Malang, Tugumalang.id – Pernahkah Anda tiba-tiba ingin makan banyak saat merasa stres? Tanpa disadari, banyak orang menjadikan makanan, terutama yang manis dan berlemak, sebagai pelarian saat menghadapi tekanan emosional. Fenomena ini dikenal sebagai stress eating, yaitu kebiasaan makan bukan karena lapar, melainkan sebagai respons terhadap stres.
Apa Itu Stress Eating?
Stress eating bukan sekadar rasa lapar fisik, melainkan dorongan emosional yang membuat seseorang makan tanpa kontrol. Menurut Johns Hopkins Medicine, saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol, yang memicu nafsu makan dan meningkatkan keinginan terhadap makanan tinggi kalori dan gula.
Siloam Hospitals juga menjelaskan bahwa stres, kecemasan, rasa bosan, hingga frustrasi dapat memicu seseorang untuk makan secara impulsif. Akibatnya, seseorang sering merasa bersalah setelah menyadari bahwa mereka makan bukan karena lapar.
Baca juga: Waspada stres! Berikut Pengertian, Gejala, dan Cara Menanganinya
Dampak Buruk Stress Eating
Kebiasaan ini dapat berdampak serius, seperti:
- Kenaikan berat badan
- Peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung
- Gangguan pencernaan, seperti perut kembung dan sindrom iritasi usus
- Masalah psikologis, seperti kecemasan dan depresi yang semakin buruk
Cara Mengendalikan Stress Eating
Menurut para ahli dari Johns Hopkins Medicine dan Siloam Hospitals, berikut beberapa langkah untuk mengatasi stress eating:
1. Kenali Pemicu Stress Eating
Sadari apa yang membuat Anda makan saat stres. Misalnya, setelah dimarahi atasan, banyak tugas, atau saat merasa sedih. Catat pola ini dalam jurnal agar lebih mudah mengontrol kebiasaan tersebut.
2. Cari Pengalih yang Sehat
Alihkan keinginan untuk makan dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti:
- Olahraga ringan, seperti jalan kaki atau yoga
- Meditasi untuk menenangkan pikiran
- Menyalurkan hobi, seperti bermain musik atau menggambar
3. Sediakan Camilan Sehat
Gantilah camilan tinggi gula dan lemak dengan pilihan yang lebih sehat, seperti:
- Buah-buahan
- Kacang-kacangan
- Yogurt
Baca juga: Taruh Barang Ini di Kamar, Bikin Mood Naik, Stres Pun Hilang
4. Kelola Stres dengan Baik
Atasi stres dengan teknik relaksasi, seperti:
- Menarik napas dalam-dalam
- Jalan-jalan di taman
- Curhat dengan teman atau keluarga
5. Konsultasi dengan Profesional
Jika sulit mengontrol stress eating, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog untuk mengelola emosi atau ahli gizi untuk mendapatkan pola makan yang lebih sehat.
6. Tetap Moderat
Tidak perlu melarang diri sendiri menikmati makanan favorit, tetapi tetap dalam batas wajar agar tidak berlebihan dan semakin memperburuk stres.
Kesimpulan
Stress eating adalah respons alami terhadap stres, tetapi jika tidak dikendalikan, dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Mengenali pemicu dan membangun pola makan sehat adalah langkah awal untuk mengatasinya. Jika diperlukan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional agar lebih terarah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Muhammad Veri Adrianto I / Magang
redaktur: jatmiko