MALANG, Tugumalang.id – Harga aspal naik antara 20-40 persen seiring dengan ekskalasi harga minyak akibat kondisi geopolitik saat ini. Kenaikan ini serta efisiensi anggaran mempengaruhi target penanganan jalan yang ada di Kabupaten Malang.
Setiap tahun, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang menangani 350-400 kilometer jalan yang terdiri dari rehabilitasi, pemeliharaan rutin, dan peningkatan jalan. Namun, di tahun ini panjang jalan yang ditangani akan berkurang.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pemeliharaan sehingga status jalan tetap dalam kategori jalan mantap. Jalan yang masuk dalam kategori jalan mantap memiliki kondisi yang baik atau sedang.
Baca Juga: Selat Hormuz: Jalur Minyak Dunia dan Kabel Internet Global yang Rentan Konflik
“Target panjang penanganan akan berkurang, akan tetapi kami tetap melakukan pemeliharaan rutin untuk mempertahankan kondisi jalan agar tidak turun menjadi rusak ringan maupun rusak berat,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menambahkan, saat ini aspal yang digunakan untuk penanganan jalan adalah aspal impor. Sehingga, harganya dipengaruhi oleh kondisi geopolitik, khususnya gejolak di Timur Tengah.
“Harga solar industri naik cukup signifikan, sehingga harga material lain ikut naik, terutama aspal,” kata pria yang akrab disapa Oong tersebut.
Baca Juga: Jundishapur dan Kedaulatan Intelektual: Refleksi Pendidikan dari Tanah Persia
Melansir situs binamarga.pu.go.id, aspal impor merupakan turunan dari minyak bumi. Apabila suplai minyak terganggu, maka harga aspal ikut naik. Hal ini berdampak langsung pada anggaran pembangunan jalan.
Oong mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan angka target penanganan jalan di tahun 2026. Ia hanya bisa memastikan bahwa panjang target akan berkurang.
“Kami sudah antisipasi dengan pelasanaan rutin kontraktual,” ujarnya.
Rutin kontraktual adalah pemeliharaan yang dikerjakan terus menerus. Setiap tahun, jalan mengalami penurunan kinerja sebesar 15-20 persen sehingga perlu dilakukan pemeliharaan.
Melalui kegiatan ini, jalan di Kabupaten Malang akan tetap layak untuk dilalui meskipun target penanganan berkurang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Edito: Herlianto. A
























