Tugumalang.id – Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Batu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batu menyebut pada 2025 jumlahnya naik menjadi 44 orang. Sementara di 2024 sebelumnya, jumlah PMI dari kota apel itu berkisar di angka 33 orang.
Kepala Disnaker Kota Batu, Thomas Wunang Tjahjo membenarkan adanya peningkatan jumlah PMI tersebut. Menurutnya, peningkatan itu bukan karena adanya program khusus dari pemerintah, melainkan lebih pada keputusan pribadi warga.
Baca Juga: Tragedi Penampungan Pekerja Migran Ilegal di Malang: Kekerasan dan Penahanan Ijazah
”Mayoritas tergiur karena faktor ekonomi. Gaji di luar negeri dinilai jauh lebih besar dibanding bekerja di Indonesia,” ungkapnya, Selasa (28/10/2025).
Thomas menerangkan jika faktor gaji tersebut menjadi alasan utama mereka untuk memperbaiki taraf hidup keluarga. “Itu menjadi harapan mereka untuk bisa meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup keluarganya,” kata dia.
Dari total 44 PMI tersebut, sebagian besar bekerja di sektor informal yang terdiri dari kalangan perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) dan caretaker alias penjaga lansia. Sementara di sektor formal, diisi oleh pekerja laki-laki yang menekuni bidang perhotelan dan karyawan pabrik.
Negara tujuan para pekerja pun masih didominasi wilayah Asia Timur. Seperti Taiwan, Hongkong dan Singapura menjadi destinasi favorit para PMI asal Batu.
Baca Juga: Menteri P2MI Sebut Pekerja Migran Bisa Tumbuhkan Perekonomian Nasional hingga 0,5 Persen
”Rata-rata mereka menerima upah antara Rp8-9 juta per bulan. Nominal yang jelas jauh lebih tinggi dari upah rata-rata di dalam negeri,” ungkapnya.
Kendati begitu, gaji besar itu tentu juga beririsan dengan faktor risiko dan tantangan yang juga besar. Selain jauh dari keluarga, mereka juga harus melewati serangkaian proses ketat sebelum bisa berangkat.
Sesuai aturan Peraturan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nomor 2 Tahun 2023, calon PMI wajib melewati berbagai tahapan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, hingga pengurusan visa.
Dalam hal ini, Pemkot Batu tetap memberikan perhatian dengan memberikan orientasi pra-keberangkatan. Tujuannya agar para calon pekerja mengenal budaya, bahasa dan kondisi negara tujuan lebih dulu. “Dengan begitu mereka bisa lebih siap secara mental dan mudah beradaptasi,” imbuhnya.
Pihaknya berharap dengan meningkatnya jumlah PMI, tidak hanya kesejahteraan keluarga di Kota Batu yang terangkat, tetapi juga kualitas sumber daya manusia lokal makin meningkat.
“Kita ingin mereka tidak hanya bekerja di luar negeri, tapi juga membawa pulang pengalaman dan keterampilan yang bisa diterapkan di sini,” harapnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A































