MALANG, Tugumalang.id – Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan pesantren. Dr. H. Mohammad Anas, S.H.I., M.E., putra ulama kharismatik KH. Masbuhin Faqih, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Suci, Manyar, Gresik, resmi meraih gelar Doktor Bidang Ekonomi Syariah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Ujian Terbuka Promosi Doktor berlangsung khidmat di Auditorium Gedung SBY Lantai IV Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Selasa (23/12/2025). Capaian akademik ini menjadi tonggak penting bagi penguatan peran pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Disertasi Strategis Perkuat Ekonomi Pesantren
Dalam sidang promosi, Dr. Mohammad Anas yang juga menjabat Kepala MA Mambaus Sholihin mempertahankan disertasi berjudul “Modal Entrepreneurial Eco-System berbasis Kewirausahaan Islami dalam Mendukung Kemandirian Perekonomian Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Jawa Timur)”.
Baca juga: Pastikan Kemajuan Akademik, Prodi S3 Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Malang Fokus Pada Monitoring dan Evaluasi
Penelitian tersebut menegaskan urgensi ekosistem kewirausahaan berlandaskan nilai Islami sebagai fondasi kemandirian ekonomi pesantren. Melalui studi kasus di Pondok Pesantren Sunan Drajat, disertasi ini mengulas sinergi nilai spiritual dan praktik manajemen bisnis modern dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi lembaga pendidikan Islam.
Pencapaian Akademik yang Gemilang
Di hadapan tujuh penguji dari jajaran guru besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Mohammad Anas mampu menjawab seluruh pertanyaan serta mempertahankan argumentasi ilmiahnya dengan meyakinkan. Atas capaian tersebut, ia resmi ditetapkan sebagai:
Doktor ke-796 lulusan Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pakar baru di bidang Ekonomi Syariah dengan spesialisasi ekosistem kewirausahaan pesantren.
Baca juga: Pascasarjana UIN Malang Teken MoU dengan PWNU Jawa Timur di Bidang Pengembangan SDM hingga Pengelolaan Hutan
Dukungan dan Harapan
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar KH. Masbuhin Faqih serta Pondok Pesantren Mambaus Sholihin. Lebih luas, capaian ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pengembangan kurikulum, penguatan tata kelola ekonomi, dan peningkatan kemandirian pesantren di Jawa Timur maupun tingkat nasional.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis
redaktur: jatmiko





























