Tugumalang.id – Salah satu rangkaian Haul ke-39 KH Yahya Syabrawi di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum (PPRU) 1 Ganjaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang adalah pertemuan alumni dengan titel: Pentas Kenangan (Reuni Nasional).
Acara yang digelar Kamis malam (22/10/2026) tersebut berlangsung khidmat, dengan dimulai pembacaan selawat yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai daerah. Hadir juga pengasuh utama KH Mukhlis Yahya dan sejumlah pengasuh yang lain.
Setelah pembacaan selawat, digelar pentas kenangan untuk mengenang kehidupan alumni selama di pesantren.
Baca Juga: Haul Akbar KH Yahya Syabrawi ke-39, 500 Alumni dari Kalimantan Barat Sudah Tiba di Pesantren RU 1
Salah satunya yang diminta maju adalah Nasiruddin, alumni dari Pontianak, Kalimatan Barat, yang nyantri di pesantren tersebut kurang lebih 14 tahun. Saat ini, dia juga menjadi anggota Lembaga Bathsul Masail (LBM) PWNU Kalimantan Barat.

Menyitir sebuah maqolah dalam Islam, Nasiruddin berterima kasih karena acara seperti ini biasa diadakan meski belum sempurna.
”Arti dari maqolah tersebut kurang lebih, kesuksesan adalah anugerah dari Allah SWT, namun sejak zaman Nabi Adam hingga sekarang, tidak ada kesuksesan yang tidak disertai dengan upaya yang sungguh-sungguh,” katanya.
Terkait kenangan, kata Nasiruddin, kadang yang terkesan itu bukan kenangan dengan peristiwa besar. Tapi, hal kecil yang penuh keteladanan.
Baca Juga: Wafatnya Ditangisi Ribuan Orang, Berikut Amalan Harian Nyai Hj Mamnunah Yahya
Suatu ketika, Nasiruddin, diminta menyediakan minuman oleh pengasuh utama KH Mukhlis Yahya kepada tamu. Ketika itu, Nasiruddin ditegur karena pegangan cangkir tidak ada di sebelah kanan sang tamu.
“Sejak itu saya tahu kalau pegangan cangkir itu harus ada di posisi kanan agar tamunya mudah untuk minum, sejak saat itu saya ingat-ingat terus dan saya praktikkan, itu sangat berkesan,” katanya.
Setelah itu, giliran Hasan Mukti dari Lumajang yang bercerita. Dengan gaya khasnya yang lucu, pimpinan madrasah diniyah Baitul Amin di Pronojiwo Lumajang ini cukup membuat suasana ger-geran.
Di akhir penyampaiannya, Hasan Mukti memberi pesan kepada para alumni. ”Jangan sampai kita menyakiti hati guru kita, karena itu bisa sangat berbahaya,” pungkasnya.
Selanjutnya, giliran Suryadi, alumni asal Kalimantan Barat yang kini menjabat sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat.
Dia awalnya bercerita soal aktivitasnya menjadi pengajar saat ditugaskan di Madura. ”Itu sangat berkesan karena penerimaan masyarakat Madura sangat positif, saat pulang kita dapat bisaroh atau uang saku banyak sekali,” katanya disambut tawa para alumni.

Selanjutnya, dia mengaku bisa menjadi komisioner KPU berkat berkah sang guru, khususnya KH Yahya Syabrawi. Sebagai pendaftar yang masih muda, dirinya bisa terpilih mengalahkan ratusan pendaftar yang lain.
“Umur saya sangat mepet dengan batas minimal usia pendaftar, dan alhamdulillah bisa lolos. Saya yakin ini berkat doa guru,” katanya.
“Terus terang saya grogi tampil di sini, meski sering mengesahkan pejabat negara kayak gubernur dan anggota dewan, saya tetap grogi kalau di depan para guru dan para alumni RU 1,” pungkasnya.
Selain penyampaian pesan dan kesan dalam kegiatan yang dipimpin oleh pembawa acara Edi Suhardi tersebut, acara juga diisi dengan pembagian hadiah dan doorprize. Acara terbilang sukses dan mampu membuat para alumni terkenang.
Acara akan berlangsung hingga hari ini Jumat (23/10/2026) dengan acara ziarah makam secara bersama-sama dan acara puncak yang rencananya akan dihadiri pendakwah nasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A





































