Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Kamu Orang Konsumtif? Kenali Gejalanya dan Cara Menguranginya

Redaksi by Redaksi
Februari 20, 2025 3:58 pm
in Tips
konsumtif

Ilustrasi konsumerisme (foto: Unsplash/ Anna Dziubinska

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Pernahkah kamu merasa terdorong untuk membeli barang hanya karena diskon besar atau karena merasa harus memiliki produk terbaru agar tidak ketinggalan tren? Fenomena ini, yang dikenal sebagai budaya konsumtif. Mencerminkan kecenderungan untuk mengutamakan konsumsi secara berlebihan, seringkali didorong oleh keinginan emosional daripada kebutuhan nyata.

Menurut artikel berjudul “Perspectives on Consumer Culture” (Featherstone, 1990) menjelaskan bahwa Budaya konsumen, didorong oleh akumulasi komoditas, dapat menyebabkan manipulasi, kontrol, dan hubungan sosial, sementara juga menghasilkan kesenangan emosional dan estetika.

READ ALSO

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan

Dalam kata lain budaya konsumen itu kompleks dan punya dampak ganda. Ia tidak hanya bicara soal ekonomi, tapi juga soal bagaimana kita membentuk identitas diri, hubungan sosial, dan merasakan emosi melalui konsumsi.

Baca juga: Tekan Gaya Hidup Konsumtif, FEB UNISMA Ajak Milenial Belajar Financial Planning

Budaya konsumtif muncul dari berbagai faktor yang saling terkait. Secara emosional, impulsivitas membuat kita membeli barang karena perasaan senang, stres, atau bahkan kebosanan. Selain itu, fenomena FOMO (Fear of Missing Out) membuat kita merasa harus memiliki sesuatu yang sedang tren, sementara pengaruh iklan agresif dan media sosial semakin menguatkan keinginan untuk terus berbelanja. Untuk menjelaskan lebih rinci, berikut beberapa faktor utama yang memicu budaya konsumtif:

Impulsivitas: Membeli barang karena dorongan emosi sesaat

FOMO: Takut ketinggalan tren atau produk viral.
Gaya Hidup Hedonis: Mengidentifikasi diri melalui kepemilikan barang mewah.
Pengaruh Iklan dan Sosial Media: Strategi pemasaran yang intens memicu keinginan untuk segera membeli.

Dampak dari perilaku konsumtif ini tidak hanya berdampak pada pengeluaran pribadi, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan mental dan bahkan lingkungan. Belanja impulsif dapat menimbulkan masalah keuangan, seperti menumpuknya utang apalagi dengan mudahnya akses paylater, serta menyebabkan stres dan kecemasan akibat perasaan bersalah. Di sisi lingkungan, limbah barang yang tidak terpakai semakin mencemari alam, sementara hubungan sosial pun dapat terganggu akibat konflik antara anggota keluarga atau pasangan yang memiliki pola konsumsi yang berbeda.

Baca Juga: FOMO, YOLO, dan FOPO: 3 Penyakit Pikiran Serang Siapa Saja, Apakah Kamu Termasuk Orangnya?

Untuk mengatasi budaya konsumtif, terdapat beberapa strategi efektif yang bisa diterapkan, antara lain:
Membuat Daftar Prioritas: Buat list kebutuhan versus keinginan sebelum melakukan pembelian.
Unfollow Akun Promosi: Batasi paparan iklan di media sosial untuk mengurangi godaan belanja.
Coba Tunda 24 Jam: Tunda pembelian barang non-esensial selama 24 jam untuk menilai kembali kebutuhan sebenarnya.

Penerapan Metode Budgeting: Alokasikan pendapatan secara seimbang untuk pengeluaran kebutuhan, keinginan, dan tabungan.

Alihkan kegiatan: Gantikan kebiasaan belanja dan scroll olshop dengan kegiatan produktif seperti olahraga, membaca, atau belajar skill baru.

Dengan menerapkan strategi tersebut, kita dapat lebih bijak dalam mengelola keinginan untuk berbelanja, sehingga budaya konsumtif tidak lagi menguasai pola hidup kita. Kesadaran akan dampak negatif dan upaya pengendalian diri merupakan kunci untuk mencapai keseimbangan antara gaya hidup modern dan kesehatan finansial serta emosional.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Muhammad Veri Adrianto Ivansa (magang)
redaktur: jatmiko

Tags: bahaya konsumtifborosbudaya konsumtifkonsumerismekonsumtifpembelian impulsifpengeluaran

Related Posts

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan
Tips

Mengenal Impulse Buying, Saat Keinginan Mengalahkan Kebutuhan

Kamis, 16 Jul 2026
Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan
Tips

Jangan Cuma Cek Kedaluwarsa, Ini Cara Membaca Label Gizi pada Makanan Kemasan

Rabu, 15 Jul 2026
Ilustrasi perilaku konsumen, yaitu membandingkan suatu produk dengan produk lain berdasarkan kondisi ekonomi dan pengalaman. (Foto: Pinterest)
Tips

Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Perilaku Konsumen, Bukan Sekadar Menjual Produk?

Rabu, 15 Jul 2026
Perbedaan CV dan Portofolio untuk Mahasiswa, Ketahui Fungsi dan Penggunaannya
Tips

Perbedaan CV dan Portofolio untuk Mahasiswa, Ketahui Fungsi dan Penggunaannya

Rabu, 15 Jul 2026
Ilustrasi website untuk mengakses jurnal bereputasi (Foto: Pexels)
Tips

Website Resmi untuk Mencari Jurnal Bereputasi, Referensi yang Banyak Digunakan Mahasiswa Menyusun Skripsi

Senin, 13 Jul 2026
5 Pasar Tradisional Dekat Kampus di Malang, Cocok untuk Belanja Harian Mahasiswa
Tips

4 Pasar Tradisional Dekat Kampus di Malang, Cocok untuk Belanja Harian Mahasiswa

Jumat, 10 Jul 2026
Next Post
Patugas Damkar mengevakuasi ular piton yang masuk ke rumah warga. (Foto/dok. UPT Damkar Kota Malang)

Ular Piton Satroni Dapur Warga di Kota Malang

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.