MALANG, Tugumalang.id – Nama KH Abdullah Amiin menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan Islam dan Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai ulama yang tekun menuntut ilmu, menggerakkan organisasi, sekaligus mengabdikan diri untuk membimbing masyarakat.
Salah satu warisan penting Abdullah adalah kiprahnya dalam mengembangkan pendidikan Islam. Keprihatinannya terhadap anak-anak yang belum memperoleh pemahaman agama secara memadai mendorongnya mengambil langkah nyata.
Ia menjadi pelopor sekaligus ketua pengurus pertama Yayasan Madrasah Miftahul Ulum Urek-Urek. Melalui lembaga tersebut, ia turut meletakkan dasar pendidikan Islam yang lebih terstruktur bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Pembobol Rumah di Gondanglegi Ditangkap Setelah Dua Bulan Buron
“Madrasah itu menjadi salah satu wadah untuk mendidik generasi muda di Desa Urek-Urek agar memiliki pengetahuan agama dan akhlak yang baik,” ujar putra ketujuh KH Abdullah Amiin, Zainuddin, belum lama ini.
Menjadi Imam dan Pengayom Masjid
Pengabdian Abdullah juga terlihat dalam kehidupan masjid. Sejak era 1970-an hingga pertengahan 1980-an, KH Abdullah Amiin mengemban amanah sebagai ketua takmir Masjid Darul Hikmah, yang kini dikenal sebagai Masjid Jami’ Al-Musthofa.
Selain mengurus masjid, ia menjalankan peran sebagai imam salat berjamaah, menyampaikan ceramah, dan menerima warga yang ingin berkonsultasi mengenai persoalan keagamaan.
Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan Ditemukan dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang
“Sikapnya yang gigih, tekun, dan taat beragama membuat masyarakat tanpa ragu mengangkatnya sebagai kyai, tokoh agama utama, sekaligus Imam Masjid,” kata Zainuddin.
Puluhan Tahun Menggerakkan Nahdlatul Ulama
Pengabdian Abdullah tidak berhenti di lingkungan masjid dan madrasah. Ia juga aktif mengembangkan organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat desa.
Semasa hidupnya, KH Abdullah Amiin adalah muharriq, yakni penggerak roda organisasi yang tak kenal lelah. Ia menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Ranting NU Desa Urek-Urek sejak era 1970-an hingga 1990-an.
Dalam kurun waktu tersebut, ia berupaya merawat tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, mempererat silaturahmi, dan menggerakkan kegiatan sosial-keagamaan.
“Selama puluhan tahun memimpin Tanfidhiyah, beliau berhasil merawat tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta menggerakkan berbagai kegiatan sosial-keagamaan di Gondanglegi,” kata Zainuddin.
Lahir dari Keluarga Religius
Lahir dan besar di Malang, pria yang akrab disapa Kaji Dollah ini tumbuh dalam keluarga religius. Ia merupakan putra pasangan H Ali Abdul Syukur dan Hj Siti Fatimah. Ayahnya dikenal masyarakat dengan sapaan Pak Moden Piyo Putatlor sekitar dekade 1960-an.
Pendidikan agama yang ditanamkan kedua orang tuanya sejak kecil menjadi fondasi perjalanan KH Abdullah Amiin. Untuk memperdalam ilmu keislaman, ia kemudian menimba ilmu di Pondok Pesantren PPAI Ketapang, Kepanjen, di bawah bimbingan KH Moh Said.
Di pesantren tersebut, ketekunannya dalam mempelajari ilmu syariat semakin terasah. Ia juga pernah berada dalam satu kelas dan satu kamar dengan KH Muhsin dari Maqbul, Bululawang.
Pengalaman menimba ilmu di pesantren menjadi bekal bagi Abdullah ketika terjun ke tengah masyarakat.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia menetap di Desa Urek-Urek, Gondanglegi.
“Persahabatannya dengan KH Muhsin melahirkan semangat perjuangan dakwah yang terus mengalir hingga mereka terjun ke tengah masyarakat,” ucap Zainuddin.
Mewariskan Semangat Pengabdian kepada Anak-anaknya
Abdullah membangun keluarga bersama Hj Sholikhah binti Kyai Shohib bin KH Abdurrahman. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai delapan anak yang dididik menjadi generasi penerus perjuangan dakwah dan organisasi keharmonisan umat.
KH Abdullah Amiinwafat pada 9 November 2001. Ia dimakamkan di halaman depan rumahnya yang berhadapan dengan Masjid Jami’ Al-Musthofa.
“Semangat dan kegigihan beliau kini diteruskan oleh putra-putri serta masyarakat yang pernah merasakan ketulusan bimbingannya,” tutup Zainuddin.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A


















