MALANG, Tugumalang.id – Tim Dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertempat di Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang pada 21 September 2025 lalu.
Pemberdayaan masyarakat yang merupakan wujud pengabdian Tim Dosen Polinema kepada masyarakat di Desa Duwet. Kali ini, menghadirkan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan kemasan inovatif untuk produk unggulan setempat, yakni rendang analog berbahan dasar jantung pisang.
Mengusung tema Pengembangan Kemasan untuk Rendang Analog: Solusi Inovatif dalam Mendukung Pemasaran Produk Lokal Desa Duwet.

Baca Juga: Terima 13 Mahasiswa Internasional dari 6 Negara, Polinema Kenalkan Orientasi Akademik dan Budaya
Tim Dosen Polinema diketuai oleh Evi Suwarni, S.AB, M.AB dan beranggotakan Tiara Estu Amanda, S.S, S.Par, Prima Beauty Kartikasari, S.Pd, M.A, Drs. Ir. Abdullah Helmy, M.Pd, Ph.D, Karina Ega Nirwana, S.St.Par, M.Par, dan Faradilla Fauziyah Risnawati, S.T, M.Eng.
Ketua Tim Dosen Polinema, Evi Suwarni, S.AB, M.AB menjelaskan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberi dampak besar bagi masyarakat.

“Kemasan bukan hanya soal tampilan, tetapi juga identitas dan strategi pemasaran. Dengan adanya kemasan baru, produk lokal Desa Duwet kini siap bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Evi.
Kegiatan difokuskan pada peningkatan daya saing produk rendang analog yang sebelumnya hanya dikemas sederhana. Melalui pelatihan dan pendampingan, Tim Dosen Polinema membantu pelaku UMKM Desa Duwet merancang desain kemasan baru yang lebih modern, higienis, dan komunikatif.
Baca Juga: Polinema Tanam Seribu Pohon Wujudkan Komitmen Kampus Hijau
Kemasan ini dilengkapi dengan logo, informasi kandungan gizi, komposisi bahan, serta tanggal kadaluarsa sehingga memberikan kesan profesional dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

“Proses desain dilakukan secara praktis menggunakan aplikasi Canva, sehingga para pelaku UMKM dapat mempelajari cara membuat label produk secara mandiri. Mereka dilatih mulai dari menentukan jenis dan ukuran kemasan, mengatur layout, memilih warna, dan tipografi yang sesuai, hingga menambahkan elemen visual seperti ikon ramah lingkungan, foto produk, dan ornamen tradisional sebagai identitas khas,” bebernya.
Tidak hanya itu, kemasan juga dilengkapi dengan QR code yang terhubung ke marketplace untuk memudahkan pemasaran secara digital.
Selain berdampak pada kualitas produk, kegiatan ini juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Para pelaku UMKM memperoleh pengetahuan baru tentang pentingnya branding dan kemasan dalam mendukung pemasaran.
Dengan bekal tersebut, mereka lebih percaya diri mengembangkan usaha, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan.
Kegiatan pemberdayaan tersebut mendapat apresiasi positif dari pelaku UMKM setempat yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan pelatihan dan pendampingan yang diberikan Tim Dosen Polinema.
Serah terima desain kemasan rendang dilaksanakan di Kantor Desa Duwet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Hasil karya ini diharapkan bisa memperkuat citra produk rendang analog sebagai oleh-oleh khas desa mereka.
Tim Dosen Polinema berharap, inovasi kemasan rendang analog ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk memanfaatkan potensi lokal dengan kreativitas dan teknologi sederhana.
Lebih dari sekadar tampilan baru, kemasan inovatif ini merupakan pintu masuk menuju kemandirian usaha dan daya saing produk lokal di pasar modern.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A


















