Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Kenali Dampak NFT pada Lingkungan

Redaksi by Redaksi
Maret 6, 2022 8:46 pm
in Bisnis
Ilustrasi NFT. Foto: Pixabay

Ilustrasi NFT. Foto: Pixabay

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Non-fungible token (NFT) saat ini menjadi perbincangan hangat, baik di Indonesia maupun di dunia. NFT bisa mengubah pola bisnis, khususnya di bidang seni. Kini, seniman bisa menjual karya seni mereka dalam bentuk aset digital.

Meskipun menguntungkan beberapa pihak secara ekonomi, NFT juga memancing perdebatan karena untuk melakukan transaksi ternyata dibutuhkan tenaga listrik yang sangat besar.

READ ALSO

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?

5 Inovasi Gerobak Jualan di Malang, dari Kopi Keliling hingga Mie di Pinggir Jalan

Transaksi di NFT menggunakan mata uang virtual Ethereum. Melansir dari Renewable Energy Hub, setiap transaksi Ethereum memerlukan energi sebesar 48,14 kilowatt-hours atau setara dengan keperluan listrik rumah tangga selama beberapa hari.

Saat ini, setiap harinya terdapat ribuan transaksi NFT. Jika NFT semakin populer, jumlah transaksi bisa jadi akan terus meningkat. Ini berarti konsumsi listrik di Bumi akan semakin tinggi.

Para aktivis lingkungan menyayangkan maraknya penggunaan NFT yang secara tidak langsung berkontribusi pada pemanasan global. Penggunaan listrik yang tinggi berarti ada emisi yang dilepas dalam jumlah besar sehingga menyebabkan efek rumah kaca.

Meski begitu, ada beberapa marketplace yang menawarkan NFT yang tidak menghabiskan banyak energi listrik. Salah satunya adalah Bubblehouse yang mengklaim dirinya sebagai NFT social marketplace ramah lingkungan pertama di dunia.

“Saat ini ada beberapa yang menawarkan NFT yang ramah lingkungan. Salah satunya ada Bubblehouse. Aktivitas mining (penambangan) di Bubblehouse katanya cenderung menggunakan energi listrik yang tidak sebesar sebelumnya,” papar Founder Climate Change Frontier, Eko Baskoro.

Founder Climate Change Frontier, Eko Baskoro. Foto: dok

“Memang perubahan dalam hal pembangunan atau ekonomi akan ada sisi negatifnya terhadap lingkungan ini. Ini menjadi dilematis,” ucapnya.

Seperti yang sudah disebutkan, NFT mereformasi bisnis karya seni di dunia. Sebelumnya, karya seni dijual secara tradisional yaitu dilukis di kanvas, dicetak di atas kertas atau media lainnya. Karya seni kemudian dikirimkan ke rumah pembeli.

Dengan adanya NFT, karya seni yang dijualbelikan tidak memiliki bentuk fisik, melainkan hanya berbentuk aset digital. Ini berarti NFT bisa membantu mengurangi penggunaan kertas serta emisi yang dihasilkan oleh alat transportasi yang mengangkut karya seni tersebut.

Baik penjualan dengan cara tradisional maupun NFT, keduanya memiliki dampak negatif kepada lingkungan. Oleh karena itu, Baskoro meminta masyarakat sebaiknya bijak dalam menilai sisi positif dan negatifnya.

Baskoro juga menegaskan, ia tidak bisa mengatakan salah satu metode itu lebih baik dari yang lainnya. “Saya pikir semua ada dampak negatifnya. Jadi kita harus bijak,” ucapnya.

“Dari sisi ekonomi, ke depannya NFT bisa jadi lebih baik dibandingkan karya seni yang dicetak di atas kertas. Tapi penggunaan listrik yang besar bisa merusak lingkungan. Tapi kalau pakai kertaspun, akan merusak lingkungan hidup,” imbuhnya.

Namun, Baskoro mengatakan bahwa jika penggunaan listrik untuk NFT bisa ditekan dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, tentunya ini akan menjadi lebih baik daripada penjualan karya seni yang dicetak di atas kertas.

“Seandainya mereka bisa menekan penggunaan listrik per tahunnya, kenapa nggak?” pungkas Baskoro.

 

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: dampak NFTlingkungannft

Related Posts

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?
Bisnis

Pedagang Online Dipungut Pajak PPh Per Juli 2026, Siapa Saja yang Terkena?

Sabtu, 18 Jul 2026
Salah satu inovasi gerobak jualan kopi modern di Malang (Foto: Google Maps)
Bisnis

5 Inovasi Gerobak Jualan di Malang, dari Kopi Keliling hingga Mie di Pinggir Jalan

Jumat, 17 Jul 2026
Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?
Bisnis

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?

Rabu, 15 Jul 2026
Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang
Bisnis

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

Senin, 13 Jul 2026
Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online
Bisnis

Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

Senin, 13 Jul 2026
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM
Bisnis

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM

Senin, 13 Jul 2026
Next Post
Perkuat UMKM, Diskopindag Kota Malang Tekankan Peran Digital Marketing

Perkuat UMKM, Diskopindag Kota Malang Tekankan Peran Digital Marketing

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.