Rabu, Juni 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Keputusan yang Tepat Hasilnya Dahsyat

Redaksi by Redaksi
Oktober 1, 2021 7:00 am
in Catatan
Joko Sudarmawan

Joko Sudarmawan

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

*Oleh Joko Sudarmawan

Tugumalang.id – Membaca tulisan Dr Aqua Dwipayana tentang tanggal penting dalam hidup beliau, yang berjudul “Hari Bersejarah, 30 September 16 Tahun Lalu” yang dimuat di tugumalang.id, saya langsung teringat sebuah tagline yang sering ditulis untuk suatu kegiatan yang luar biasa, yaitu “Tidak untuk sembarangan dilakukan, kecuali oleh yang ahli”.

READ ALSO

Menjauhkan NU dari Pengemis Kekuasan, KH Azaim Sukorejo Bisa Menjadi Jangkar Spiritual

Munas dan Kombes NU, Serta asal Muasal wilayah Kediri jadi Pantangan untuk Didatangi Presiden RI

Mungkin tagline tadi tidak serta merta nyambung dengan keputusan Pak Aqua mengundurkan diri dari tempat kerjanya yang sangat nyaman dan terhormat. Dengan penghasilan dan fasilitas yang lumayan pada waktu itu.

Namun nyatanya doktor Komunikasi dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu tidak menuruti kata hatinya semata. Beliau tetap mengedepankan demokrasi dalam mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Sekaligus menunjukkan sikap menghargai keluarganya.

Faktanya Pak Aqua berdiskusi sangat serius dengan seluruh anggota keluarga beliau. Bahkan dengan kedua anaknya: Mbak Alira Vania Putri Dwipayana dan dan Mas Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana yang masih kecil, belum remaja apalagi dewasa.

Pak Aqua mendengarkan pendapat istrinya Ibu Retno Setiasih dan putri putranya sebelum mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Berhenti jadi pegawai Semen Cibinong dan beralih jadi orang yang mandiri. Atasan satu-satunya hanya Allah SWT.

Belum lagi lingkungan dan teman-temannya yang memberikan berbagai pendapat. Sebagian ada yang terkesan menakut-nakuti.

Bagi sebagian besar orang memang tidak mudah memutuskan berhenti dari sebuah pekerjaan. Apalagi sudah lama berada di zona nyaman.

Berdasarkan Nurani
Kondisinya berbeda sekali dengan Pak Aqua yang selalu hidup dengan penuh keyakinan terutama pada Allah SWT. Beliau sangat yakin pada keputusannya yang diputuskan berdasarkan nurani dengan hati yang bersih.

Selain itu semakin ditakut-takuti, justru Pak Aqua makin tertantang. Ingin menunjukkan keputusan yang diambilnya adalah yang paling tepat. Meski dilakukannya dengan cara yang wajar, tidak demonstratif.

Niatnya yang sangat mulia meninggalkan zona nyaman yang telah dirasakannya sekitar 10 tahun, membuatnya mendapat banyak kemudahan dari Allah SWT untuk mewujudkannya. Apalagi semua yang dilakukannya menggerakkan banyak orang dengan melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi bukan untuk kepentingan dirinya dan keluarga. Tapi buat keperluan banyak orang yang menjadi targetnya.

Pak Aqua telah membuktikan selama 16 tahun atasan satu-satunya hanya Allah SWT, kualitas hidupnya dari semua aspek jauh lebih baik. Beliau sama sekali tidak pernah merasa berkekurangan, tapi berkelebihan. Sehingga sering berbagi rezeki dengan ikhlas kepada banyak orang.

Terkait dengan pengalaman Pak Aqua tersebut, mereka yang merasa sudah cukup memiliki bekal untuk mengisi lembar kehidupannya setelah mengundurkan diri dari tempat bekerjanya yang nyaman saat ini, agar mengikuti jejak mantan wartawan di banyak media besar tersebut. Menjadi orang yang bebas merdeka dengan atasan satu-satunya hanya Allah SWT.

Namun apabila tidak memiliki kesiapan yang mantap, tentu akan sangat banyak kendala yang akan dihadapi. Jangankan meningkatkan kualitas hidup, untuk urusan makan saja menjadi persoalan yang serius.

Seorang Bonek
Bagi saya, sosok Pak Aqua adalah seorang Bonek alias “bondo nekat” (istilah supporter Persebaya). Namun Bonek yang sudah mempersiapkan diri dengan rencana yang sangat terukur dan presisi.

Dengan tegas dan tanpa kompromi Pak Aqua memilih Allah SWT sebagai satu-satunya atasan beliau. Itu menunjukkan keyakinannya yang sangat kuat pada Sang Pencipta alam semesta beserta isinya ini.

Semoga semakin banyak orang yang terinspirasi atas semua yang telah dilakukan Pak Aqua. Tapi ingat: “Hanya boleh dilakukan oleh yang profesional”.

Teriring doa dan harapan, semoga Dr Aqua Dwipayana, Ibu Retno Setiasih, Mbak Alira Vania Putri Dwipayana, dan Mas Savero Karamiveta Dwipayana senantiasa diberikan limpahan nikmat sehat oleh Allah SWT. Karena kiprah kebaikan mereka sekeluarga sangat ditunggu oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar negeri. Aamiin ya robbal aalamiin…

Sebagai penutup mohon izinkan saya menulis sebuah pantun :

10 kader berlari ke samping.
Bentuk angka ganjil berjumlah ratusan.

30 September adalah hari yang penting.
Untuk Dr Aqua mengambil keputusan.

*Penulis adalah Manajer Administrasi Penjualan Kantor Regional Pos 8 Bali Nusra yang bakal promosi jadi Manajer Solusi dan Kemitraan Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero).

Tags: joko

Related Posts

Fairouz Huda. Foto/dok
Catatan

Menjauhkan NU dari Pengemis Kekuasan, KH Azaim Sukorejo Bisa Menjadi Jangkar Spiritual

Rabu, 24 Jun 2026
M. Lutfi Khoirudin, M.Pd. Foto/dok
Catatan

Munas dan Kombes NU, Serta asal Muasal wilayah Kediri jadi Pantangan untuk Didatangi Presiden RI

Rabu, 24 Jun 2026
Bagian 1 Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny (1976-2026) tentang perjalanan takdir dan pohon cinta. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra
Catatan

Buku 50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny Bagian 1: Perjalanan Takdir dan Pohon Cinta

Selasa, 23 Jun 2026
Dr. KH. Abdurrahhman, S.H.I, M.Pd. Foto/dok
Catatan

Political Framing Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren

Senin, 22 Jun 2026
Dr. KH Ahmad Fahrur Rozi. Foto/dok
Catatan

Jangan Hukum Pesantrennya, Hukum Pelakunya

Sabtu, 20 Jun 2026
Gentrifikasi Mahasiswa dan Kapitalisme Ruang
Catatan

Gentrifikasi Mahasiswa dan Kapitalisme Ruang

Jumat, 19 Jun 2026
Next Post
Webinar IAI dan FEB Unisma

Hadirkan Ketua IAI Jatim, FEB UNISMA Kupas Peran Akuntan dalam Menciptakan GCG di Era Transformasi Digital

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bapenda Kota Malang Sosialisasikan Opsen PKB dan BBNKB hingga Tingkat RT RW

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.