih cakep, tahu-tahu sudah menghitam semua. Kukunya dan kulitnya hitam. Semuanya hitam. Saya buka kaosnya, (kulit) yang ketutup kaos masih putih. Yang ini (tidak tertutup kaos) sudah hitam semua,” kata Ifa.

Ifa juga melihat busa yang mengering di mulut Jofan. Sementara hidung dan telinganya mengucurkan darah.

“Sewaktu anak saya ditemukan oleh yang menolong, hidungnya keluar darah dan mulutnya berbusa,” kata Ifa.

Menurut Ifa, kondisi tubuh Jofan utuh dan hanya mengalami sedikit lecet karena terjatuh.

“Dia jatuh karena pingsan. Kata teman anak saya, dia sempat terinjak setelah pingsan. Sebelumnya itu nggak terinjak. Pingsannya itu karena gas itu tadi. Dia nggak bisa napas, kemudian pingsan,” jelas Ifa.

Mengetahui kondisi anaknya sudah tak bernyawa, Ifa meminta bantuan TNI untuk membawa anaknya ke rumah sakit. “Saya mau memastikan anak saya ini benar-benar sudah nggak ada atau bagaimana,” kata Ifa.

Sesampainya di rumah sakit, Ifa mendapat kepastian bahwa Jofan sudah tiada. Namun, ia tak bisa mendapat rekaman medis ataupun surat kematian dari rumah sakit karena Jofan sudah meninggal sebelum dibawa ke sana.

Dengan berat hati, Ifa membawa jenazah Jofan pulang ke rumahnya di Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Ifa berharap, keadilan dapat ditegakkan dan siapa pun yang bertanggung jawab atas peristiwa ini dihukum dengan semestinya.

“Bukan hanya yang menembak, tetapi semuanya. Termasuk panpelnya. Semuanya harus diusut. Saya cuma berharap itu,” kata Ifa.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Herlianto. A

Tags: kabupaten malangkorbantragedi kanjuruhan

Related Posts

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang
Peristiwa

Kompor Gas Bocor Picu Kebakaran Bengkel dan Warung Kopi di Lawang

Senin, 13 Jul 2026
Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji
Peristiwa

Mahasiswi Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk Gandeng di Pakisaji

Sabtu, 11 Jul 2026
Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka
Peristiwa

Granmax Tabrak Truk Tangki dan Dua Motor di Pakisaji, Empat Orang Terluka

Selasa, 7 Jul 2026
Proses evakuasi truk tangki yang terguling. Foto: Satlantas Polres Malang
Peristiwa

Dahului Kendaraan di Tikungan, Pemotor Tewas Tertimpa Truk Tangki di Karangkates

Selasa, 23 Jun 2026
hangus dilalap api
Peristiwa

2 Rumah Warga Desa Pendem Hangus Dilalap Api, Kerugian Capai Rp700 Juta

Senin, 8 Jun 2026
Lokasi tenggelamnya remaja di Embung Babadan Ngajum. Foto: Polsek Ngajum
Peristiwa

Remaja Tewas Tenggelam di Wisata Sumber Embung Babadan Ngajum

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Leandro Paredes dikepung para pemain Belanda saat terjadi kericuhan jelang akhir laga.

Paredes Tendang Bola ke Bench Timnas Belanda, Mirip Aksi Abduh Lestaluhu

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.