Tugumalang.id – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang resmi membentuk dan mensosialisasikan program Desa Binaan Imigrasi (DBI) yang bertempat di Balai Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata memperkuat perlindungan masyarakat terhadap ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat kecamatan, desa, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Camat Bantur, Bayu Jatmiko, mengapresiasi langkah Kantor Imigrasi Malang yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi program.
Baca Juga: Kolaborasi Universitas Brawijaya – Kantor Imigrasi Malang, Hadirkan Layanan Eazy Passport

Ia menyatakan bahwa Kecamatan Bantur—yang terletak di kawasan pesisir selatan—memiliki wilayah yang luas dengan 10 desa serta mobilitas masyarakat yang cukup beragam.
Melalui kehadiran Desa Binaan Imigrasi ini, ia berharap program tersebut dapat menjadi jembatan informasi bagi warga yang ingin bekerja ke luar negeri secara resmi, sehingga kasus TPPO maupun perdagangan manusia dapat dicegah bersama sejak dari tingkat desa.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala Desa Bantur, Nanang Kosim. Ia berharap sosialisasi ini dapat memperluas wawasan warganya mengenai prosedur keimigrasian yang legal agar mereka terhindar dari risiko penipuan saat bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Imigrasi Berlakukan WFH pada Jumat, Layanan Keimigrasian Tetap Beroperasi Normal
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang, Anak Agung Bagus Narayana, menegaskan bahwa Desa Binaan Imigrasi merupakan program unggulan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mendekatkan pelayanan sekaligus mengedukasi publik. Katanya, ini sesuai arahan Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko bahwa imigrasi untuk rakyat.

“Program ini tidak hanya memberikan informasi keimigrasian, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta tata cara bepergian ke luar negeri secara legal,” ungkap Anak Agung Bagus Narayana.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran aktif PIMPASA di tengah masyarakat. “Petugas PIMPASA akan bertindak sebagai garda depan yang aktif memberikan edukasi keimigrasian di tingkat desa, guna memastikan tidak ada celah bagi masuknya sindikat TPPO maupun TPPM di wilayah ini,” jelasnya.
Kehadiran program ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi Imigrasi, kecamatan, dan desa untuk bergerak bersama. Melalui penyuluhan yang menjangkau langsung masyarakat di tingkat desa, wilayah Bantur diharapkan dapat bersih dari praktik pekerja migran nonprosedural.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis Imigrasi Malang
Editor: Herlianto. A







![[12.05, 13/6/2026] Aisyah Nawangsari Putri: BRI Fellowship Perkuat Nilai Pemegang Saham, BRI Buyback Saham Senilai Rp500 Miliar MALANG, Tugumalang.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) fluktuatif senilai Rp500 miliar. Buyback fluktuatif dilakukan dalam periode 12 Juni 2026 hingga 11 September 2026. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Di samping itu, buyback ini menjadi cermin keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang tetap solid. “Kami menilai valuasi BBRI saat ini masih berada di bawah nilai wajarnya atau belum sepenuhnya merefleksikan kinerja dan potensi bisnis perseroan,” ujar Corporate Secretary BRI, Dhanny, belum lama ini. Ia menjelaskan, pelaksanaan buyback fluktuatif ini mengacu pada Peraturak Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal pada Kondisi Pasar yang Berfluktuasi Secara Signifikan. Langkah ini juga mengacu pada Surat OJK Nomor S-10/D.04/2026 tanggal 13 Maret 2026 mengenai kebijakan pelaksanaan pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Sementara pendanaan buyback fluktuatif berpedoman pada POJK 13/2023 dan POJK 29/2023. Buyback fluktuatif akan dilaksanakan pada harga yang dinilai wajar, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku. Buyback yang dilakukan BRI juga telah mempertimbangkan kondisi pasar yang masih dipengaruhi berbagai tantangan global. Beberapa tantangan yang dihadapi di antaranya adalah ketidakpastian ekonomi dunia, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga minyak dunia, hingga arus keluar modal dari pasar negara berkembang. “Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan, termasuk pasar modal Indonesia,” kata Dhanny. Ia menambahkan, BRI telah mempertimbangkan dengan cermat kondisi likuiditas dan posisi keuangan saat ini. Pelaksanaan buyback fluktuatif tidak akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun opersional perusahaan. Setelah dilakukan buyback, proforma indikator keuangan BRI (konsolidasi) per 31 Maret 2026, tercatat rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tetap berada pada level yang kuat sebesar 22,86%, sementara Return on Equity (ROE) tercatat 18,37%. Hal tersebut mencerminkan bahwa perseroan tetap memiliki kapasitas permodalan yang kuat guna mendukung ekspansi usaha dan mitigasi risiko pengelolaan bisnis bank. Di sisi lain, saham hasil buyback fluktuatif nantinya akan dialihkan melalui program kepemilikan saham Pekerja dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris yang dapat dilakukan pengalihan setelah mendapatkan persetujuan RUPS. “Sebagai bagian dari Danantara, BRI akan terus berfokus pada penguatan fundamental bisnis dan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan. Di sisi lain, implementasi kebijakan ini tetap mengacu pada regulasi yang berlaku dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance,” pungkas Dhanny. Reporter: Aisyah Nawangsari Putri Deskripsi: BRI buyback saham senilai Rp500 miliar untuk perkuat nilai pemegang saham Keywords: BRI, BBRI, Buyback Saham, Kinerja Fundamental [12.05, 13/6/2026] Aisyah Nawangsari Putri: Gedung BRI. Foto: dok. BRI](https://tugumalang.id/wp-content/uploads/2026/06/c3b70612-5169-4eb9-a2d2-e4ee763ec642-75x75.jpg)










