Rabu, November 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Kamu Orang Konsumtif? Kenali Gejalanya dan Cara Menguranginya

Redaksi by Redaksi
Februari 20, 2025 3:58 pm
in Tips
konsumtif

Ilustrasi konsumerisme (foto: Unsplash/ Anna Dziubinska

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pernahkah kamu merasa terdorong untuk membeli barang hanya karena diskon besar atau karena merasa harus memiliki produk terbaru agar tidak ketinggalan tren? Fenomena ini, yang dikenal sebagai budaya konsumtif. Mencerminkan kecenderungan untuk mengutamakan konsumsi secara berlebihan, seringkali didorong oleh keinginan emosional daripada kebutuhan nyata.

Menurut artikel berjudul “Perspectives on Consumer Culture” (Featherstone, 1990) menjelaskan bahwa Budaya konsumen, didorong oleh akumulasi komoditas, dapat menyebabkan manipulasi, kontrol, dan hubungan sosial, sementara juga menghasilkan kesenangan emosional dan estetika.

READ ALSO

13 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan 

5 Rekomendasi Usaha Modal Kecil untuk Mahasiswa, Bisa Sambil Kuliah

Dalam kata lain budaya konsumen itu kompleks dan punya dampak ganda. Ia tidak hanya bicara soal ekonomi, tapi juga soal bagaimana kita membentuk identitas diri, hubungan sosial, dan merasakan emosi melalui konsumsi.

Baca juga: Tekan Gaya Hidup Konsumtif, FEB UNISMA Ajak Milenial Belajar Financial Planning

Budaya konsumtif muncul dari berbagai faktor yang saling terkait. Secara emosional, impulsivitas membuat kita membeli barang karena perasaan senang, stres, atau bahkan kebosanan. Selain itu, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) membuat kita merasa harus memiliki sesuatu yang sedang tren, sementara pengaruh iklan agresif dan media sosial semakin menguatkan keinginan untuk terus berbelanja. Untuk menjelaskan lebih rinci, berikut beberapa faktor utama yang memicu budaya konsumtif:

Impulsivitas: Membeli barang karena dorongan emosi sesaat

FOMO: Takut ketinggalan tren atau produk viral.
Gaya Hidup Hedonis: Mengidentifikasi diri melalui kepemilikan barang mewah.
Pengaruh Iklan dan Sosial Media: Strategi pemasaran yang intens memicu keinginan untuk segera membeli.

Dampak dari perilaku konsumtif ini tidak hanya berdampak pada pengeluaran pribadi, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan mental dan bahkan lingkungan. Belanja impulsif dapat menimbulkan masalah keuangan, seperti menumpuknya utang apalagi dengan mudahnya akses paylater, serta menyebabkan stres dan kecemasan akibat perasaan bersalah. Di sisi lingkungan, limbah barang yang tidak terpakai semakin mencemari alam, sementara hubungan sosial pun dapat terganggu akibat konflik antara anggota keluarga atau pasangan yang memiliki pola konsumsi yang berbeda.

Baca Juga: FOMO, YOLO, dan FOPO: 3 Penyakit Pikiran Serang Siapa Saja, Apakah Kamu Termasuk Orangnya?

Untuk mengatasi budaya konsumtif, terdapat beberapa strategi efektif yang bisa diterapkan, antara lain:
Membuat Daftar Prioritas: Buat list kebutuhan versus keinginan sebelum melakukan pembelian.
Unfollow Akun Promosi: Batasi paparan iklan di media sosial untuk mengurangi godaan belanja.
Coba Tunda 24 Jam: Tunda pembelian barang non-esensial selama 24 jam untuk menilai kembali kebutuhan sebenarnya.

Penerapan Metode Budgeting: Alokasikan pendapatan secara seimbang untuk pengeluaran kebutuhan, keinginan, dan tabungan.

Alihkan kegiatan: Gantikan kebiasaan belanja dan scroll olshop dengan kegiatan produktif seperti olahraga, membaca, atau belajar skill baru.

Dengan menerapkan strategi tersebut, kita dapat lebih bijak dalam mengelola keinginan untuk berbelanja, sehingga budaya konsumtif tidak lagi menguasai pola hidup kita. Kesadaran akan dampak negatif dan upaya pengendalian diri merupakan kunci untuk mencapai keseimbangan antara gaya hidup modern dan kesehatan finansial serta emosional.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: bahaya konsumtifborosbudaya konsumtifkonsumerismekonsumtifpembelian impulsifpengeluaran

Related Posts

13 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan 
Tips

13 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan 

Jumat, 30 Okt 2026
5 Rekomendasi Usaha Modal Kecil untuk Mahasiswa, Bisa Sambil Kuliah
Tips

5 Rekomendasi Usaha Modal Kecil untuk Mahasiswa, Bisa Sambil Kuliah

Jumat, 23 Okt 2026
5 Ide Olahan Blewah Kekinian yang Segar, Cocok Dinikmati Saat Malang Panas
Tips

5 Ide Olahan Blewah Kekinian yang Segar, Cocok Dinikmati Saat Cuaca Panas

Rabu, 21 Okt 2026
5 Manfaat Menanam Sayur di Pekarangan Rumah, Bisa Hemat Belanja
Tips

5 Manfaat Menanam Sayur di Pekarangan Rumah, Bisa Hemat Belanja

Rabu, 21 Okt 2026
Mangga Muda Melimpah di Malang, Ini 4 Ide Olahan yang Menggugah Selera
Tips

Mangga Muda Melimpah di Malang, Ini 4 Ide Olahan yang Menggugah Selera

Rabu, 21 Okt 2026
Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus
Tips

Cara Memakai Kerudung Segiempat untuk Wajah Bulat agar Terlihat Tirus

Rabu, 14 Okt 2026
Next Post
Patugas Damkar mengevakuasi ular piton yang masuk ke rumah warga. (Foto/dok. UPT Damkar Kota Malang)

Ular Piton Satroni Dapur Warga di Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.