Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Kerusakan Ekologis di Hulu Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang Ngantang

Redaksi by Redaksi
April 14, 2023 9:14 am
in Peristiwa
Banjir Bandang,Kerukan Ekologis,Banjir Bandang Ngantang - Kerusakan Ekologis di Hulu Diduga Jadi Penyebab Banjir Bandang Ngantang

Tampak gelondongan kayu yang turut terbawa banjir bandang. Foto: Polsek Ngantang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis (13/4/2023) tak hanya memunculkan dugaan akibat faktor alam saja. Melainkan juga akibat perubahan alih fungsi hutan di bagian hulunya.

Seperti diketahui, dalam peristiwa tersebut, banjir bandang yang terjadi di Kali Talang itu membawa sejumlah material berupa lumpur, rumpun bambu hingga gelondongan batang pohon. Hal ini nyaris mirip dengan banjir bandang yang melanda Kota Batu, Jawa Timur, pada 2021 lalu.

READ ALSO

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Sebelumnya, longsor yang terjadi secara berturut di sepanjang jalur perbatasan Pujon dan Ngantang juga terjadi akibat masifnya alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan.

Sementara, banjir bandang serupa di Kali Talang sebenarnya juga bukan kali pertama terjadi. Kepala Desa Ngantru, Setyo Budi menuturkan jika banjir bandang yang terjadi sudah terbilang kesekian kalinya.

”Sebelumnya pernah terjadi di 2010 dan 2021. Lalu, sekarang kejadian lagi dan paling parah,” ungkap Budi pada awak media, Jumat (14/4/2023).

Budi menduga jika gelondongan kayu yang terseret banjir itu merupakan sisa material dari kejadian meletusnya Gunung Kelud sehingga menjadi bendung alam. ”Dan kemudian baru terbawa arus ketika ada hujan deras kemarin,” katanya.

Banjir bandang terjadi di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada Kamis (13/4/2023) turut membawa material batang kayu dalam jumlah besar. Diduga, ada kerusakan ekologis pada bagian hulunya.
Banjir bandang terjadi di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang pada Kamis (13/4/2023) turut membawa material batang kayu dalam jumlah besar. Diduga, ada kerusakan ekologis pada bagian hulunya. Foto/Polsek Ngantang

Meski begitu, kejadian ini perlu dimitigasi ulang karena bencana hidrometeorologi yang terjadi di kawasan Malang Barat itu bukanlah yang pertama. Pradipta Indra, Manajer Advokasi dan Hukum WALHI Jatim, menuturkan bahwa perlu ada kajian teknis lebih lanjut untuk mengungkap penyebab banjir bandang tersebut.

”Artinya, ketika terjadi bencana hidrometeorologi ini perlu dikaji secara keseluruhan, termasuk soal perencanaan tata ruang di kawasan hutan. Jangan-jangan, ada aktivitas di bagian hulu yang berlebihan,” ujarnya.

Melihat dari sejumlah material banjir bandang yang ada, dimungkinkan ada kerusakan ekologis di bagian hulu. Material lumpur setinggi 2 meter yang menerjang juga pastinya terjadi karena erosi akibat tidak adanya pohon tegakan.

”Meski kami belum terjun langsung ke bagian hulu, tapi melihat berbagai material itu bisa jadi menunjukkan bahwa ada yang rusak di bagian hulu,” ungkapnya.

Berdasarkan data WALHI Jatim, pihaknya kerap menerima laporan terkait pembukaan lahan di wilayah Pujon sepanjang jalur utama Malang-Kediri. Idealnya, bencana hidrometeorologi tidak akan terjadi ketika di bagian hulu masih terdapat banyak pohon penyangga.

Data Perum Perhutani menyebutkan daerah hutan yang beralih fungsi atau tergolong lahan kritis di Kabupaten Malang mencapai 10 ribu hektare. Lahan hutan kritis tersebut terdiri dari hutan lindung seluas 2.435 hektare, hutan konservasi 2.012 hektare dan hutan produksi 5.621 hektare.

Kendati begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan soal penyebab pasti bencana banjir bandang itu. Namun, jika berkaca dari bencana di banyak tempat, bencana hidrometeorologi terjadi bukan hanya karena faktor perubahan iklim semata.

”Bisa jadi, ada aktivitas pada bagian hulu yang membuat kerusakan ekologis yang cukup fatal sehingga memicu terjadinya banjir bandang,” kata Indra.

Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, juga belum bisa memastikan penyebab terjadinya banjir bandang tersebut. Hanya saja, dia membenarkan jika volume material banjir bandang kali ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.

”Soal penyebabnya saya belum bisa jawab karena belum ada pemetaan ke arah lereng gunung. Tapi memang material yang dibawa lebih banyak dibanding pada 2021 lalu. Mungkin bisa ditanyakan ke pihak terkait seperti Muspika dan Perhutani,” jelasnya.

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: banjirbanjir bandangberita malangBerita Malang Terkinikabupaten malangKerukan Ekologis

Related Posts

Wali Kota Batu Nurochman beserta jajaran saat ziarah makam Mbah Batu jelang HUT Kota Batu ke-25. Foto: Dok.
Peristiwa

Wali Kota Batu Napak Tilas Leluhur ke Makam Mbah Batu

Rabu, 14 Okt 2026
Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai
Peristiwa

Konflik Tetangga di Kota Batu Gara-Gara Bakar Sampah Berakhir Damai

Rabu, 14 Okt 2026
Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina
Peristiwa

Krisis BBM Kota Malang, Ini Jadwal Distribusi Pertamina

Selasa, 13 Okt 2026
Evakuasi jasad nenek sebatang kara meninggal di Pujon, Malang. Foto: Dok.
Peristiwa

Nenek Sebatang Kara di Pujon Malang Ditemukan Meninggal

Kamis, 8 Okt 2026
Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Toko Ogan Kota Malang, 1 Korban Terjebak Berhasil Diselamatkan

Kamis, 1 Okt 2026
Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat bersama jajaran saat sidak ke TPS Pesanggrahan. Foto: Azmy
Peristiwa

Sekda Kota Batu Sidak Dugaan Pembakaran Sampah secara Liar di TPS Pesanggrahan

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Sudarmiati (berhijab) usai ditemukan keberadaannya oleh pihak kepolisian.

Nenek Asal Lawang yang Dilaporkan Hilang Ditemukan di Jember

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.