Tugumalang.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengajak para pedagang menyatukan suara untuk perbaikan Pasar Besar Malang. Pasalnya, kerusakan infrastruktur telah terlihat.
Salah satunya retakan di pagar pembatas area rooftop yang berpotensi ambrol dan membahayakan pedagang maupun pengunjung pasar.
Diketahui, sebagian pedagang masih menolak rencana revitalisasi Pasar Besar hingga pemerintah pusat batal menggelontor anggaran APBN di tahun 2026 ini. Saat itu, sebagian pedagang menolak, ada yang mendukung dan ada yang pasrah.
Baca Juga: Soal Kekosongan Jabatan Definitif, Wali Kota Malang Sebut Hasil Seleksi Tunggu Persetujuan BKN
Baru-baru ini, pagar tembok pembatas di area rooftop atau lantai 3 Pasar Besar retak. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pedagang dan pengunjung yang beraktivitas di bawah retakan konstruksi itu.

Setelah dilakukan uji konstruksi oleh DPUPR-PKP Kota Malang, pagar itu kemudian dibongkar. Pembongkaran yang melibatkan BPBD, DPUPR-PKP, Diskopindag hingga DLH itu dipimpin langsung oleh Wahyu Hidayat pada Selasa (21/4/2026).
Dalam kesempatannya, Wahyu menjelaskan bahwa sejumlah area Pasar Besar juga masih berpotensi terjadi kerusakan atau retakan konstruksi. Untuk itu, ia mengajak seluruh pedagang Pasar Besar untuk bersatu melakukan pembenahan pasar secara berkelanjutan.
Baca Juga: Peringati HUT ke-112, Wali Kota Malang Kobarkan Spirit Bergerak Maju Bersama
“Saya mengharapkan kesadaran pedagang. Upaya pemerintah sudah maksimal, tetapi pedagang masih belum satu suara. Abaikanlah kepentingan lain, ini untuk pedagang, bukan kepentingan pemerintah. Jika terjadi hal hal tak diinginkan (tembok ambrol), pemerintah yang disalahkan,” kata Wahyu.
Menurutnya, Pemkot Malang sudah melakukan diskusi dengan para pedagang Pasar Besar. Namun sebagain pegadang tetap kekeh menolak rencana revitalisasi.
Untuk menunjukkan tekat pembenahan pasar dan menjaga netralitas kepentingan, Wahyu akan menggunakan tim independen dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Nanti tim dari KPBU akan turun untuk menilai dan melihat kelayakan pasar ini. Apakah nanti ini dibongkar atau tidak ke depannya,” ujarnya.
“Mereka juga akan melihat pendekatan, apa alasan alasan pedagang yang menerima dan menolak. Jadi pemerintah tidak ikut ikut. Mereka adalah tim yang independen dan profesional,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A


















