Tugumalang.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda berlangsung khidmat di SMKN 2 Malang pada Selasa (28/10/2025). Tak hanya ditandai dengan upacara kolosal yang penuh energi, tetapi juga ada sosialisasi program go internasional bagi para siswa.
Di bawah komando dari Hafiz Mahardika Vilandoshifa dari kelas XI TKJ 2, upacara bertemakan ‘Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu’ itu berlangsung dengan sukses.
Tim Paskibra ‘Pasvertu 17’ menjalankan tugas pengibaran bendera dengan presisi, melambangkan disiplin tinggi yang ditanamkan dalam pendidikan di SMKN 2 Malang.
Baca Juga: SMKN 2 Malang jadi Tuan Rumah LKBB Cakra dan Rukibra se Malang Raya, Antusias Positif dari Masyarakat
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 2 Malang, Eviatun Khaeriah, S.Psi., M.Si., yang bertindak sebagai pembina upacara membacakan naskah amanat pidato dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Baginya, seorang pemuda harus bergerak menjadi agen perubahan melalui kompetensi keahlian demi kemajuan bangsa.
“Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa kekuatan terbesar kita ada pada persatuan. Kini, tantangan kita adalah kemalasan, hoaks dan perpecahan. Inilah saatnya untuk bergerak bukan hanya dengan ikrar di lidah, tetapi dengan karya nyata di bengkel, di lab komputer, dan di tengah masyarakat. Indonesia menanti gerakan kolaboratif kalian,” tururnya.
Baca Juga: Pemilihan OSIS SMKN 2 Malang 2025 Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Belajar Demokrasi
Upacara itu juga diwarnai dengan penampilan tim paduan suara ‘Stavator Choir’ yang melantunkan lagu penyuntik energi patriotisme yakni Satu Nusa Satu Bangsa dan Bangun Pemudi Pemuda.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 2 Malang, Srirohatul Juma’idah S.STPar., menekankan bahwa perjuangan saat ini bukan lagi melawan penjajah. Tetapi berjuang mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Ia menjelaskan, SMKN 2 Malang telah membekali siswanya dengan ilmu pengetahuan, karakter patriot, peduli lingkungan, anti kekerasan, anti bullying hingga pendidikan inklusi.
“Semoga para siswa nanti menjadi generasi masa depan penerus perjuangan bangsa,” ujarnya.
Di sisi lain, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, para siswa juga mendapat sosialisasi terkait program double treck sebagai program go internasional SMKN 2 Malang. Program ini membuka peluang para siswa untuk melanjutkan pendidikan atau berkarir di Jerman.
Narasumber dari The Kadarisman Foundations (TKF) Regional Malang, Rania Salsabila menjelaskan bahwa sosialisasi program double treck ini mengulas soal peluang berkarir dan berkuliah di Jerman melalui Ausbildung sebagai program pendidikan pemerintah Jerman, dan melalui kuliah S1 sinergi kampus Indonesia dan Jerman.
“Jadi program ini nanti akan dijalankan secara paralel atau bersamaan. Sehingga nanti ketika lulus di Jerman, mereka akan lulus dua duanya yakni Ausbildung dan S1nya,” kata Rania.
Menurutnya, ada sejumlah kampus Indonesia yang sudah bekerja sama dengan pemerintah Jerman. Yakni Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Muhammadiyah Surabaya hingga UIN Cirebon. Untuk industrinya, Rania menyebut ada berbagai bidang keahlian.
Dikatakan, peluang untuk memanfatkan program ini cukup besar. Terutama bagi pelajar yang punya komitmen belajar yang tinggi, tekad, kemauan dan kedisiplinan.
“Tentukan masa depan mulai sekarang, anak muda harus fokus dan punya tekat yang kuat untuk meraih mimpi,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























