Jombang, Tugumalang.id – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas, Jombang, menjadi momentum bersejarah. Pembukaan muktamar digelar di Lapangan Untung Suropati, Kamis (27/8/2025).
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Muhammad ’Abdurrahman Al Kautsar (Gus Kautsar), menyebut pemilihan Tambakberas sebagai tuan rumah muktamar di awal abad kedua NU memiliki nilai historis kuat.
Menurut Gus Kautsar, Tambakberas memiliki keterikatan emosional dan sejarah dengan lahirnya jam’iyah Nahdlatul Ulama. Dari bumi Tambakberas pula salah satu pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, merumuskan gagasan-gagasan besar kebangsaan dan keislaman hingga melahirkan NU.
“Iya, memang dari sini semuanya bermula. Dari Mbah Wahab-lah kemudian ada NU ini. Dan alhamdulillah di awal abad ke-2 ini kemudian Allah SWT memberikan tempat kembali di sini. Luar biasa sekali. Semoga berkah, semoga membawa manfaat,” ujar Gus Kautsar saat ditemui usai acara pembukaan.
Baca juga: Muktamar NU Mulai Bahas Tata Tertib Pemilihan Ketum PBNU
Ia berharap muktamar berjalan dengan penuh kedamaian. Selain itu, muktamar diharapkan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemaslahatan umat serta bangsa.
Gus Kautsar soal Stigma terhadap Pesantren
Selain menyoroti makna sejarah Muktamar ke-35, Gus Kautsar memberikan tanggapan terkait stigma maupun pandangan negatif yang belakangan kerap diarahkan kepada institusi pesantren dan para kiai.
Menurutnya, kritikan atau penilaian dari pihak luar merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sosial. Bagi warga pesantren, khususnya para santri, yang terpenting bukan membalas dengan kemarahan, melainkan menunjukkan respons dan akhlak yang tepat.
“Oh, enggak masalah. Semua orang bebas untuk menilai. Tapi bagaimana kita bersikap sebagai seorang santri, itu menjadi penting. Dan menjadi kewajiban kita sebagai santri memastikan bahwa para masyayikh tidak gagal mendidik kita,” tegasnya.
Baca juga: Savic Ali Dorong Pemimpin NU Visioner dan Responsif terhadap Perubahan
Gus Kautsar menekankan, cara terbaik membantah berbagai narasi negatif adalah melalui bukti nyata berupa akhlak mulia dan kepribadian yang luhur di tengah masyarakat.
“Dengan cara menampilkan karakter-karakter, kepribadian-kepribadian yang menarik sesuai dengan apa yang beliau-beliau ajarkan. Dan insya Allah waktu yang akan menjawab,” pungkas Gus Kautsar.
Muktamar ke-35 NU diharapkan berjalan lancar hingga penutupan. Muktamar juga diharapkan melahirkan gagasan-gagasan maslahat yang membawa kebaikan bagi Nahdlatul Ulama, masyarakat luas, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis panitia muktamar/ Panji Nur Muhammad Sholih
editor: jatmiko






























